Kekayaan

Alkitab memberikan pandangan yang seimbang tentang harta: Allah dapat memberkati dengan kekayaan, tetapi Alkitab memperingatkan bahayanya dan menegaskan bahwa kekayaan sejati terletak dalam hubungan dengan-Nya. Harta itu sementara, tidak dapat membeli keselamatan, dan dapat menimbulkan kesombongan, keterpisahan, serta ketidakberbuahan rohani.

Pandangan Alkitab tentang harta milik

Pandangan Tuhan tentang kekayaan

Aku tahu kesusahan dan kemiskinanmu, tetapi sesungguhnya kamu kaya! Aku tahu fitnah yang ditujukan kepadamu oleh mereka yang menyebut diri orang Yahudi, tetapi sebenarnya bukan, melainkan sinagoge Iblis. (Wahyu 2:9)

Pandangan manusia tentang harta milik

Orang yang kelaparan melahap hasil panennya, dan bahkan mengambil yang tumbuh di antara duri-duri, dan orang yang haus menginginkan kekayaannya. (Ayub 5:5)
Dia tidak akan menjadi kaya, dan harta bendanya tidak akan bertahan, begitu juga miliknya tidak akan menyebar di atas bumi. (Ayub 15:29)
Anak-anaknya akan mencari kemurahan hati dari orang miskin; tangan-tangannya akan mengembalikan kekayaannya. (Ayub 20:10)
Dia menelan kekayaan, tetapi memuntahkannya kembali, Allah akan mengeluarkannya dari dalam perutnya. (Ayub 20:15)
Dia akan mengembalikan buah yang dia hasilkan, dan tidak akan menelannya; dia tidak akan menikmati keuntungan dagangnya. Sebab, dia telah menolak dan mengabaikan orang miskin; dia telah merebut rumah yang tidak dibangunnya. Sebab, dia tidak mengenal kepuasan dalam perutnya; dia tidak akan membiarkan apa pun yang diinginkan luput darinya. (Ayub 20:18-20)
Kegelapan pekat diberikan bagi harta bendanya; api yang tidak ditiup akan melahapnya, dan akan menghabiskan semua yang tertinggal di kemahnya. (Ayub 20:26)
Harta milik di rumahnya akan disapu bersih, hanyut pada hari kemurkaan Allah. (Ayub 20:28)
Mereka menghabiskan hari-hari mereka dalam kemakmuran, dan dengan tenteram turun ke dunia orang mati. (Ayub 21:13)
Lihatlah, kemakmuran mereka tidak ada di tangan mereka. Jauhlah nasihat orang fasik jauh dari aku. (Ayub 21:16)
Jika kamu kembali kepada Yang Mahakuasa, kamu akan dibangunkan. Jika kamu menjauhkan kefasikan dari kemahmu, jika kamu menaruh emas ke dalam debu, dan emas Ofir di antara batu-batu di sungai kering, Yang Mahakuasa akan menjadi emasmu dan perakmu yang berharga. (Ayub 22:23-25)
Ini adalah bagian orang fasik dengan Tuhan, milik pusaka yang diterima penindas dari Yang Mahakuasa. (Ayub 27:13)
Meskipun dia menimbun perak seperti debu, dan mengumpulkan pakaian seperti gundukan tanah liat, dia bisa mengumpulkannya, tetapi orang benar yang akan mengenakannya, dan orang tidak bersalah akan membagi-bagikan perak itu. (Ayub 27:16-17)
Jika mereka mendengarkan dan berbakti kepada-Nya, mereka akan menghabiskan hari-hari mereka dalam kemakmuran, dan tahun-tahun mereka dalam kesenangan. (Ayub 36:11)
Dapatkah kekayaanmu menjauhkanmu dari kesusahan, ataukah seluruh kehebatan kekuatanmu? (Ayub 36:19)
Hikmat, seperti warisan, adalah suatu keuntungan bagi mereka yang melihat matahari. Sebab, perlindungan terhadap hikmat sama seperti perlindungan terhadap uang, tetapi keunggulan pengetahuan adalah bahwa hikmat menghidupkan pemiliknya. (Pengkhotbah 7:11-12)

Kita tidak membawa apa pun ketika mati

Jangan takut ketika seseorang menjadi kaya, ketika kemuliaan rumahnya bertambah banyak. Sebab, ketika dia mati, dia tidak membawa apa pun, kemuliaannya takkan turun mengikutinya. Sekalipun selama hidupnya, dia menganggap dirinya diberkati, dan sekalipun orang menyanjungmu saat kamu berbuat baik. Namun, dia akan pergi ke keturunan nenek moyangnya, yang selamanya takkan melihat terang. Manusia dalam kemegahannya tidak mengerti, mereka seperti hewan yang binasa. (Mazmur 49:16-20)
Ada kemalangan menyedihkan yang aku lihat di bawah matahari, yaitu kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kemalangan mereka sendiri. Kekayaannya itu lenyap karena pekerjaan yang mencelakakan. Walaupun dia menanggung seorang putra, tidak ada apa pun di tangannya. Sebagaimana dia keluar telanjang dari kandungan ibunya, dia pun kembali seperti ketika dia datang. Dia tidak membawa apa pun dari kerja kerasnya yang dapat dia bawa di tangannya. (Pengkhotbah 5:13-15)
Sebab, kita tidak membawa apa-apa ketika masuk ke dunia dan kita juga tidak bisa membawa apa-apa ketika keluar dari dunia ini. (1 Timotius 6:7)
Sebenarnya, setiap orang berjalan dalam rupa belaka. Sebenarnya, mereka menggerutu untuk kesia-siaan, mereka menimbun kekayaan dan tidak tahu siapa yang akan mengumpulkannya. (Mazmur 39:6)

Engkau tidak dapat membeli penebusan bagi jiwamu

Mengapa aku harus takut pada waktu-waktu kesusahan, ketika para pengejarku mengepung aku? Mereka yang percaya pada kekuatannya, dan bangga terhadap kekayaannya yang melimpah. Tidak ada orang yang sanggup menebus sesamanya, dia tidak dapat membayar tebusan yang cukup kepada Allah. Sebab, penebusan hidup itu sangat mahal, dan takkan berakhir selama-lamanya, (Mazmur 49:5-8)
Harta tidak menguntungkan pada hari kemurkaan, tetapi kebenaran melepaskan dari maut. (Amsal 11:4)
Apa untungnya jika seseorang memperoleh seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Atau, apa yang bisa seseorang berikan sebagai ganti nyawanya? (Matius 16:26)
Sebab, apa untungnya seorang mendapatkan seluruh dunia, tetapi kehilangan nyawanya? Apa yang dapat seseorang berikan untuk menebus nyawanya? (Markus 8:36-37)
Apakah untungnya jika seseorang mendapatkan seluruh dunia, tetapi mati atau kehilangan nyawanya sendiri? (Lukas 9:25)

Kekayaan menghasilkan banyak “teman”

Orang miskin tidak disukai, bahkan oleh sesamanya, tetapi orang kaya mempunyai banyak sahabat. (Amsal 14:20)
Kekayaan menambah banyak sahabat, tetapi orang miskin dipisahkan dari sahabatnya. (Amsal 19:4)

Kekayaan itu fana

Jangan menyusahkan dirimu untuk menjadi kaya; tinggalkan pengertianmu itu. Jika matamu mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena ia membuat sayap bagi dirinya secara tiba-tiba, dan terbang ke angkasa seperti rajawali. (Amsal 23:4-5)
Oleh iman, Musa, setelah bertumbuh dewasa, menolak dikatakan sebagai anak putri Firaun. Ia lebih memilih menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa yang hanya sementara, Ia menganggap kehinaan Kristus lebih berharga daripada seluruh kekayaan Mesir sebab Musa mengarahkan pandangannya kepada pahala. (Ibrani 11:24-26)
...sehingga imanmu yang lebih berharga daripada emas yang fana, sekalipun telah teruji oleh api, terbukti murni dan menghasilkan pujian, kemuliaan, dan kehormatan pada saat penyataan Kristus Yesus. (1 Petrus 1:7)
...dengan mengetahui bahwa kamu sudah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, yang kamu warisi dari nenek moyangmu, bukan dengan barang yang fana seperti emas atau perak, (1 Petrus 1:18)

Segala harta tidak berarti apa-apa dibandingkan mengenal Yesus

Akan tetapi, segala sesuatu yang dahulu menguntungkan aku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Sungguh, segala sesuatu kuanggap rugi dibandingkan dengan pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhanku, yang jauh lebih berharga dari apa pun. Demi Kristus, aku telah kehilangan semuanya — karena semua itu sekarang kuanggap sampah! — supaya aku boleh mendapatkan Kristus. (Filipi 3:7-8)

Kekayaan itu tidak pasti

Sementara itu, perintahkan orang-orang kaya di zaman ini agar tidak sombong atau menaruh harapan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi taruhlah harapan kepada Allah, yang dengan melimpah menyediakan segala sesuatu bagi kita untuk dinikmati. (1 Timotius 6:17)

Kekayaan tidak berguna tanpa Tuhan

Aku memperbesar pekerjaan-pekerjaanku. Aku membangun rumah-rumah, dan menanami kebun-kebun anggur bagi diriku sendiri. Aku membuat bagiku sendiri kebun-kebun dan taman-taman, lalu menanaminya dengan segala jenis pohon buah. Aku membuat bagiku sendiri kolam-kolam air untuk mengairi hutan tempat pohon-pohon bertumbuh. Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan aku punya budak-budak yang lahir di rumahku. Aku juga mempunyai banyak ternak, kawanan sapi dan kawanan domba, melebihi semua orang yang ada sebelum aku di Yerusalem. Aku juga mengumpulkan bagiku sendiri perak dan emas, serta harta raja-raja dan provinsi-provinsi. Aku menyediakan bagiku sendiri para penyanyi laki-laki dan para penyanyi perempuan, serta kesenangan anak-anak manusia, yaitu gundik yang banyak. Karena itu, aku menjadi besar dan bertambah-tambah melebihi semua yang ada sebelum aku di Yerusalem. Hikmatku juga tinggal padaku. Segala sesuatu yang diminta oleh mataku, aku tidak menahan mereka. Aku tidak menahan hatiku dari segala kesenangan. Sebab, hatiku bersukacita atas segala kerja kerasku. Itulah bagianku dari segala kerja kerasku. Kemudian, aku berpaling kepada semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh tanganku dan semua kerja keras yang telah kuusahakan. Lihatlah, semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin. Tidak ada keuntungan di bawah matahari. (Pengkhotbah 2:4-11)

Hal-hal yang lebih berharga daripada kekayaan

Ia tidak bisa dibeli dengan emas, dan harganya tidak bisa ditimbang dengan perak. Ia tidak bisa dinilai dengan emas Ofir, dengan krisopras mahal, atau dengan safir. Emas dan kristal tidak sebanding dengannya, dan ia tidak bisa ditukar dengan perhiasan dari emas berharga. Tidak akan ada lagi yang menyebut batu karang dan kristal; harga hikmat jauh di atas mutiara. Batu topas dari Etiopia tidak dapat menyamainya, dan ia tidak bisa dinilai dengan emas murni. (Ayub 28:15-19)
Lebih baik yang sedikit dimiliki oleh orang benar, daripada yang melimpah dimiliki oleh banyak orang fasik. (Mazmur 37:16)
Aku bersuka atas jalan kesaksian-Mu, seperti atas segala harta. (Mazmur 119:14)
Taurat mulut-Mu lebih baik bagiku, daripada ribuan keping emas dan perak. (Mazmur 119:72)
Karena itu, aku mencintai perintah-perintah-Mu melebihi emas, melebihi emas murni. (Mazmur 119:127)
Berbahagialah orang yang mendapatkan hikmat, dan orang yang memperoleh pengertian, karena labanya lebih baik daripada perak, dan hasilnya lebih baik daripada emas. Ia lebih berharga daripada batu-batu merah delima, dan segala yang kamu inginkan tidak dapat dibandingkan dengannya. Umur panjang ada di tangan kanannya; di tangan kirinya, ada kekayaan dan kehormatan. (Amsal 3:13-16)
Terimalah didikanku melebihi perak, dan pengetahuan daripada emas pilihan. Sebab, hikmat lebih baik daripada batu-batu permata, dan segala sesuatu yang diinginkan orang tidak dapat dibandingkan dengannya.” (Amsal 8:10-11)
Kekayaan dan kehormatan ada bersama denganku, juga kemakmuran yang abadi dan keadilan. Buahku lebih baik daripada emas, bahkan emas murni, dan hasilku melebihi perak pilihan. Aku menempuh jalan kebenaran, di tengah jalan-jalan keadilan, mengaruniakan harta bagi mereka yang mengasihiku, dan memenuhi perbendaharaan mereka. (Amsal 8:18-21)
Lebih baik sedikit disertai takut akan TUHAN daripada banyak harta disertai kegelisahan. (Amsal 15:16)
Lebih baik sedikit dengan kebenaran daripada penghasilan yang besar dengan ketidakadilan. (Amsal 16:8)
Betapa lebih baik memperoleh hikmat daripada emas, dan memilih untuk mendapat pengertian daripada perak! (Amsal 16:16)
Lebih baik merendahkan diri bersama orang miskin daripada membagi rampasan dengan orang sombong. (Amsal 16:19)
Lebih baik orang miskin yang berjalan dalam kejujuran daripada orang yang bibirnya menipu dan bodoh. (Amsal 19:1)
Ada emas dan batu permata yang melimpah, tetapi bibir berpengetahuan adalah permata yang berharga. (Amsal 20:15)
Nama baik lebih dipilih daripada kekayaan besar, dan dikasihi lebih baik daripada perak atau emas. (Amsal 22:1)
Lebih baik orang miskin yang berjalan dalam kejujuran daripada orang kaya yang bengkok jalannya. (Amsal 28:6)

Banyak dituntut dari mereka yang diberi banyak

Namun, hamba yang tidak tahu apa yang diinginkan tuannya dan melakukan hal-hal yang pantas mendapatkan pukulan, ia akan mendapatkan pukulan yang lebih sedikit. Setiap orang yang diberi banyak, dituntut banyak. Dan, mereka yang dipercayakan lebih banyak akan dituntut lebih banyak lagi. (Lukas 12:48)

Berkat kekayaan

Orang benar akan diganjar dengan kemakmuran

Malapetaka mengejar orang berdosa, tetapi orang benar dibalas dengan kebahagiaan. (Amsal 13:21)
Di rumah orang benar terdapat banyak harta benda, tetapi kesusahan menimpa penghasilan orang fasik. (Amsal 15:6)

Kekayaan bagi orang yang merenungkan Firman Allah

Diberkatilah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang-orang berdosa, dan tidak duduk di pertemuan para pencemooh. Akan tetapi, yang kesenangannya ada dalam hukum TUHAN, dan dia merenungkan hukum-Nya siang dan malam. Dia seperti sebuah pohon yang ditanam di dekat aliran-aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan daun-daunnya tidak layu. Segala sesuatu yang dilakukannya berhasil. (Mazmur 1:1-3)

Orang yang makmur akan menyembah Tuhan

Semua orang gemuk di atas bumi akan makan dan menyembah. Semua orang yang turun ke dalam debu akan berlutut di hadapan-Nya; mereka yang tidak dapat menyambung hidup jiwanya. (Mazmur 22:29)

Berdoa memohon kemakmuran

...supaya aku dapat melihat kebaikan orang-orang pilihan-Mu, supaya aku dapat bersuka dalam sukacita bangsa-Mu, dan bermegah bersama milik pusaka-Mu. (Mazmur 106:5)
Berdoalah bagi kedamaian Yerusalem: “Kiranya sejahtera bagi mereka yang mengasihimu. Kiranya kedamaian ada dalam tembok-tembokmu, dan sejahtera di dalam benteng-bentengmu.” (Mazmur 122:6-7)
TUHAN memberkatimu dari Sion. Kiranya kamu melihat kesejahteraan Yerusalem di seluruh hari dalam hidupmu. (Mazmur 128:5)
Saudaraku yang kukasihi, aku berdoa semoga kamu baik-baik saja dalam segala hal, semoga tubuhmu sehat, sama seperti jiwamu juga sehat. (3 Yohanes 2)

Orang kaya yang saleh

Dia membawa Sarai, istrinya, dan Lot, keponakannya, dan semua harta yang telah mereka kumpulkan, serta orang-orang yang diperolehnya di Haran. Mereka pergi ke tanah Kanaan. Kemudian, mereka tiba di tanah Kanaan. (Kejadian 12:5)
Abram sangat kaya akan ternak, perak, dan emas. (Kejadian 13:2)
Tuhan berfirman kepada Abram, “Ketahuilah dengan sungguh-sungguh bahwa keturunanmu akan menjadi orang asing di negeri yang bukan milik mereka. Di sana, mereka akan diperbudak dan ditindas selama 400 tahun. Namun, Aku akan menghukum bangsa yang memperbudak mereka. Setelah itu, mereka akan keluar dari tanah itu dengan membawa banyak harta. (Kejadian 15:13-14)
Sekarang, Abraham sudah tua dan lanjut umurnya. TUHAN memberkati Abraham dalam segala hal. (Kejadian 24:1)
Gadis itu sangat cantik, seorang perawan, belum pernah ada laki-laki yang bersetubuh dengannya. Gadis itu pergi turun ke sumur dan mengisi kendinya, kemudian naik kembali. (Kejadian 24:16)
TUHAN sangat memberkati tuanku dan dia telah menjadi kaya. Dia telah memberinya kawanan domba dan sapi, perak dan emas, hamba-hamba laki-laki maupun perempuan, serta banyak unta dan keledai. (Kejadian 24:35)
Ishak menabur di tanah itu dan dia memanen seratus kali lipat pada tahun yang sama sebab TUHAN memberkatinya. Orang itu pun menjadi kaya, dan terus bertambah kaya sehingga dia menjadi kaya raya. Dia memiliki kawanan domba, dan ternak, dan banyak hamba sehingga orang-orang Filistin iri terhadapnya. (Kejadian 26:12-14)
Dengan demikian, Yakub bertambah kaya raya. Dia mempunyai banyak sekali kawanan kambing domba, hamba laki-laki dan hamba perempuan, unta, dan keledai. (Kejadian 30:43)
Aku mohon, terimalah berkatku yang dibawa kepadamu ini karena Allah telah bermurah hati kepadaku, dan karena aku mempunyai segalanya.” Yakub mendesaknya dan Esau pun menerimanya. (Kejadian 33:11)
Kemudian, Firaun melepaskan cincin meterai dari tangannya dan memasangnya di tangan Yusuf, lalu dia memakaikan pakaian dari linen halus kepada Yusuf dan memasang sebuah rantai emas di lehernya. (Kejadian 41:42)
Sebab itu, ceritakanlah kepada ayahku tentang segala kemuliaanku di Mesir, dan tentang segala yang telah kalian lihat. Kalian harus membawa ayahku kemari secepatnya.” (Kejadian 45:13)
Mereka membawa ternak-ternaknya dan barang-barangnya yang mereka dapatkan di tanah Kanaan. Mereka pun tiba di Mesir, Yakub beserta seluruh keturunannya, (Kejadian 46:6)
Demikianlah Israel tinggal di tanah Mesir, di tanah Gosyen. Mereka mendapat kepemilikan di situ, beranak cucu, dan menjadi sangat banyak jumlahnya. (Kejadian 47:27)
Ia berkata kepada mereka, “Pulanglah ke kemahmu dengan kekayaan yang besar dan dengan sangat banyak ternak, perak, emas, tembaga, besi, dan pakaian yang sangat banyak. Bagilah jarahan dari musuh-musuhmu kepada saudara-saudaramu.” (Yosua 22:8)
Naomi mempunyai seorang kerabat dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari keluarga Elimelekh, namanya Boas. (Rut 2:1)
Hai anak-anak perempuan Israel, menangislah atas Saul, yang mendandanimu dengan pakaian mewah dari kain kirmizi, dan mengenakan perhiasan emas pada pakaianmu. (2 Samuel 1:24)
Setelah Ratu Syeba melihat segala hikmat Salomo serta istana yang dia bangun, Namun, aku tidak percaya dengan perkataan itu sampai aku datang dan mataku sendiri melihatnya. Lihatlah, setengahnya belum diceritakan kepadaku, hikmat dan kemakmuranmu melebihi kabar yang aku dengar. (1 Raja-Raja 10:4, 7)
Lalu, Allah berfirman kepadanya, “Karena kamu telah meminta hal ini, dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan bagi dirimu, dan tidak meminta nyawa musuhmu, melainkan meminta pengertian bagimu untuk memutuskan keadilan, lihatlah, Aku mengabulkannya sesuai perkataanmu. Lihatlah, Aku mengaruniakan kepadamu hati yang bijak serta berpengertian sehingga sebelum kamu tidak ada orang yang sepertimu, dan setelahmu tidak akan bangkit orang yang sepertimu. Aku juga memberikan kepadamu apa yang tidak kauminta, yaitu kekayaan dan kemuliaan, sehingga di antara semua raja tidak ada yang sepertimu sepanjang umurmu. (1 Raja-Raja 3:11-13)
Salomo duduk di atas takhta TUHAN untuk menjadi raja menggantikan Daud, ayahnya. Dia berhasil, dan seluruh Israel menuruti perintahnya. (1 Tawarikh 29:23)
Dia mati ketika rambutnya telah putih, hari-harinya genap, penuh kekayaan dan kemuliaan. Salomo, anaknya, memerintah sebagai penggantinya. (1 Tawarikh 29:28)
Allah berfirman kepada Salomo, “Oleh karena ini yang ada dalam hatimu dan kamu tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan, nyawa orang yang membencimu, dan atau umur panjang, tetapi meminta hikmat dan pengetahuan supaya dapat memerintah umat-Ku yang atasnya kamu telah Kuangkat menjadi raja, maka hikmat dan pengetahuan itu Kuberikan kepadamu. Selain itu, Aku akan memberikan kekayaan, harta benda, dan kemuliaan yang belum pernah dimiliki raja-raja sebelum kamu dan tidak akan dimiliki oleh seorang pun sesudah kamu.” (2 Tawarikh 1:11-12)
Raja Salomo lebih besar dari semua raja di bumi dalam kekayaan dan hikmatnya. (2 Tawarikh 9:22)
Oleh sebab itu, TUHAN mengukuhkan kerajaan itu di tangannya. Seluruh Yehuda memberi persembahan kepada Yosafat sehingga dia memiliki kekayaan dan kehormatan yang berlimpah. (2 Tawarikh 17:5)
Sebagian orang Filistin membawa persembahan dan perak sebagai upeti kepada Yosafat. Orang-orang Arab juga membawa kawanan ternak kepadanya, yaitu 7.700 domba jantan dan 7.700 kambing jantan. Kebesaran Yosafat semakin bertambah. Dia membangun benteng-benteng dan kota-kota perbekalan di Yehuda (2 Tawarikh 17:11-12)
Ketika Yosafat sudah berlimpah kekayaan dan kehormatan, dia menjadi besan Ahab. (2 Tawarikh 18:1)
Hizkia memiliki kekayaan dan kehormatan yang sangat besar. Dia membuat perbendaharaan-perbendaharaan untuk emas, perak, batu permata yang berharga, rempah-rempah, perisai, dan berbagai barang yang indah. Dia juga membuat gudang perbekalan untuk hasil gandum, anggur, dan minyak, dan kandang-kandang untuk berbagai jenis hewan besar serta kandang-kandang untuk kawanan ternak. Dia membuat kota-kota bagi dirinya dan memperoleh banyak domba dan sapi, sebab Allah memberikan kepadanya banyak sekali harta benda. Hizkialah yang membendung aliran Gihon di sebelah hulu dan mengalirkannya ke hilir, ke sebelah barat kota Daud. Hizkia berhasil dalam segala pekerjaannya. (2 Tawarikh 32:27-30)
Mereka merebut kota-kota berbenteng dan tanah yang subur. Mereka mengambil rumah-rumah yang penuh dengan barang-barang yang baik, sumur-sumur yang telah digali, kebun-kebun anggur, kebun-kebun zaitun, dan pohon buah-buahan yang sangat banyak. Mereka makan sampai kenyang dan menjadi gemuk. Mereka hidup senang dalam kebaikan-Mu yang besar. (Nehemia 9:25)
Kekayaannya mencakup tujuh ribu ekor domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang sapi, dan lima ratus ekor keledai betina, dan banyak sekali pelayan, sehingga orang ini adalah orang terbesar di antara semua orang dari daerah timur. (Ayub 1:3)
Lalu, raja memberikan kedudukan yang tinggi kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di wilayah Babel. (Daniel 3:30)
Ketika hari mulai malam, datanglah seorang yang kaya dari Arimatea bernama Yusuf, yang juga telah menjadi murid Yesus. (Matius 27:57)
Kamu sudah dikenyangkan, kamu sudah menjadi kaya! Tanpa kami, kamu sudah menjadi raja! Aku sungguh berharap kamu benar-benar sudah menjadi raja supaya kami juga dapat memerintah bersamamu. Sampai sekarang ini, kami lapar dan haus, berpakaian compang-camping, dipukuli, dan hidup mengembara. Kami berjerih payah, bekerja dengan tangan kami sendiri. Ketika kami dicaci-maki, kami memberkati. Ketika kami disiksa, kami bertahan. (1 Korintus 4:8, 11-12)
Aku mengatakan hal ini bukan karena aku sedang kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam keadaan apa pun. Aku tahu apa artinya kekurangan, dan aku juga tahu apa artinya kelimpahan. Dalam segala dan setiap keadaan, aku telah belajar rahasia hidup berkecukupan, apakah dengan kenyang atau lapar, apakah hidup banyak uang atau tidak punya uang. Aku dapat melakukan segala sesuatu melalui Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Namun, kamu telah berbuat baik mau berbagi beban denganku. Kamu sendiri tahu, jemaat Filipi, bahwa ketika awal pertama pelayanan Injil, setelah aku meninggalkan wilayah Makedonia, tidak ada jemaat yang mau berbagi beban denganku dalam hal memberi dan menerima, kecuali kamu. Bahkan, ketika di kota Tesalonika, kamu mengirim bantuan untuk kebutuhanku lebih dari sekali. Namun, bukan bantuan itu yang aku cari, melainkan aku mencari buah yang akan memperbesar keuntunganmu. Aku telah menerima pembayaran penuh, bahkan lebih. Aku memiliki semua yang aku butuhkan karena pemberian yang kamu kirim kepadaku melalui Epafroditus. Pemberianmu itu menjadi persembahan yang harum, kurban yang berkenan, dan menyenangkan Allah. (Filipi 4:11-18)

Tuhan berkenan pada kemakmuran hamba-hamba-Nya

Biarlah mereka bersorak dan bersukacita, mereka yang menginginkan pembenaranku. Biarlah mereka terus berkata, “Besarlah TUHAN, yang senang akan kesejahteraan hamba-Nya.” (Mazmur 35:27)

Tidak semua orang akan makmur

Namun, yang lain, ada pula yang dihina dan dicambuk, bahkan dibelenggu dan dipenjara. Mereka dirajam, digergaji menjadi dua, dicobai, dan dibunuh dengan pedang. Ada pula yang mengembara dengan berpakaian kulit domba atau kulit kambing; mereka sangat miskin, ditindas, dan diperlakukan semena-mena. Dunia ini tidaklah bagi mereka, mereka mengembara di padang gurun dan gunung-gunung, tinggal di celah-celah gunung dan gua-gua di bawah tanah. Jadi, walaupun mendapat kesaksian yang baik karena iman mereka, mereka tidak menerima apa yang dijanjikan. Sebab, Allah telah menyediakan apa yang lebih baik untuk kita, sehingga tanpa kita, mereka tidaklah akan menjadi sempurna. (Ibrani 11:36-40)

Yesus layak menerima kekayaan

...berseru dengan suara yang keras, “Layaklah Anak Domba, yang telah disembelih itu, menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan pujian.” (Wahyu 5:12)

Orang berhikmat dapat menjadi kaya

Mahkota orang berhikmat adalah kekayaannya, tetapi kebodohan orang bodoh adalah kebodohannya. (Amsal 14:24)

Cara memperoleh kekayaan

Dengan hikmat, rumah dibangun, dan dengan pengertian, ia ditegakkan; dengan pengetahuan, kamar-kamar diisi dengan segala harta benda yang berharga dan indah. (Amsal 24:3-4)

Hal-hal yang menghalangi orang memperoleh kekayaan

Orang yang mencintai kesenangan akan menjadi miskin; Orang yang senang dengan anggur dan minyak tidak akan menjadi kaya. (Amsal 21:17)
Dia yang menindas orang miskin untuk memperkaya dirinya, atau memberi kepada orang kaya, hanya akan mendatangkan kekurangan. (Amsal 22:16)

Bahaya kekayaan

Mencintai kekayaan

Jangan percaya kepada penindasan. Dan, jangan menaruh harapan sia-sia kepada perampasan. Apabila harta benda bertambah, janganlah hatimu melekat padanya. (Mazmur 62:10)

Kesombongan

Dengan kebijaksanaan dan pengertianmu, kamu telah memperoleh kekayaan untuk dirimu sendiri; dan telah mengumpulkan emas dan perak ke dalam perbendaharaanmu. Dengan kebijaksanaanmu yang besar dalam perdaganganmu, kamu telah menambah kekayaanmu, dan hatimu menjadi tinggi karena kekayaanmu.’ (Yehezkiel 28:4-5)
Sementara itu, perintahkan orang-orang kaya di zaman ini agar tidak sombong atau menaruh harapan pada kekayaan yang tidak pasti, tetapi taruhlah harapan kepada Allah, yang dengan melimpah menyediakan segala sesuatu bagi kita untuk dinikmati. (1 Timotius 6:17)

Orang kaya jangan sombong karena hidup itu singkat

Biarlah saudara yang hidup sederhana bangga dalam kedudukannya yang tinggi, dan orang kaya dalam kedudukannya yang rendah, sebab seperti bunga rumput, dia akan lenyap. Sebab, matahari terbit dengan panasnya yang semakin terik, dan melayukan rumput, bunganya gugur, dan keindahannya pun lenyap. Demikian juga, orang kaya akan lenyap di tengah-tengah usahanya. (Yakobus 1:9-11)

Bermegahlah dalam Tuhan, bukan dalam kekayaan

Beginilah firman TUHAN, “Janganlah orang bijaksana membanggakan diri karena hikmatnya, janganlah orang kuat membanggakan diri karena kekuatannya, janganlah orang kaya membanggakan diri karena kekayaannya. Akan tetapi, biarlah orang yang berbangga, berbangga akan hal ini: bahwa dia mengerti dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN, yang menunjukkan kasih, keadilan, dan kebenaran di bumi. Sebab, dalam hal-hal itulah Aku senang,” firman TUHAN. (Yeremia 9:23-24)

Kekayaan memberi rasa aman

Harta orang kaya adalah kotanya yang kuat. Kehancuran orang melarat ialah kemiskinannya. (Amsal 10:15)
Harta orang kaya adalah kotanya yang kuat, dan seperti tembok yang tinggi menurut angan-angannya. (Amsal 18:11)
Dalam keyakinan diriku, aku berkata, “Aku takkan pernah goyah.” Ya TUHAN, oleh perkenanan-Mu, Engkau membuat gunungku berdiri teguh; Ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut. (Mazmur 30:6-7)

Mereka yang mengandalkan kekayaan

Sebab, dia melihat bahwa orang bijak pun mati, orang bodoh dan orang bebal binasa, dan meninggalkan kekayaannya untuk orang lain. Kuburan mereka adalah rumah mereka selama-lamanya. Tempat tinggal mereka dari generasi ke generasi. Mereka menyebut tanahnya dengan nama mereka. Akan tetapi, kehormatan manusia tidak tinggal tetap, mereka seperti binatang yang binasa. (Mazmur 49:10-12)

Kekayaan cenderung memisahkan orang

Lot, yang ikut bersama Abram, juga memiliki kawanan domba, kawanan sapi, dan tenda-tenda, sehingga negeri itu tidak cukup lagi menampung mereka untuk hidup bersama-sama. Karena harta milik mereka sangat banyak, mereka tidak dapat tinggal bersama-sama lagi. Lalu, terjadilah perselisihan di antara para gembala ternak Abram dan para gembala ternak Lot. Pada masa itu, orang Kanaan dan orang Feris mendiami negeri itu. Abram berkata kepada Lot, “Aku mohon, jangan sampai terjadi perselisihan antara kamu dan aku, atau antara gembala-gembalaku dan gembala-gembalamu sebab kita ini bersaudara. Bukankah seluruh tanah ini ada di hadapanmu? Pisahkanlah dirimu dariku. Jika kamu ke sebelah kiri, aku akan pergi ke kanan. Jika kamu pergi ke sebelah kanan, aku akan pergi ke kiri.” Lalu, Lot mengarahkan matanya dan melihat seluruh Lembah Yordan, yang terairi dengan baik di mana-mana seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir ke arah Zoar. Keadaan itu adalah sebelum TUHAN membinasakan Sodom dan Gomora. Jadi, Lot memilih bagi dirinya sendiri seluruh Lembah Yordan dan Lot menempuh perjalanan ke timur. Demikianlah keduanya berpisah satu sama lain. (Kejadian 13:5-11)
Ishak menabur di tanah itu dan dia memanen seratus kali lipat pada tahun yang sama sebab TUHAN memberkatinya. Orang itu pun menjadi kaya, dan terus bertambah kaya sehingga dia menjadi kaya raya. Dia memiliki kawanan domba, dan ternak, dan banyak hamba sehingga orang-orang Filistin iri terhadapnya. Karena itu, semua sumur yang digali oleh hamba-hamba ayahnya, ketika ayahnya, Abraham, masih hidup, ditutup dan ditimbun dengan tanah oleh orang-orang Filistin. Kemudian, Abimelekh berkata kepada Ishak, “Pergilah dari kami sebab kamu menjadi lebih kuat daripada kami.” (Kejadian 26:12-16)
Kemudian, Esau membawa istri-istrinya, anak-anak laki-lakinya, anak-anak perempuannya, dan semua orang di rumahnya, dan ternaknya, dan segala binatangnya, dan segala harta benda miliknya yang diperolehnya di tanah Kanaan, untuk pergi ke tanah yang jauh dari Yakub, adiknya. Sebab, harta benda mereka sudah terlalu banyak untuk mereka dapat tinggal bersama-sama, dan tanah tempat tinggal sementara mereka tidak lagi dapat menampung mereka karena ternaknya. (Kejadian 36:6-7)
Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah, yang mencaplok ladang demi ladang, sampai tidak ada lagi tempat sehingga tinggal kamu sendiri yang ada di negeri itu. (Yesaya 5:8)

Kekayaan dapat memisahkan orang Kristen

Pertama, ketika kamu berkumpul sebagai jemaat, aku mendengar bahwa ada perpecahan di antara kamu. Dan, aku memercayainya sebagian. Sebab, harus ada perpecahan di antara kamu supaya mereka yang terbukti tahan uji menjadi jelas di antara kamu. Ketika kamu berkumpul di suatu tempat yang sama, hal itu bukanlah untuk makan perjamuan Tuhan. Karena ketika makan, setiap orang mengambil terlebih dahulu makanannya sendiri sehingga ada yang lapar dan yang lainnya mabuk. Apa kamu tidak punya rumah untuk makan dan minum? Atau, apakah kamu menghina jemaat Allah dan mempermalukan mereka yang tidak punya apa-apa? Apa yang harus kukatakan padamu? Haruskah aku memujimu? Tentu saja tidak! (1 Korintus 11:18-22)

Kekayaan itu menipu / dapat menghimpit buah

Orang fasik memperoleh upah yang menipu, tetapi mereka yang menabur kebenaran memperoleh upah tetap. (Amsal 11:18)
...dan waktu ia menabur, beberapa benih jatuh di pinggir jalan, lalu burung-burung datang dan memakannya sampai habis. Benih yang lain jatuh di tempat berbatu, yang tidak mengandung banyak tanah, dan cepat tumbuh karena tidak mempunyai kedalaman tanah. Benih yang lain jatuh di antara semak duri, dan semak duri itu bertumbuh, dan mengimpitnya. Benih yang jatuh di tengah semak-semak duri adalah orang yang mendengar firman itu, kemudian kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan mendesak firman itu sehingga tidak berbuah. (Matius 13:4-5, 7, 22)
Lalu, Yesus mengajar mereka tentang banyak hal dalam perumpamaan-perumpamaan. Dalam pengajaran-Nya, Dia berkata kepada mereka, “Dengarlah! Ada seorang penabur yang pergi untuk menabur benih. Benih yang lain jatuh di tengah-tengah semak duri. Semak duri itu tumbuh dan menghimpitnya sehingga tanaman itu tidak memberikan buah. Dan, benih-benih lainnya adalah yang ditabur di tengah-tengah semak duri. Mereka mendengar firman, tetapi kekhawatiran akan dunia, dan penipuan akan kekayaan, dan keinginan akan hal-hal lain masuk dan menghimpit firman sehingga membuatnya tidak berbuah. (Markus 4:2-3, 7, 18-19)
Sebagian lainnya jatuh di tengah-tengah semak duri dan tumbuh bersamanya sehingga semak itu mencekiknya. Benih yang jatuh di antara semak berduri adalah orang-orang yang mendengarkan firman Allah, tetapi sementara mereka bertumbuh, mereka dicekik oleh rasa khawatir, kekayaan, serta kesenangan hidup sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang. (Lukas 8:7, 14)

Sulit bagi orang kaya masuk Kerajaan

Kemudian, lihat, seseorang datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru, hal baik apa yang harus aku lakukan supaya mendapat hidup yang kekal?” Dan, Yesus berkata kepada orang itu, “Mengapa kamu bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya ada Satu yang baik. Namun, jika kamu mau masuk ke dalam hidup, taatilah perintah-perintah itu.” Orang itu bertanya kepada Yesus, “Perintah yang mana?” ‘Jawab Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, hormatilah ayahmu dan ibumu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Orang muda itu berkata kepada-Nya, “Semua hal itu sudah aku taati, apa lagi yang masih kurang?” Yesus berkata kepadanya, “Jika kamu ingin sempurna, pergi dan juallah semua yang kamu miliki. Lalu, berikanlah kepada orang miskin, dan kamu akan memiliki harta di surga, dan mari ikutlah Aku.” Namun, ketika orang muda itu mendengar pernyataan ini, ia pergi dengan sedih sebab ia sangat kaya. Lalu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, sulit bagi orang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi, Aku mengatakan kepadamu bahwa lebih mudah bagi seekor unta untuk melewati lubang jarum daripada orang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika para murid mendengar perkataan itu, mereka menjadi sangat terheran-heran, dan berkata, “Kalau begitu, siapa yang bisa diselamatkan?” Sambil memandang mereka, Yesus berkata, “Bagi manusia, hal ini mustahil, tetapi bagi Allah, semua hal itu mungkin.” (Matius 19:16-26)
Sementara Yesus sedang mempersiapkan perjalanan-Nya, seorang laki-laki berlari dan berlutut di hadapan-Nya dan bertanya kepada-Nya, “Guru yang baik, apa yang harus aku lakukan untuk menerima warisan hidup yang kekal?” Yesus berkata kepadanya, “Mengapa kamu menyebut Aku baik? Tidak ada seorang pun yang baik, kecuali Allah sendiri. Kamu tahu hukum-hukum itu: ‘Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberi kesaksian palsu, jangan menipu, hormatilah ayah dan ibumu.’” Lalu, orang itu berkata kepada-Nya, “Guru, semua itu sudah aku taati sejak masa mudaku.” Namun, Yesus memandang kepada pemuda itu, menaruh kasih kepadanya, dan berkata kepadanya, “Kamu kurang dalam satu hal. Pergi dan juallah semua yang kamu miliki, dan berikanlah kepada orang miskin, maka kamu akan memiliki harta di surga. Lalu, datanglah dan ikutlah Aku.” Orang itu sangat sedih ketika mendengar perkataan itu dan dia pergi dengan susah hati karena dia memiliki banyak harta. Kemudian, Yesus memandang ke sekeliling dan berkata kepada murid-murid-Nya, “Betapa sulit bagi mereka yang memiliki kekayaan untuk masuk Kerajaan Allah!” Murid-murid pun terkejut akan perkataan-Nya. Namun, Yesus berkata lagi kepada mereka, “Hai anak-anak, betapa sulitnya masuk Kerajaan Allah! Lebih mudah bagi seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk Kerajaan Allah.” Murid-murid menjadi semakin terkejut dan berkata satu kepada yang lain, “Kalau begitu, siapa yang bisa diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi tidak bagi Allah. Sebab, segala sesuatu mungkin bagi Allah.” (Markus 10:17-27)
Lalu, Petrus berkata, “Lihatlah, kami sudah meninggalkan semua yang kami miliki dan mengikut Engkau.” Yesus berkata kepada mereka, “Aku mengatakan yang sesungguhnya kepadamu, tidak seorang pun yang telah meninggalkan rumah, istri, saudara-saudara, orang tua, atau anak-anaknya demi Kerajaan Allah, yang tidak akan menerima hal-hal itu berlipat ganda pada masa ini, dan pada masa yang akan datang, yaitu hidup yang kekal.” (Lukas 18:28-30)

Orang kaya yang tidak mengenal Tuhan akan terpisah dari-Nya selamanya

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian ungu dan kain linen, dan bersenang-senang setiap hari dalam kemewahan. Di pintu gerbang rumah orang kaya itu, berbaringlah seorang miskin bernama Lazarus, yang tubuhnya penuh dengan borok. Ia berharap diberi makan apa pun yang jatuh dari meja makan orang kaya itu; bahkan anjing-anjing datang dan menjilati boroknya. Suatu ketika, orang miskin itu mati dan dibawa oleh para malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga meninggal lalu dikuburkan. Di alam kematian, saat disiksa, orang kaya itu memandang ke atas dan melihat Abraham di kejauhan bersama Lazarus di pangkuannya. Dan, orang kaya itu berseru, ‘Bapa Abraham, kasihanilah aku dan suruhlah Lazarus mencelupkan ujung jarinya ke air dan menyejukkan lidahku sebab aku menderita dalam nyala api ini.’ Akan tetapi, Abraham berkata, ‘Nak, ingatlah ketika kamu masih hidup, kamu sudah menerima hal-hal yang baik, sementara Lazarus menerima hal-hal yang buruk; sekarang, di sini Lazarus dihibur, sementara kamu disiksa. (Lukas 16:19-25)

Orang kaya menganggap dirinya bijak

Orang kaya itu berhikmat menurut pandangannya sendiri, tetapi orang miskin yang berpengertian menyelidiki dia. (Amsal 28:11)

Cara orang kaya memperlakukan orang miskin

Orang miskin berbicara dengan memohon, tetapi orang kaya menjawab dengan kasar. (Amsal 18:23)
Orang kaya berkuasa atas orang miskin, dan orang yang berutang adalah budak bagi yang mengutangi. (Amsal 22:7)
Akan tetapi, kamu telah menghina orang miskin. Bukankah orang kaya yang menindas dan menyeretmu ke pengadilan? Bukankah merekalah yang menghujat Nama baik, yang olehnya kamu dipanggil? (Yakobus 2:6-7)

Kekayaan dapat membuat orang melupakan Tuhan

TUHAN, Allahmu, sudah berjanji kepada nenek moyangmu, Abraham, Ishak, dan Yakub. Dia berjanji memberikannya kepadamu, yaitu kota-kota besar dan baik yang tidak kamu bangun. Dan, memberikanmu rumah-rumah dengan segala perabotannya yang bagus yang tidak kamu isi, sumur-sumur yang tidak kamu gali, kebun-kebun anggur dan pohon zaitun yang tidak kamu tanam, dan kamu akan makan sampai kenyang. Janganlah lupa untuk berpegang teguh kepada TUHAN yang telah membawamu keluar dari tempat perbudakan Mesir. (Ulangan 6:10-12)
Di sana, kamu akan memperoleh banyak makanan dan segala sesuatu yang kamu butuhkan. Suatu negeri yang batunya mengandung besi. Kamu dapat menambang biji tembaga dari gunung-gunungnya. Kamu akan memiliki semua yang ingin kamu makan dan kamu akan memuji TUHAN, Allahmu atas tanah yang baik yang sudah diberikan-Nya kepadamu. Hati-hatilah. Janganlah lupa akan TUHAN, Allahmu dengan tidak lupa menaati perintah, hukum, dan ketetapan yang kuberikan kepadamu hari ini. Dengan demikian, kamu makan dengan kenyang, dan kamu akan mendirikan rumah-rumah yang bagus dan menempatinya. Sapi, domba, dan kambingmu akan bertambah banyak. Begitu juga emas dan perakmu serta segala hartamu bertambah banyak jumlahnya. Janganlah kamu menjadi sombong sehingga melupakan TUHAN, Allahmu yang membawamu keluar dari negeri Mesir, tanah perbudakan. Dia membawamu melalui padang belantara yang luas dan menakutkan, yang penuh dengan ular dan kalajengking berbisa. Tanahnya gersang dan tidak ada air. Dialah yang membuat air keluar dari gunung batu bagimu. Dia juga yang memberi makanan manna kepadamu di padang belantara, yaitu makanan yang tidak pernah dikenal oleh nenek moyangmu. Dia mengujimu untuk menjadikanmu rendah hati agar segala sesuatu akhirnya membawa kebaikan untukmu. Janganlah berkata dalam hatimu, “Aku mendapat kekayaan ini karena kuasa dan kemampuanku sendiri.” Ingatlah bahwa TUHAN, Allahmulah yang memberikan kuasa kepadamu untuk memperoleh kekayaan supaya Dia memenuhi perjanjian yang dibuat-Nya kepada nenek moyangmu, seperti yang terjadi hari ini! (Ulangan 8:9-18)
Karena ketika Aku membawa mereka ke tanah yang melimpah akan susu dan madunya, yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada nenek moyangnya, mereka akan makan dan kenyang serta menjadi makmur. Kemudian, mereka berpaling kepada ilah-ilah lain dan beribadah kepadanya sehingga menghina-Ku dan mengingkari perjanjian-Ku. (Ulangan 31:20)
Dua hal aku minta kepada-Mu; jangan menahannya dariku sebelum aku mati. Jauhkanlah kesia-siaan dan perkataan bohong dariku; jangan memberiku kemiskinan atau kekayaan; berilah aku makan makanan yang menjadi bagianku. Jangan sampai aku menjadi kenyang, lalu menyangkal-Mu dengan berkata, “Siapakah TUHAN?” Jangan sampai aku menjadi miskin, lalu mencuri, lalu mencemarkan nama Allahku. (Amsal 30:7-9)
Aku berfirman kepadamu dalam kemakmuranmu, tetapi kamu berkata, ‘Aku tidak akan mendengarkan.’ Ini telah menjadi caramu sejak masa mudamu, bahwa kamu tidak menaati suara-Ku. Semua orang yang menggembalakanmu akan disapu angin, dan kekasih-kekasihmu akan dibawa ke penawanan. Dengan begitu, kamu pastilah akan dipermalukan dan direndahkan karena semua kejahatanmu. (Yeremia 22:21-22)
Karena kamu berkata, ‘Aku kaya, berkelimpahan, dan tidak kekurangan apa-apa,’ dan tidak tahu bahwa sesungguhnya kamu sengsara, malang, miskin, buta, dan telanjang. Aku menasihatimu untuk membeli dari-Ku emas, yang dimurnikan dengan api supaya kamu menjadi kaya, dan pakaian-pakaian putih supaya kamu dapat memakainya sehingga rasa malu karena ketelanjanganmu tidak akan terlihat, dan mengoles salep pada matamu supaya kamu dapat melihat. (Wahyu 3:17-18)

Kekayaan menimbulkan iri hati

Ishak menabur di tanah itu dan dia memanen seratus kali lipat pada tahun yang sama sebab TUHAN memberkatinya. Orang itu pun menjadi kaya, dan terus bertambah kaya sehingga dia menjadi kaya raya. Dia memiliki kawanan domba, dan ternak, dan banyak hamba sehingga orang-orang Filistin iri terhadapnya. (Kejadian 26:12-14)
Kemudian, Abimelekh berkata kepada Ishak, “Pergilah dari kami sebab kamu menjadi lebih kuat daripada kami.” (Kejadian 26:16)
Pada suatu hari, Yakub mendengar perkataan anak-anak Laban, katanya, “Yakub telah mengambil segala milik ayah kita, dan dari milik ayah kita itu, dia membangun seluruh kekayaan ini.” (Kejadian 31:1)

Kutuk kekayaan

Kutuk penculikan

Tebusan untuk nyawa orang adalah hartanya, tetapi orang miskin tidak mendengar ancaman. (Amsal 13:8)

Kutuk kurang tidur

Para pekerja tidur dengan enak, entah dia makan sedikit atau banyak. Akan tetapi, kekenyangan orang kaya tidak akan membiarkannya tidur. (Pengkhotbah 5:12)

Celakalah orang kaya

Akan tetapi, celakalah hai kamu yang kaya sebab kamu telah mendapatkan kenyamanan hidup. (Lukas 6:24)
Hai orang-orang kaya, dengarkanlah! Menangis dan merataplah untuk penderitaan yang akan menimpamu. Kekayaanmu telah membusuk dan pakaianmu dimakan ngengat. Emas dan perakmu telah berkarat, dan karat itu akan menjadi bukti yang memberatkanmu serta akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah menimbun harta pada hari-hari terakhir. Dengarlah, upah para pekerja yang mengolah ladangmu, yang kamu tahan dengan kecurangan, berteriak melawanmu. Dan, teriakan para pemanennya telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kamu telah hidup di bumi dalam kemewahan dan kesenangan diri sendiri; kamu telah menggemukkan hatimu pada hari penyembelihan. (Yakobus 5:1-5)

Mengapa orang fasik makmur?

Sebab, orang fasik menyombongkan hasrat jiwanya, dan orang serakah mengutuk dan menghina TUHAN. Orang fasik, dengan membanggakan batang hidungnya, tidak mencari Allah. Seluruh pikirannya adalah, “Tidak ada Allah.” Jalan-jalannya berhasil setiap waktu; Hukum-hukum-Mu tinggi, di luar pandangannya; semua musuhnya, dia remehkan. (Mazmur 10:3-5)
Nyanyian Daud. Jangan marah oleh karena orang-orang jahat; jangan iri kepada orang yang melakukan kecurangan. Sebab, mereka akan segera dipangkas seperti rumput, dan layu seperti tanaman hijau. Jadilah tenang dalam TUHAN, dan nantikan Dia dengan sabar. Jangan marah oleh karena orang yang makmur di jalannya, orang yang melakukan niat jahat. Sebab, orang-orang jahat akan dilenyapkan, tetapi mereka yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri. Sebentar saja, orang fasik takkan ada lagi; saat kamu memperhatikannya di tempatnya, dia tidak ada di sana. Namun, orang-orang rendah hati akan mewarisi negeri, dan bergembira karena kesejahteraan yang melimpah. (Mazmur 37:1-2, 7, 9-11)
Mazmur Asaf. Sungguh, Allah itu baik kepada Israel, kepada mereka yang hatinya murni. Akan tetapi, kakiku hampir tergelincir, dan langkah-langkahku hampir terpeleset. Sebab, aku iri terhadap orang sombong, ketika aku melihat kemakmuran orang fasik. Sebab, tidak ada kepedihan pada mereka hingga kematian mereka; tubuh mereka gemuk. Mereka tidak dalam kesusahan orang-orang. Mereka tidak ditimpa kemalangan seperti orang-orang. Karena itu, kesombongan adalah kalung mereka, kekerasan adalah pakaiannya. Mata mereka melotot karena kegemukan, gambaran hati mereka meluap-luap. Mereka mengejek dan dengan jahat membicarakan penindasan, mereka berbicara dalam kesombongan. Mereka membuka mulut menentang langit, dan lidah mereka menjelajahi bumi. Karena itu, umat-Nya kembali ke sini, dan air yang penuh dialirkan kepada mereka. Mereka berkata, “Bagaimana Allah bisa tahu? Apakah ada pengetahuan pada Yang Mahatinggi?” Sebenarnya, itulah orang fasik, hidup tenteram selamanya, mereka menambah kekayaannya. Sebenarnya, dalam kesia-siaan, aku telah menjaga kemurnian hatiku, dan membasuh tanganku dalam ketidakbersalahan. Sebab, sepanjang hari, aku tertimpa kemalangan, dan dihajar setiap pagi. Seandainya aku berkata, “Aku akan berkata seperti itu,” sebenarnya aku telah mengkhianati generasi anak-anak-Mu. Ketika aku berpikir-pikir untuk mengetahui ini, hal ini sulit di mataku. Hingga aku masuk ke tempat kudus Allah, kemudian aku mengerti kesudahan mereka. Sebenarnya, Engkau menempatkan mereka di tempat-tempat yang licin, Engkau menjatuhkan mereka ke dalam reruntuhan. Betapa mereka binasa dalam sekejap mata, mereka habis sama sekali oleh kengerian. Seperti mimpi ketika seseorang terbangun, ya Tuhan, ketika bangkit, Engkau akan menghina rupa mereka. (Mazmur 73:1-20)
Perempuan yang murah hati menerima hormat, dan orang kejam hanya mendapatkan kekayaan. (Amsal 11:16)
Benarlah Engkau, ya TUHAN, ketika aku memohon dengan sangat kepada-Mu, Namun, aku akan membicarakan hal-hal keadilan dengan Engkau. Mengapa jalan orang jahat berhasil? Mengapa semua orang yang melakukan kecurangan berbahagia? Engkau telah menempatkan mereka, mereka berakar. Mereka bertumbuh, mereka menghasilkan buah. Engkau dekat dengan mulut mereka, tetapi jauh dari hati mereka. (Yeremia 12:1-2)

Orang kaya yang fasik

Ada seorang laki-laki di Maon yang memiliki usaha di Karmel. Orang itu sangat kaya, dan dia mempunyai tiga ribu ekor domba dan seribu ekor kambing. Dia sedang menggunting bulu dombanya di Karmel. (1 Samuel 25:2)
Dia memperlihatkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan kehormatan keindahannya yang bersemarak selama berhari-hari, sampai 180 hari. (Ester 1:4)
Lalu, Haman menceritakan kepada mereka tentang kemuliaan kekayaannya, banyaknya anak laki-lakinya, segala hal yang diberikan oleh raja kepadanya dan bagaimana raja menaikkan pangkatnya di atas para pemimpin dan para pelayan raja. (Ester 5:11)
Tanah mereka juga penuh dengan perak dan emas, dan kekayaan mereka tidak ada batasnya. Tanah mereka penuh juga dengan kuda, dan kereta-kereta mereka tidak terhitung jumlahnya. (Yesaya 2:7)
Ketika barang daganganmu datang dari laut, kamu memuaskan banyak bangsa; dengan banyaknya kekayaan dan daganganmu kamu memperkaya raja-raja di bumi. (Yehezkiel 27:33)
“Sekarang, aku akan memberitahukan kebenaran kepadamu. Sesungguhnya, tiga raja akan muncul di Persia, dan yang keempat akan menjadi lebih kaya dari mereka semua. Dengan kekuatan yang berasal dari kekayaannya, dia akan menggerakkan semua orang untuk melawan kerajaan Yunani. (Daniel 11:2)
Di sana ada seorang laki-laki bernama Zakheus, ia adalah kepala pengumpul pajak dan seorang yang kaya. (Lukas 19:2)

Diperintahkan untuk tidak mengusahakan kemakmuran orang-orang tertentu

Jangan pernah mengusahakan kedamaian dan kemakmuran mereka seumur hidupmu. (Ulangan 23:6)
Oleh karena itu, jangan berikan anak perempuanmu kepada anak laki-laki mereka dan jangan mengambil anak perempuan mereka untuk anak laki-lakimu. Jangan mengusahakan kedamaian atau kesejahteraan mereka sampai selama-lamanya, supaya kamu kuat dan makan hasil tanah yang baik dari negeri itu, serta meninggalkannya sebagai warisan untuk anak cucumu selama-lamanya.’ (Ezra 9:12)

Cara yang salah untuk menjadi makmur

Sebagian orang makmur karena dosa tanpa mengakui dosanya

Efraim berkata, “Namun, aku kaya. Aku telah memperoleh kekayaan bagi diriku. Dalam segala jerih lelahku mereka takkan menemukan kesalahan, atau dosa dalam diriku.” (Hosea 12:8)
Orang-orang yang membelinya menyembelih dan tidak dihukum, dan orang-orang yang menjualnya berkata, ‘Terpujilah TUHAN, Aku kaya!’ Gembala-gembalanya sendiri tidak berbelas kasih terhadap domba-domba mereka. (Zakharia 11:5)

Sebagian orang berpura-pura saleh agar makmur

Mikha berkata, “Sekarang, aku tahu bahwa TUHAN berbuat baik kepadaku, sebab ada orang Lewi menjadi imamku.” (Hakim-Hakim 17:13)

Lain-lain

...jika kamu mencarinya seperti perak, dan menyelidikinya seperti harta yang tersembunyi, (Amsal 2:4)
Jangan mengutuki raja, bahkan dalam pikiranmu, atau mengutuki orang kaya di dalam kamar tidurmu. Sebab, burung di udara akan membawa suaramu, dan makhluk-makhluk bersayap akan memberitahukan perkataanmu. (Pengkhotbah 10:20)

Kadang orang menipu tentang keadaan keuangannya

Ada orang yang berlagak kaya, tetapi tidak punya apa-apa, yang lain berpura-pura miskin, tetapi punya banyak harta. (Amsal 13:7)

Uang dipakai untuk menggambarkan nilai Kerajaan Allah

“Kerajaan Surga adalah seperti harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu disembunyikannya lagi. Dan, karena sukacitanya, ia pergi, menjual semua yang dipunyainya, dan membeli ladang itu. Sekali lagi, Kerajaan Surga adalah seperti seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Ketika ia menemukan sebuah mutiara yang bernilai tinggi, ia pergi dan menjual semua yang dipunyainya, lalu membeli mutiara itu.” (Matius 13:44-46)

Hidup benar disamakan dengan perak

Lidah orang benar adalah perak pilihan, tetapi hati orang fasik sedikit harganya. (Amsal 10:20)

Penghakiman atas bangsa-bangsa yang kaya dan fasik

Oleh karena itu, kelimpahan yang telah mereka peroleh dan mereka simpan, akan mereka angkut ke Sungai Haarabim. (Yesaya 15:7)
Hai kamu yang tinggal di dekat air yang banyak, berlimpah-limpah harta benda, kesudahanmu sudah tiba, dan ukuran keserakahanmu. (Yeremia 51:13)
...dan katakan kepada Tirus, yang tinggal di pintu masuk lautan, pedagang bangsa-bangsa untuk orang-orang kepulauan, beginilah firman Tuhan ALLAH: ‘Hai Tirus, kamu telah berkata, ‘Aku sempurna dalam keindahan.’ “Tarsis berdagang denganmu karena banyaknya segala jenis kekayaanmu; dengan perak, besi, timah putih, dan timah hitam, mereka menukar barang-barangmu. Orang-orang Yawan, Tubal, dan Mesekh berdagang denganmu; mereka menukar budak manusia dan bejana perunggu dengan barang daganganmu. Orang-orang dari Bet-Togarma menukarkan kuda, kuda perang, dan bagal-bagal sebagai ganti barang daganganmu. Orang-orang Rodos berdagang denganmu, dan kepulauan menjadi pasarmu; mereka membawakanmu tulang gading dan kayu hitam sebagai hadiah. Aram berdagang denganmu karena banyaknya hasil karyamu; mereka menukarkan permata batu zamrud, kain ungu, kain yang disulam, kain linen halus, batu karang, dan batu delima sebagai ganti barang-barang daganganmu.” “Yehuda dan negeri Israel, mereka adalah para pedagangmu. Mereka menukarkan gandum dari Minit, makanan, madu, minyak, dan balsam sebagai ganti barang-barang daganganmu. Damsyik berdagang denganmu karena banyaknya barang daganganmu dan banyaknya segala jenis kekayaanmu, air anggur dari Helbon, dan kain wol putih. Dan, tong-tong kecil berisi air anggur dari Uzal mereka tukarkan sebagai ganti barang-barang daganganmu; besi yang ditempa, kayu teja, dan tebu manis ada di antara barang-barang daganganmu. Dedan berdagang kain pelana kuda denganmu. Arab dan semua pemimpin Kedar berdagang anak domba, biri-biri jantan, dan kambing jantan denganmu; dalam hal itulah mereka berdagang denganmu. Para pedagang dari Syeba dan Raema, mereka berdagang denganmu. Mereka menukarkan semua jenis rempah yang terbaik, semua batu berharga, dan emas dengan barang-barang daganganmu. Haran, Kane, Eden, para pedagang Syeba, Asyur, dan Kilmad berdagang denganmu. Mereka memperdagangkan di pasar-pasarmu pakaian-pakaian indah, kain biru, kain bersulam, dan permadani dari berbagai bahan yang beraneka warna, dengan tali berpilin yang terikat kuat, di antara barang-barang daganganmu. Kapal-kapal Tarsis adalah pengangkut barang-barang daganganmu. Kamu sudah penuh, dan menjadi begitu mulia di tengah-tengah lautan. Para pendayungmu telah membawamu ke lautan luas. Angin timur telah mematahkanmu di tengah-tengah laut. Kekayaanmu, barang-barangmu, daganganmu, para pelautmu, dan para kapten kapalmu, para tukang yang memperbaiki celah kapalmu, para pedagang perdaganganmu, dan semua pasukan perangmu, yang ada di antaramu, dengan semua awak kapalmu yang ada di tengah-tengahmu, akan jatuh di tengah-tengah lautan pada hari kejatuhanmu.” (Yehezkiel 27:3, 12-27)
Israel adalah pohon anggur yang subur, yang menghasilkan buah-buahnya. Ketika buah-buahnya semakin banyak ia menambah mazbah-mazbah. Ketika negerinya bertambah makmur mereka menghiasinya dengan tugu-tugu berhala. Hati mereka menyeleweng. Sekarang, mereka harus menanggung kesalahan mereka. Tuhan akan menghancurkan mazbah-mazbah mereka dan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka. (Hosea 10:1-2)
“Merataplah, hai penduduk perkampungan Lumpang! Sebab, segenap kaum pedagang sudah dilenyapkan dan semua penimbang perak telah lenyap. “Kekayaan mereka akan menjadi rampasan dan rumah-rumahnya akan runtuh. Mereka akan membangun rumah, tetapi tidak menempatinya, membuat kebun anggur, tetapi tidak meminum hasil anggurnya.” “Perak dan emas tidak dapat menyelamatkan mereka, pada hari murka TUHAN. Seluruh bumi akan dilahap dengan api cemburu-Nya, sebab, Dia akan mengadakan suatu kebinasaan yang dahsyat terhadap seluruh penduduk bumi.” (Zefanya 1:11, 13, 18)
Tirus membangun benteng bagi dirinya dan menimbun perak seperti debu dan emas, seperti lumpur di jalan. Lihat, Tuhan akan mengambil harta miliknya dan membuang kekayaannya ke laut, lalu ia akan dilahap oleh api. (Zakharia 9:3-4)

Raja tidak boleh menjadi terlalu kaya

Hanya saja, dia tidak boleh memiliki banyak kuda dan tidak boleh menyuruh bangsa ini kembali ke Mesir demi memperbanyak kudanya, karena TUHAN telah berfirman kepadamu, “Jangan kembali melalui jalan ini lagi.” Dia juga tidak boleh memiliki banyak istri dan hatinya tidak boleh menyimpang. Dan, dia tidak boleh membuat dirinya sendiri kaya dengan perak dan emas. (Ulangan 17:16-17)

Raja-raja melanggar perintah untuk tidak menjadi terlalu kaya

Salomo mempunyai 40.000 kandang kuda untuk kereta-keretanya serta 12.000 pasukan berkuda. (1 Raja-Raja 4:26)
Adapun berat emas yang datang kepada Salomo dalam setahun adalah 666 talenta emas, belum termasuk yang datang dari saudagar-saudagar, pedagang-pedagang, para raja Arab, serta para gubernur negeri itu. Raja Salomo membuat 200 perisai besar dari emas tempaan, 600 syikal emas dipakai untuk satu perisai besar, dan 300 perisai kecil dari emas tempaan dan 3 mina emas dipakai untuk satu perisai kecil. Lalu, raja meletakkannya di dalam istana “Hutan Lebanon”. Raja juga membuat takhta besar dari gading dan melapisinya dengan emas murni. Ada enam anak tangga di takhta itu, dan puncak takhta itu bulat pada bagian belakangnya. Ada sandaran tangan pada setiap sisi tempat duduknya dan dua singa berdiri di samping sandaran tangan itu. Ada dua belas singa berdiri di sana, yaitu di atas keenam anak tangga itu, sebelah-menyebelah. Belum pernah dibuat seperti itu di kerajaan mana pun. Segala perkakas minuman Raja Salomo terbuat dari emas, dan segala perabotan di istana “Hutan Lebanon” terbuat dari emas murni. Tidak ada yang terbuat dari perak, pada zaman Raja Salomo perak dianggap tidak berharga. Sebab, raja mempunyai kapal-kapal Tarsis di laut yang bergabung dengan kapal-kapal Hiram. Setiap tiga tahun sekali, kapal-kapal Tarsis datang membawa emas dan perak-perak, gading, dan kera-kera, serta burung-burung merak. Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. Seluruh bumi mencari kehadiran Salomo untuk mendengar hikmatnya, yang Allah berikan di dalam hatinya. Tahun demi tahun, masing-masing dari mereka datang membawa persembahan, yaitu barang-barang dari perak, barang-barang dari emas, pakaian-pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda-kuda, dan bagal-bagal. Salomo mengumpulkan kereta-kereta dan orang-orang berkuda, dan dia mempunyai 1.400 kereta serta 12.000 orang berkuda, yang dia tempatkan di kota-kota kereta bersama raja di Yerusalem. Raja membuat perak sebanyak batu di Yerusalem dan dia membuat pohon aras sebanyak pohon ara yang ada di dataran rendah. Kuda-kuda Salomo didatangkan dari Mesir dan Kewe, dan pedagang-pedagang raja membelinya dari Kewe dengan harga pasar. (1 Raja-Raja 10:14-28)
Salomo mengumpulkan kereta dan pasukan berkuda. Dia mempunyai 1.400 kereta perang dan 12.000 pasukan berkuda yang dia tempatkan di kota-kota kereta dan di Yerusalem bersama raja. Raja membuat emas dan perak di Yerusalem seperti banyaknya batu-batu dan membuat pohon aras sebanyak pohon ara yang ada di dataran rendah. Kuda-kuda untuk Salomo dibawa dari Mesir dan dari Kewe. Para pedagang raja membelinya di Kewe dengan harga pasar. Mereka pergi dan membawa sebuah kereta dari Mesir seharga 600 syikal perak dan seekor kuda seharga 150 syikal perak. Begitu pula, melalui mereka, kuda dan kereta itu dibawa kepada semua raja orang Het dan kepada raja-raja Aram. (2 Tawarikh 1:14-17)
Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang berkenan kepadamu sehingga Dia mendudukkanmu di atas takhta-Nya sebagai raja mewakili TUHAN, Allahmu. Karena Allahmu mengasihi orang Israel dan hendak mengukuhkan mereka untuk selama-lamanya, Dia menjadikan engkau raja atas mereka untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.” Ratu Syeba memberikan kepada raja 120 talenta emas, rempah-rempah yang sangat banyak, dan batu permata yang berharga. Tidak pernah ada lagi rempah-rempah sebanyak yang Ratu Syeba berikan kepada Raja Salomo. Terlebih lagi, hamba-hamba Huram dan hamba-hamba Salomo yang membawa emas dari Ofir juga membawa kayu cendana dan batu permata yang berharga. Raja membuat kayu cendana itu menjadi tangga-tangga untuk bait TUHAN dan istana raja, serta membuat kecapi dan gambus bagi para penyanyi. Hal-hal seperti itu belum pernah dilihat sebelumnya di tanah Yehuda. Raja Salomo memberikan kepada Ratu Syeba semua yang dia inginkan dan dia minta, melebihi yang dibawa ratu itu untuk raja. Lalu, ratu itu berbalik dan pulang ke negerinya bersama para hambanya. Berat emas yang diberikan kepada Salomo dalam satu tahun adalah 666 talenta emas, belum termasuk yang dibawa oleh saudagar-saudagar dan para pedagang. Semua raja Arab dan gubernur-gubernur di negeri itu juga membawa emas dan perak kepada Salomo. Raja Salomo membuat 200 perisai besar dari emas tempaan. Dan, 600 syikal emas tempaan dia pakai pada setiap perisai besar. Dia juga membuat 300 perisai kecil dari emas tempaan. Tiga ratus syikal emas tempaan dia pakai pada setiap perisai kecil. Raja meletakkan semua itu di dalam gedung “Hutan Lebanon”. Raja juga membuat takhta besar dari gading dan melapisinya dengan emas murni. Takhta itu memiliki enam tingkat dengan tumpuan kaki dari emas yang dilekatkan pada takhta itu. Pada masing-masing sisi tempat duduk itu ada sandaran-sandaran tangan. Di samping sandaran-sandaran tangan itu berdiri dua patung singa. Dua belas patung singa itu berdiri di atas enam tingkat itu pada sisi yang satu dan sisi yang lain. Barang seperti itu belum pernah dibuat di kerajaan mana pun. Semua perlengkapan minuman Raja Salomo terbuat dari emas dan semua barang di gedung “Hutan Lebanon” juga terbuat dari emas murni. Perak dianggap tidak berharga pada zaman Salomo. Sebab, raja memiliki kapal-kapal yang berlayar ke Tarsis bersama orang-orang Huram. Tiga tahun sekali, kapal-kapal dari Tarsis itu datang dengan membawa emas, perak, gading, kera, dan burung merak. Raja Salomo lebih besar dari semua raja di bumi dalam kekayaan dan hikmatnya. Semua raja di bumi berusaha menghadap Salomo untuk mendengarkan hikmat yang telah Allah letakkan dalam hatinya. Masing-masing dari mereka membawa persembahannya, yaitu barang-barang perak, barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda, dan bagal. Demikianlah yang terjadi tahun demi tahun. Salomo juga mempunyai 4.000 kandang bagi kuda-kuda dan kereta-keretanya dan 12.000 pasukan berkuda yang dia tempatkan di kota-kota kereta dan bersama raja di Yerusalem. Dia memerintah atas semua raja, mulai dari Sungai Efrat sampai tanah orang Filistin dan sampai perbatasan Mesir. Raja membuat perak di Yerusalem sama seperti batu, dan membuat pohon aras sama banyaknya seperti pohon ara di dataran rendah. (2 Tawarikh 9:8-27)

Nubuat

Putri Tirus datang dengan persembahan. Orang-orang kaya di antara suku-suku bangsa akan mencari perkenananmu. (Mazmur 45:12)
Hizkia senang dengan mereka, dan dia menunjukkan kepada mereka semua rumah harta bendanya; perak, emas, rempah-rempah, dan minyak yang mahal, semua gudang persenjataan, serta semua yang ada di dalam perbendaharaannya. Tidak ada sesuatu pun di rumahnya atau di semua wilayah kekuasaannya yang tidak Hizkia tunjukkan kepada mereka. Yesaya berkata, “Apa yang telah mereka lihat di dalam rumahmu?” Hizkia menjawab, “Mereka telah melihat semua yang ada dalam rumahku. Tidak ada satu pun dari harta bendaku yang belum aku tunjukkan kepada mereka.” Lalu, Yesaya berkata kepada Hizkia, “Dengarkanlah firman TUHAN semesta alam, ‘Sesungguhnya, akan datang waktunya ketika semua yang ada di dalam rumahmu dan semua yang telah disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan dibawa ke Babel, tidak akan ada yang ditinggalkan,’ firman TUHAN. (Yesaya 39:2, 4-6)
Maka, kamu akan melihat dan menjadi berseri-seri, hatimu akan bergetar dan bersukacita karena kelimpahan laut akan dialihkan kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu. Sejumlah besar unta akan menutupi kamu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Semua yang dari Seba akan datang. Mereka akan membawa emas dan kemenyan, dan akan memberitakan kemasyhuran TUHAN. Sesungguhnya, pulau-pulau akan menantikan Aku, dan kapal-kapal Tarsis yang pertama, untuk membawa anak-anakmu laki-laki dari jauh, perak dan emas mereka ada bersama mereka, bagi nama TUHAN, Allahmu, dan bagi Yang Kudus dari Israel karena Dia telah memuliakan kamu. Pintu-pintu gerbangmu akan selalu terbuka, tidak akan ditutup, baik siang ataupun malam, sehingga orang dapat masuk membawa kekayaan bangsa-bangsa kepadamu, diiringi oleh raja-raja mereka. (Yesaya 60:5-6, 9, 11)
Akan tetapi, kamu akan disebut “imam-imam TUHAN”, mereka akan menamaimu “para pelayan Allah kita”. Kamu akan memakan kekayaan bangsa-bangsa dan dalam kemuliaan mereka kamu akan bermegah. Sebagai ganti rasa malumu, kamu akan menerima dua kali lipat. Sebagai ganti aib, mereka akan bersorak-sorai atas bagian mereka. Demikianlah di negeri mereka, mereka akan menerima bagian dua kali lipat, mereka akan memiliki sukacita kekal. (Yesaya 61:6-7)
Aku akan mengguncang semua bangsa sehingga kekayaan segala bangsa akan datang, dan Aku akan memenuhi Bait ini dengan kemuliaan,’ firman Tuhan semesta alam. (Hagai 2:7)
‘Sekali lagi, serukanlah, katakan, inilah firman TUHAN semesta alam: Kota-kota-Ku akan berlimpah dengan kemakmuran lagi, dan TUHAN akan menghibur Sion lagi dan akan memilih Yerusalem lagi.’” (Zakharia 1:17)
Bukankah ini firman yang telah TUHAN serukan melalui para nabi terdahulu ketika Yerusalem masih ditinggali dan masih makmur, bahkan kota-kota di sekelilingnya, dan Tanah Negeb dan daerah bukit masih ditinggali?” (Zakharia 7:7)
Maka, raja-raja di bumi, dan para pembesar, dan perwira-perwira, dan orang-orang kaya dan berkuasa, dan semua budak, dan orang bebas bersembunyi di gua-gua dan di antara batu-batu di pegunungan. Mereka berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu karang itu, “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikan kami dari hadapan Dia yang duduk di atas takhta, dan dari murka Anak Domba! (Wahyu 6:15-16)
Dan, ia menyebabkan semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, budak atau orang merdeka, diberi satu tanda pada tangan kanan atau dahinya, supaya tidak ada seorang pun dapat membeli atau menjual kecuali ia memiliki tanda itu, yaitu nama binatang buas itu atau bilangan namanya. (Wahyu 13:16-17)
Perempuan itu memakai pakaian berwarna ungu dan merah yang berhiaskan emas, batu-batu permata, dan mutiara. Ia memegang sebuah cawan emas yang penuh dengan kekejian dan kenajisan perzinaannya. (Wahyu 17:4)
Sebab, semua bangsa telah mabuk anggur nafsu zinanya, raja-raja di bumi telah berzina dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi menjadi kaya oleh hawa nafsunya yang besar.” (Wahyu 18:3)
Pedagang-pedagang di bumi akan menangis dan berkabung untuk kota itu karena tidak seorang pun akan membeli dagangan mereka lagi, yaitu emas, perak, permata, mutiara, kain linen halus, kain ungu, kain sutra, kain kirmizi, berbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, barang-barang yang terbuat dari gading, dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi, marmer, kayu manis, rempah-rempah, wewangian, mur, kemenyan, anggur, minyak, tepung halus, gandum, lembu sapi, domba, kuda, kereta, budak, bahkan nyawa manusia. Mereka akan berkata, “Buah yang diingini jiwamu sudah hilang darimu, semua yang mewah dan indah telah lenyap darimu, dan tidak akan ditemukan lagi.” Para pedagang barang-barang ini, yang menjadi kaya karena kota itu, akan berdiri jauh-jauh karena takut terhadap siksaan yang dialami kota itu, sambil menangis dan berkabung. Mereka berkata, “Celaka! Celakalah kota besar itu, yang berpakaian linen halus; yang memakai kain ungu dan kain kirmizi, dan berhiaskan emas, batu-batu permata, dan mutiara! Sebab, dalam satu jam saja, semua kekayaan itu telah dimusnahkan!” Semua nakhoda, penumpang, awak kapal, dan semua orang yang mencari nafkah dari laut akan berdiri jauh-jauh, dan berseru ketika mereka melihat asap pembakaran kota itu, “Kota manakah seperti kota besar ini?” Mereka menaburkan debu ke kepala mereka dan berseru sambil menangis dan berkabung, katanya, “Celaka! Celakalah kota besar itu, yang darinya semua pemilik kapal di laut telah menjadi kaya oleh kelimpahannya! Sebab, dalam satu jam saja, kota itu telah dibuat menjadi sunyi!” (Wahyu 18:11-19)

Harapan akan kekayaan dipakai sebagai pendorong

Dengan demikian, kamu dapat tinggal bersama kami. Tanah ini ada di hadapanmu, tinggallah, berdaganglah, dan kumpulkanlah hartamu dari itu.” Kemudian, Sikhem berkata kepada ayah perempuan itu dan kepada saudara-saudaranya, “Biarlah aku mendapatkan kemurahan di matamu dan apa pun yang kamu katakan kepadaku, aku akan memberikannya. Bebankanlah sebanyak mungkin maskawin dan hadiah kepadaku, maka aku akan memberikannya sesuai dengan yang engkau katakan kepadaku. Hanya, berikanlah gadis itu kepadaku sebagai istri.” (Kejadian 34:10-12)
“Orang-orang ini bersahabat dengan kita. Karena itu, biarlah mereka tinggal di tanah kita dan berdagang di dalamnya. Sebab, lihatlah, tanah ini masih cukup luas bagi mereka. Marilah kita mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai istri, dan biarlah kita memberikan anak-anak perempuan kita kepada mereka. Bukankah nantinya ternak mereka, harta mereka, dan segala hewan mereka akan menjadi milik kita? Jadi, mari kita sepakat dengan mereka, lalu mereka akan tinggal bersama kita.” (Kejadian 34:21, 23)
Orang-orang Israel itu berkata, “Sudahkah kamu melihat orang yang maju itu? Sesungguhnya, dia maju untuk menentang orang Israel. Orang yang mengalahkannya akan dianugerahi kekayaan yang besar oleh raja, dan anak perempuannya akan diberikan kepadanya dan kaum keluarganya akan diberi kebebasan di Israel.” (1 Samuel 17:25)