Lain-lain

Bagian-bagian ini membahas berbagai aspek bisnis, keuangan, dan sifat manusia, serta menyoroti bahaya keserakahan, ketidakjujuran, dan prioritas yang keliru. Semuanya menekankan pentingnya integritas, rasa cukup, dan bersandar kepada Allah dalam setiap aspek kehidupan, termasuk urusan bisnis.

Bisnis

Sebuah kereta yang didatangkan dari Mesir seharga 600 syikal perak dan seekor kuda seharga 150 syikal. Kemudian, dengan perantaraan mereka, semua itu dijual lagi kepada raja-raja Het dan kepada raja-raja Aram. (1 Raja-Raja 10:29)
“Jelek, jelek,” kata pembeli, tetapi sesudah dia pergi, dia membanggakan diri. (Amsal 20:14)
Sekarang, dengarkanlah hai kamu yang berkata, “Hari ini atau besok, kami akan pergi ke kota ini dan itu, tinggal di sana selama setahun, berdagang, dan mendapat keuntungan,” padahal kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yang muncul sebentar, dan kemudian lenyap. Jadi, kamu seharusnya berkata, “Jika Tuhan menghendaki, kami akan hidup dan melakukan ini atau itu.” (Yakobus 4:13-15)

Akibat keuangan dari perzinaan

Kalau tidak, orang-orang asing akan dipuaskan dengan kekuatanmu, dan jerih payahmu akan masuk ke rumah orang lain. (Amsal 5:10)
Dia tidak akan mengindahkan suap apa pun; dia tidak akan menerima berapa banyak pun pemberianmu. (Amsal 6:35)
Orang yang mencintai hikmat menjadikan ayahnya bersukacita, tetapi orang yang bergaul dengan pelacur memboroskan hartanya. (Amsal 29:3)

Hati manusia

Jangan makan roti dari orang yang jahat matanya; jangan mendambakan makanannya yang lezat. Sebab, seperti orang yang selalu membuat perhitungan dalam hatinya, begitulah dia. “Makan dan minumlah,” katanya kepadamu, tetapi hatinya tidak bersamamu. Kamu akan memuntahkan potongan yang telah kaumakan, dan kamu akan menyia-nyiakan perkataanmu yang manis. (Amsal 23:6-8)
Mereka datang kepadamu ketika orang-orang datang, dan mereka duduk di depanmu sebagai umat-Ku, mereka mendengarkan perkataanmu, tetapi mereka tidak melakukannya. Sebab, mulut mereka menyatakan kasih, tetapi hati mereka mengejar keuntungan yang tidak jujur.” (Yehezkiel 33:31)
Namun, jika kamu memiliki iri hati yang penuh kepahitan dan ambisi yang egois dalam hatimu, janganlah bangga dan jangan berdusta melawan kebenaran. Hikmat seperti itu tidak turun dari atas, tetapi dari dunia, tidak rohani, dan jahat. Jika ada iri hati dan ambisi yang egois, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:14-16)
Kamu menginginkan sesuatu, tetapi tidak mendapatkannya, maka kamu membunuh. Kamu iri hati dan tidak bisa mendapatkannya, maka kamu berkelahi dan bertengkar. Kamu tidak mendapat karena kamu tidak meminta. Atau, kamu meminta, tetapi tidak mendapat karena kamu meminta dengan alasan yang salah, yaitu untuk memuaskan hawa nafsumu. (Yakobus 4:2-3)
Dengan serakah, mereka akan mengambil untung darimu dengan kata-kata yang penuh tipuan. Hukuman bagi mereka yang sudah disiapkan sejak dahulu tidak akan ditunda-tunda, dan kehancuran mereka tidak akan terlelap. (2 Petrus 2:3)

Hukum Perjanjian Lama tentang pernikahan

Jika kamu tidak suka lagi kepadanya, biarkanlah dia pergi sesuka hatinya. Kamu tidak boleh menjualnya demi uang. Kamu tidak boleh menganggapnya budak karena kamu telah merendahkannya. (Ulangan 21:14)

Sebagian orang tidak peduli akan uang

Sesungguhnya, Aku akan membangkitkan orang Madai melawan mereka, yaitu orang-orang yang tidak menggubris perak ataupun menyukai emas. (Yesaya 13:17)
Orang-orang Gibeon menjawab, “Bukan perak dan emas urusan kami terhadap Saul dan keluarganya. Tidak seorang pun dari orang Israel akan dibunuh.” Daud bertanya lagi, “Apakah yang kamu kehendaki untuk kulakukan?” (2 Samuel 21:4)

Lain-lain

Boas menjawab, “Kiranya TUHAN memberkatimu, Anakku. Kamu telah menunjukkan kebaikanmu ini lebih besar daripada sebelumnya karena kamu tidak pergi mencari laki-laki muda, baik yang miskin maupun yang kaya. (Rut 3:10)
Orang akan mengutuki dia yang menahan gandum, tetapi berkat ada di atas kepala mereka yang menjualnya. (Amsal 11:26)
Lebih baik dia yang tidak terpandang, tetapi memiliki pelayan, daripada dia yang menghormati dirinya, tetapi kekurangan makanan. (Amsal 12:9)
Belilah kebenaran, dan jangan menjualnya, juga kebijaksanaan, didikan, dan pengertian. (Amsal 23:23)
Kuburnya ditempatkan di antara orang fasik dan kematiannya di antara orang kaya meskipun dia tidak melakukan kekerasan dan tipu daya tidak ada dalam mulut-Nya. (Yesaya 53:9)
Dan, Yesus berkata kepada mereka, “Karena itu, setiap ahli Taurat yang telah menjadi murid Kerajaan Surga, ia seperti tuan rumah yang mengeluarkan harta yang baru dan yang lama dari kekayaannya.” (Matius 13:52)
Ada seorang perempuan yang menderita pendarahan selama dua belas tahun. Dia sudah banyak menderita di bawah banyak tabib, dan sudah menghabiskan semua hartanya, tetapi dia tidak menjadi lebih baik malah bertambah buruk. (Markus 5:25-26)
Kepala pasukan itu menjawab, “Aku mendapatkan kewarganegaraan ini dengan sejumlah besar uang.” Dan, Paulus berkata, “Namun, aku menjadi warga negara oleh kelahiran.” (Kisah Para Rasul 22:28)

Jangan mendenda orang benar

Menghukum orang benar tidaklah baik, begitu juga memukul orang yang berbudi mulia atas kejujuran mereka. (Amsal 17:26)

Penghakiman Tuhan

Pada hari itu, setiap tempat yang dahulu ditumbuhi seribu pohon anggur yang bernilai seribu syikal perak akan ditumbuhi onak dan tanaman berduri. (Yesaya 7:23)
Pendapatan Tirus dan upah sundalnya akan disisihkan bagi TUHAN. Itu tidak akan disimpan atau ditimbun. Pendapatan Tirus akan menjadi persediaan makanan yang cukup dan pakaian yang indah bagi mereka yang tinggal di hadirat TUHAN. (Yesaya 23:18)

Mesias akan berhasil

Sesungguhnya, hamba-Ku akan bertindak dengan bijaksana. Dia akan ditinggikan, disanjung dan sangat dimuliakan. (Yesaya 52:13)
Akan tetapi, TUHAN berkehendak menghancurkan dia, membuat dia sakit. Ketika dia menyerahkan dirinya sebagai kurban penebus salah, dia akan melihat keturunannya dan memperpanjang hari-harinya; dan kehendak TUHAN akan terlaksana di tangan-Nya. (Yesaya 53:10)

Hubungan dengan Tuhan tidak dapat dibeli

“Hai, semua orang yang haus, datanglah ke perairan; dan kamu yang tidak memiliki uang, Datanglah, belilah, dan makanlah. Kemarilah, belilah anggur dan susu tanpa uang dan bayaran. Mengapa kamu menggunakan uangmu untuk sesuatu yang bukan roti, dan jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkan Aku baik-baik, dan makanlah apa yang baik. senangkanlah jiwamu dalam hidangan berlemak. (Yesaya 55:1-2)

Ketidaksetiaan disamakan dengan persundalan

Orang-orang memberikan hadiah-hadiah kepada semua perempuan jalang, tetapi kamu memberikan hadiah-hadiahmu kepada semua kekasihmu supaya mereka datang kepadamu dari segala arah untuk bersundal. Demikianlah kamu berbeda dari perempuan-perempuan lain dalam persundalanmu. Tidak ada yang mengejarmu untuk bersundal, tetapi kamu memberikan bayaran sementara tidak ada bayaran yang diberikan kepadamu; demikianlah kamu menjadi kebalikannya.” (Yehezkiel 16:33-34)

Hukum tentang para imam dan tanah

Mereka tidak akan menjual atau menukar apa pun darinya, atau memisahkan bagian terpilih tanah ini; karena bagian ini adalah kudus bagi TUHAN.” (Yehezkiel 48:14)

Tuhan kurang dihargai oleh orang fasik

Lalu, aku berkata kepada mereka, “Jika menurutmu baik, berilah aku upah. Jika tidak, biarkan saja!” Lalu, mereka menimbang 30 keping perak sebagai upahku. Namun, TUHAN berfirman kepadaku, “Lemparkan itu kepada penuang logam!” — yaitu harga tertinggi yang mereka nilai bagiku. Lalu, aku mengambil 30 keping perak itu dan menyerahkannya kepada penuang logam di Bait TUHAN. (Zakharia 11:12-13)

Kepada yang mempunyai akan ditambahkan; dari yang tidak mempunyai akan diambil semuanya

Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Perhatikanlah apa yang kamu dengar. Dengan ukuran yang kamu pakai, ukuran itu akan diukurkan kepadamu, dan masih ada lagi yang akan ditambahkan kepadamu. Karena untuk yang mempunyai, dia akan diberi lagi, tetapi untuk yang tidak mempunyai apa-apa, bahkan yang dia miliki akan diambil darinya.” (Markus 4:24-25)

Uang dipakai untuk menggambarkan sukacita malaikat atas keselamatan

Atau perempuan mana yang mempunyai sepuluh keping uang perak, jika ia kehilangan satu keping di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumahnya, lalu mencari keping uang itu dengan hati-hati sampai ia menemukannya? Dan, apabila ia menemukannya, ia memanggil teman-teman dan tetangga-tetangganya dan berkata kepada mereka, ‘Bergembiralah bersamaku karena aku sudah menemukan sekeping yang hilang itu.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga ada sukacita di antara para malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Lukas 15:8-10)

Pandangan tentang kepemilikan dalam jemaat mula-mula

Semua yang percaya berkumpul bersama dan memiliki segala sesuatunya bersama-sama. Lalu, mereka menjual harta benda dan miliknya, kemudian membagi-bagikannya kepada semua orang, sesuai kebutuhannya masing-masing. (Kisah Para Rasul 2:44-45)
Dan, kumpulan mereka yang percaya bersatu hati dan jiwa. Tidak ada seorang pun yang berkata bahwa barang kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah milik mereka bersama. Lalu, dengan kuasa yang besar para rasul memberikan kesaksian mereka tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan anugerah yang besar ada atas mereka semua. Tidak ada seorang pun yang kekurangan di antara mereka karena semua orang yang memiliki ladang atau rumah, menjualnya, dan membawa hasil penjualannya, lalu meletakkannya di kaki para rasul, dan dibagi-bagikan kepada masing-masing orang sesuai dengan kebutuhannya. Begitu juga Yusuf, orang Lewi, keturunan Siprus, yang juga dipanggil oleh para rasul, Barnabas, yang berarti ‘anak penghiburan’, menjual ladang yang dimilikinya dan membawa uangnya, lalu meletakkannya di kaki para rasul. (Kisah Para Rasul 4:32-37)

Orang yang mengenal Tuhan meninggalkan hal-hal jahat yang mahal

Banyak dari antara mereka yang sudah menjadi percaya tetap datang, sambil mengakui dan memberitakan perbuatan-perbuatan mereka. Lalu, banyak dari mereka yang pernah melakukan sihir, mengumpulkan buku-buku mereka dan membakarnya di depan semua orang. Dan, mereka menghitung nilai buku-buku itu dan menemukan nilainya mencapai 50.000 keping perak. (Kisah Para Rasul 19:18-19)

Pembelaan

Abimelekh berkata kepada Sara, “Dengarlah, aku memberikan 1000 syikal perak kepada kakakmu sebagai bukti kesucianmu di hadapan semua orang yang bersama-sama denganmu. Di hadapan semua orang, namamu dibersihkan.” (Kejadian 20:16)

Rampasan, jarahan

Anak-anak Yakub mendatangi mereka yang terbunuh itu dan menjarah kota itu karena mereka telah menodai adik perempuannya. Mereka mengambil kawanan domba, ternak, dan keledainya, apa saja yang masih ada di kota itu, dan yang ada di ladang, seluruh kekayaannya, semua anaknya, dan istri-istrinya, bahkan menjarah segala sesuatu yang ada di dalam rumah. (Kejadian 34:27-29)
Lalu, orang Israel pulang dari pemburuan hebat atas orang Filistin, lalu menjarah perkemahan mereka. (1 Samuel 17:53)
Benhadad, raja Aram, mengumpulkan seluruh tentaranya. Ada 32 raja yang menyertainya dengan kuda-kuda dan kereta-kereta. Dia naik dan mengepung Samaria, dan berperang melawannya. Lalu, dia mengirim utusan-utusan ke dalam kota menemui Ahab, raja Israel, dan berkata kepadanya, “Inilah yang Benhadad katakan, ‘Perakmu dan emasmu untukku, serta istri-istrimu dan keturunanmu yang rupawan, mereka untukku.’” Raja Israel menjawab, katanya, “Sesuai dengan perkataanmu, Tuanku Raja, aku dan semua yang ada padaku untukmu.” Utusan-utusan itu kembali lagi, katanya, “Beginilah Benhadad berkata, katanya, ‘Sesungguhnya aku telah mengutus orang kepadamu untuk mengatakan, ‘Engkau harus memberikan kepadaku perakmu dan emasmu, serta istri-istrimu dan keturunanmu.’ Namun, kira-kira besok seperti pada waktu ini, aku akan mengutus pelayan-pelayanku kepadamu dan mereka akan menggeledah istanamu dan rumah-rumah pelayan-pelayanmu. Apa saja yang mereka sukai akan mereka ambil dan mereka bawa.’’” Tua-tua dan seluruh rakyat berkata kepadanya, “Janganlah dengarkan dan janganlah memenuhinya.” (1 Raja-Raja 20:1-6, 8)
Yehuda dikalahkan oleh Israel sehingga setiap orang melarikan diri ke tendanya. Dia mengambil semua emas, perak, dan semua peralatan yang berada di Bait TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja. Dia juga membawa tawanan, lalu pulang ke Samaria. (2 Raja-Raja 14:12, 14)
Yosafat dan orang-orangnya datang untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak harta benda pada mayat-mayat itu serta barang-barang berharga. Mereka mengambil semuanya untuk diri mereka sendiri sampai mereka tidak dapat membawanya lagi. Mereka menjarah barang-barang itu selama tiga hari karena jumlahnya amat banyak. (2 Tawarikh 20:25)
Sejak zaman nenek moyang kami sampai hari ini, kesalahan kami sangatlah besar. Karena kesalahan-kesalahan kami itu, kami, para raja, dan imam-imam kami diserahkan ke dalam tangan raja-raja di negeri itu, kepada pedang, penangkapan, perampasan, dan penghinaan seperti saat ini. (Ezra 9:7)
Dalam surat itu, raja mengizinkan orang-orang Yahudi yang ada di setiap kota untuk berkumpul dan mempertahankan nyawa mereka, menghancurkan, membunuh, dan membinasakan semua tentara, bahkan anak-anak maupun perempuan, dari bangsa dan provinsi yang menyerang mereka, serta untuk merampas harta milik mereka. (Ester 8:11)
Demikianlah orang-orang Yahudi mengalahkan semua musuh mereka, memukul dengan pedang, membunuh, dan membinasakan; mereka melakukan apa yang mereka senangi terhadap pembenci-pembenci mereka. kesepuluh anak laki-laki Haman, anak Hamedata, musuh orang-orang Yahudi. Namun, mereka tidak merampas harta mereka. (Ester 9:5, 10)
“Celakalah Asyur, rotan murka-Ku! Tongkat di tangannya adalah amarah-Ku! Aku akan mengirim Asyur melawan bangsa yang munafik, memerintahkannya melawan umat yang Kumurkai, untuk menjarah dan merampas, dan untuk menginjak-injak mereka seperti lumpur di jalan. (Yesaya 10:5-6)
Jadi, apabila TUHAN telah menyelesaikan segala pekerjaan-Nya di Gunung Sion dan di Yerusalem, Dia berfirman, “Aku akan menghukum buah kesombongan hati Raja Asyur dan kecongkakannya yang besar.” Sebab, dia berkata, “Dengan kekuatan tanganku, aku telah melakukannya, dan dengan hikmatku karena aku memiliki pengertian. Aku menghapus batas bangsa-bangsa. Aku menjarah harta kekayaan mereka dan dengan perkasa, aku menurunkan para penduduknya. Tanganku telah meraih kekayaan bangsa-bangsa seperti meraih sebuah sarang. Seperti orang mengumpulkan telur-telur yang ditinggalkan, demikianlah aku mengumpulkan seluruh bumi. Tidak ada yang mengepak-ngepakkan sayap, membuka paruhnya ataupun mencicit. (Yesaya 10:12-14)
Mereka akan menjadikan kekayaanmu sebagai rampasan dan barang-barang daganganmu sebagai mangsa. Mereka akan merobohkan tembok-tembokmu, menghancurkan rumah-rumahmu yang indah, dan akan meletakkan batu-batu, kayu-kayu, dan debu-debumu ke dalam air. (Yehezkiel 26:12)
Sebuah pedang akan datang ke atas Mesir, dan penderitaan akan terjadi di Kush ketika orang-orang yang terbunuh rebah di Mesir, dan kekayaannya diangkut dan fondasi-fondasinya diruntuhkan.’” (Yehezkiel 30:4)
Meskipun ia tumbuh subur di antara saudara-saudaranya, angin timur, angin dari TUHAN, akan datang bertiup dari padang belantara sumber airnya akan mengering, dan mata airnya akan menjadi kering. Akan dirampas semua perbendaharaan dari setiap benda yang berharga. (Hosea 13:15)
Oleh sebab itu, inilah firman Tuhan ALLAH, “Musuhmu akan berada di sekeliling negeri, Ia akan mengambil kekuatan darimu, dan istana-istanamu akan dirampas!” (Amos 3:11)
Kamu seharusnya tidak masuk ke pintu gerbang umat-Ku pada hari malapetakanya. Betul, kamu seharusnya tidak memandang remeh pada penderitaannya pada hari malapetakanya. Juga, jangan mengambil barang-barangnya, pada hari malapetakanya. (Obaja 1:13)
Betapa kaum Esau digeledah, betapa harta bendanya yang tersembunyi akan dicari-cari! Pada hari kamu berdiri di seberang, pada hari itu orang-orang tidak dikenal mengangkut kekayaannya, dan orang-orang asing melewati pintu gerbangnya, dan membuang undi atas Yerusalem, kamu adalah salah seorang dari mereka. (Obaja 1:6, 11)
“Bangkitlah dan gasaklah mereka, hai putri-putri Sion! Sebab, Aku akan menjadikan tandukmu besi, dan Aku akan membuat kukumu perunggu. Kamu akan menghancurkan banyak bangsa, kamu akan mengkhususkan rampasan mereka bagi TUHAN, dan kekayaan mereka bagi Tuhan seluruh bumi!” (Mikha 4:13)
Rampaslah perak, rampaslah emas! Sebab, tidak ada habisnya persediaan harta benda, kelimpahan semua barang yang indah-indah! Ia menjadi kosong, sunyi, dan runtuh. Hati menjadi hancur dan lutut saling membentur! Seluruh pinggang kesakitan, dan wajah semua orang bersama-sama menjadi pucat pasi. (Nahum 2:9-10)
Celakalah kota penumpah darah! Seluruhnya kebohongan belaka, penuh dengan rampasan, yang mangsanya tidak pernah lolos! (Nahum 3:1)
“Bukankah semuanya itu akan melontarkan peribahasa mengenai dia, dengan nyanyian olok-olokan serta sindiran ini, ‘Celakalah orang yang memperbanyak dari apa yang bukan miliknya, berapa lama lagi?’ Dan, yang memberati dirinya dengan barang gadaian!” “Bukankah akan bangkit dengan segera, mereka yang menggigitmu, dan akan terjaga mereka yang mengejutkanmu, sehingga kamu menjadi barang rampasan bagi mereka. Sebab, kamu telah menjarah banyak bangsa, maka suku-suku bangsa yang tersisa akan menjarahmu, karena darah manusia yang tertumpah itu dan karena kekerasan terhadap negeri, kota, dan semua penduduknya itu.” (Habakuk 2:6-8)
“Merataplah, hai penduduk perkampungan Lumpang! Sebab, segenap kaum pedagang sudah dilenyapkan dan semua penimbang perak telah lenyap. “Kekayaan mereka akan menjadi rampasan dan rumah-rumahnya akan runtuh. Mereka akan membangun rumah, tetapi tidak menempatinya, membuat kebun anggur, tetapi tidak meminum hasil anggurnya.” “Perak dan emas tidak dapat menyelamatkan mereka, pada hari murka TUHAN. Seluruh bumi akan dilahap dengan api cemburu-Nya, sebab, Dia akan mengadakan suatu kebinasaan yang dahsyat terhadap seluruh penduduk bumi.” (Zefanya 1:11, 13, 18)
“Sebab itu, demi Aku yang hidup,” firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, “Moab akan menjadi seperti Sodom dan keturunan Amon seperti Gomora, padang yang penuh dengan jelatang dan tempat penggalian garam, suatu tempat yang sunyi sampai selama-lamanya. Sisa-sisa umat-Ku akan merampas mereka, umat-Ku yang tertinggal akan mengambil mereka sebagai miliknya.” (Zefanya 2:9)

Gaya hidup

Hal ini bukan untuk meringankan orang lain dan membebani kamu, tetapi supaya ada keseimbangan. Biarlah kelebihanmu sekarang mencukupkan kekurangan mereka agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu. Dengan demikian ada keseimbangan. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, “Orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan.” (2 Korintus 8:13-15)
Demikian juga, aku ingin perempuan berpakaian pantas, penuh kesopanan dan pengendalian diri. Perhiasannya bukanlah rambut yang dikepang-kepang, emas, mutiara, atau pakaian mahal, (1 Timotius 2:9)

Ganti rugi

Jika ada orang yang bertengkar, dan yang satu memukul yang lainnya dengan batu atau dengan tinjunya, tetapi dia tidak mati dan harus terbaring di tempat tidur, jika dia dapat bangun kembali dan berjalan dengan tongkatnya, orang yang memukulnya itu bebas dari hukuman, orang itu harus membayar waktu berhenti kerjanya, dan orang itu harus menanggungnya sampai benar-benar sembuh. (Keluaran 21:18-19)
Jika ada orang yang berkelahi dan melukai perempuan yang sedang mengandung sehingga janinnya gugur dari perempuan itu, tetapi tidak ada luka lainnya, orang itu harus didenda sebanyak yang dibebankan oleh suami perempuan itu atasnya, dan dia harus membayarnya sesuai dengan keputusan hakim. (Keluaran 21:22)
Jika seekor sapi jantan menanduk seorang laki-laki atau perempuan sehingga orang itu mati, sapi itu harus dirajam dan dagingnya tidak boleh dimakan, sedangkan pemilik sapi itu bebas dari hukuman. Namun, jika sebelumnya sapi itu sudah sering menanduk dan pemiliknya juga sudah ditegur akan hal itu, tetapi dia tidak mengawasinya, lalu sapi itu membunuh seorang laki-laki atau perempuan, sapi itu harus dirajam dan pemiliknya pun harus dihukum mati. Namun, jika kepadanya dibebankan uang tebusan, dia harus memberikannya sebagai tebusan untuk nyawanya berdasarkan segala sesuatu yang ditanggungkan kepadanya. (Keluaran 21:28-30)
Namun, jika sapi itu menanduk seorang budak laki-laki atau budak perempuan, pemilik sapi harus memberikan 30 syikal perak kepada tuannya, dan sapi itu harus dirajam. Jika ada orang yang membuka sumur atau jika ada orang yang menggali sumur dan tidak menutupnya, lalu seekor sapi jantan atau seekor keledai jantan jatuh ke dalamnya, pemilik sumur itu harus mengganti rugi dan memberikan sejumlah uang kepada pemilik ternak itu, tetapi ternak yang mati itu akan menjadi milik pemilik sumur. Jika sapi seseorang melukai sapi lainnya dan mati, mereka harus menjual ternak yang masih hidup itu dan membagi uangnya. Sapi yang mati itu pun harus dibagi dua. Atau, jika sudah diketahui bahwa sapi itu sudah sering menanduk sebelumnya, dan pemiliknya tidak menjaganya, dia harus membayar sapi jantan ganti sapi jantan, dan yang mati akan menjadi miliknya.” (Keluaran 21:32-36)

Pemimpin

Samuel pun menyampaikan semua perkataan TUHAN kepada bangsa yang meminta seorang raja kepadanya. Katanya, “Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah atas kamu: anak-anakmu laki-laki akan diambil dan ditempatkannya di kereta dan pasukan berkudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya. Dia akan mengambil yang terbaik dari ladang-ladangmu, kebun anggurmu, dan pohon zaitunmu, lalu memberikannya kepada pegawai-pegawainya. Dia akan mengambil sepersepuluh dari hasil benihmu dan kebun anggurmu, lalu memberikannya kepada pegawai-pegawainya dan hamba-hambanya. Dia akan mengambil hambamu laki-laki dan perempuan, pemuda-pemudamu yang terbaik, dan keledai-keledaimu, dan memakai semuanya itu untuk pekerjaannya. Dia akan mengambil sepersepuluh kawanan dombamu, dan kamu sendiri akan menjadi hambanya-hambanya. (1 Samuel 8:10-11, 14-17)
Dan, pemimpin akan menerima tanah di sisi yang lain dari daerah yang kudus dan sisi lain dari harta milik kota, di sepanjang daerah kudus dan harta milik kota, di sebelah barat dan di sebelah timur, sesuai dengan panjang dari bagian-bagian setiap suku, dan memanjang dari batas sebelah barat sampai batas sebelah timur. Bagian ini akan menjadi tanah miliknya di Israel, sehingga para pemimpin-Ku tidak akan lagi menindas umat-Ku, tetapi mereka akan memberikan sisa-sisa tanah kepada keturunan Israel sesuai dengan suku-suku mereka.” (Yehezkiel 45:7-8)

Nubuat

Dan, Yeremia berkata, “Firman TUHAN datang kepadaku, katanya, “Ketahuilah, Hanameel, anak Salum, pamanmu, akan datang kepadamu dan berkata, ‘Belilah ladangku yang ada di Anatot karena kamulah yang memiliki hak penebusan untuk membelinya.’” Jadi, aku membeli ladang Hanameel, anak pamanku, yang ada di Anatot, dan menimbang uang untuknya, sebanyak tujuh belas syikal perak. “Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, ‘Ambillah akta-akta pembelian ini, baik yang dimeterai maupun yang terbuka, dan masukkan keduanya ke dalam bejana tanah liat supaya keduanya dapat bertahan lama.’ Sebab, beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, ‘Rumah-rumah, ladang-ladang, dan kebun-kebun anggur akan dibeli kembali di tanah ini.’” (Yeremia 32:6-7, 9, 14-15)
Engkau telah berkata kepadaku, ya Tuhan ALLAH, ‘Belilah bagimu sebuah ladang dengan uang dan panggillah para saksi,’ padahal kota itu diserahkan ke tangan orang-orang Kasdim.’” (Yeremia 32:25)
Kekerasan telah tumbuh menjadi sebuah tongkat kejahatan. Tidak ada dari mereka yang akan tersisa, baik dari kelimpahan mereka ataupun dari kekayaan mereka, atau kemuliaan di antara mereka.” “Waktunya telah tiba, harinya sudah datang. Pembeli janganlah bersukacita ataupun penjual janganlah menangis karena murka menimpa atas semua kegemparan mereka. Sebab, penjual tidak akan kembali kepada apa yang dia jual selama mereka hidup. Sebab, penglihatan mengenai semua kegemparan yang menimpa mereka tidak akan ditarik kembali, dan karena kejahatannya, takkan ada seorang pun yang dapat mempertahankan hidupnya.” Mereka akan melemparkan perak mereka ke jalan-jalan dan emas mereka akan menjadi seperti barang najis. Perak dan emas mereka tidak akan dapat menyelamatkan mereka pada hari murka TUHAN. Mereka tidak dapat memuaskan rasa lapar mereka atau mengisi perut mereka karena hal itu adalah batu sandungan dari kejahatan mereka.” (Yehezkiel 7:11-13, 19)
Beginilah firman Tuhan ALLAH, “Pada waktu itu, berbagai hal akan memasuki pikiranmu dan kamu akan membuat suatu rencana jahat, dan kamu akan berkata, ‘Aku akan menyerang negeri dari desa-desa yang tidak bertembok. Aku mendatangi mereka yang hidup tenteram, yang tinggal dengan aman, mereka semua yang tinggal tanpa tembok dan tidak memiliki palang-palang maupun pintu-pintu gerbang, untuk mengambil jarahan dan mengambil rampasan, untuk membalikkan tanganmu terhadap reruntuhan-reruntuhan yang sekarang dihuni, dan terhadap orang-orang yang dikumpulkan dari bangsa-bangsa, yang telah memperoleh ternak dan barang-barang yang tinggal di pusat bumi.’” “Syeba, Dedan, dan para pedagang Tarsis, beserta seluruh penduduknya akan berkata kepadamu, ‘Apakah kamu datang untuk mengambil rampasan? Apakah kamu mengumpulkan pasukanmu untuk mengambil jarahan, untuk membawa perak dan emas, untuk merebut ternak dan harta benda, untuk memperoleh rampasan yang sangat banyak?’” (Yehezkiel 38:10-13)
“Dengan diam-diam, dia akan mendatangi daerah-daerah yang paling subur dari negeri itu. Dia akan melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh para leluhurnya atau nenek moyangnya. Dia akan merampas dan menjarah, serta menghamburkan harta benda di antara orang-orangnya. Dia akan membuat siasat melawan benteng-benteng, tetapi hanya untuk sementara waktu.” (Daniel 11:24)
Sebagai gantinya, dia akan memuja ilah benteng-benteng; ilah yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya akan dimuliakannya dengan emas, perak, permata, dan barang-barang berharga.” (Daniel 11:38)
Dia akan menguasai harta benda, emas, perak, dan semua barang berharga dari Mesir. Orang Libia dan orang Etiopia pun akan mengikutinya. (Daniel 11:43)
Lihatlah, hari TUHAN telah datang, jarahanmu akan dibagi-bagikan di tengah-tengahmu. Aku akan mengumpulkan semua bangsa untuk memerangi Yerusalem, kota itu akan direbut, rumah-rumah akan dijarah, dan perempuan-perempuan akan ditiduri. Separuh dari penduduk kota itu harus pergi ke pembuangan, tetapi selebihnya dari umat itu tidak akan dilenyapkan dari kota itu. (Zakharia 14:1-2)
Yehuda juga akan berperang di Yerusalem. Kekayaan segala bangsa di sekeliling mereka akan dikumpulkan, yaitu emas, perak, dan pakaian yang sangat banyak jumlahnya. (Zakharia 14:14)
Sama halnya yang terjadi pada zaman Lot, saat itu orang-orang makan, minum, membeli, menjual, menanam, dan membangun. (Lukas 17:28)
Perhatikanlah bahwa pada hari-hari terakhir, masa-masa kesukaran akan datang. Sebab, orang akan menjadi pencinta diri sendiri, pencinta uang, pembual, sombong, penghujat, tidak taat kepada orang tua, tidak tahu berterima kasih, tidak suci, (2 Timotius 3:1-2)
Lalu, aku mendengar seperti ada suara dari tengah-tengah keempat makhluk itu berkata, “Satu cupak gandum untuk 1 dinar, dan 3 cupak jelai untuk 1 dinar, tetapi jangan merusakkan minyak dan anggurnya!” (Wahyu 6:6)
Maka, raja-raja di bumi, dan para pembesar, dan perwira-perwira, dan orang-orang kaya dan berkuasa, dan semua budak, dan orang bebas bersembunyi di gua-gua dan di antara batu-batu di pegunungan. Mereka berkata kepada gunung-gunung dan batu-batu karang itu, “Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikan kami dari hadapan Dia yang duduk di atas takhta, dan dari murka Anak Domba! (Wahyu 6:15-16)
Namun, manusia yang selamat, yang tidak terbunuh oleh bencana itu, tetap tidak bertobat dari perbuatan-perbuatan tangan mereka, bahwa mereka tidak boleh menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas, perak, tembaga, batu, atau kayu; yang tidak dapat melihat, mendengar, ataupun berjalan, dan mereka tidak bertobat dari pembunuhan, sihir, percabulan, dan pencurian. (Wahyu 9:20-21)
Dan, ia menyebabkan semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, budak atau orang merdeka, diberi satu tanda pada tangan kanan atau dahinya, supaya tidak ada seorang pun dapat membeli atau menjual kecuali ia memiliki tanda itu, yaitu nama binatang buas itu atau bilangan namanya. (Wahyu 13:16-17)
Perempuan itu memakai pakaian berwarna ungu dan merah yang berhiaskan emas, batu-batu permata, dan mutiara. Ia memegang sebuah cawan emas yang penuh dengan kekejian dan kenajisan perzinaannya. (Wahyu 17:4)
Sebab, semua bangsa telah mabuk anggur nafsu zinanya, raja-raja di bumi telah berzina dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi menjadi kaya oleh hawa nafsunya yang besar.” (Wahyu 18:3)
Pedagang-pedagang di bumi akan menangis dan berkabung untuk kota itu karena tidak seorang pun akan membeli dagangan mereka lagi, yaitu emas, perak, permata, mutiara, kain linen halus, kain ungu, kain sutra, kain kirmizi, berbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, barang-barang yang terbuat dari gading, dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi, marmer, kayu manis, rempah-rempah, wewangian, mur, kemenyan, anggur, minyak, tepung halus, gandum, lembu sapi, domba, kuda, kereta, budak, bahkan nyawa manusia. Mereka akan berkata, “Buah yang diingini jiwamu sudah hilang darimu, semua yang mewah dan indah telah lenyap darimu, dan tidak akan ditemukan lagi.” Para pedagang barang-barang ini, yang menjadi kaya karena kota itu, akan berdiri jauh-jauh karena takut terhadap siksaan yang dialami kota itu, sambil menangis dan berkabung. Mereka berkata, “Celaka! Celakalah kota besar itu, yang berpakaian linen halus; yang memakai kain ungu dan kain kirmizi, dan berhiaskan emas, batu-batu permata, dan mutiara! Sebab, dalam satu jam saja, semua kekayaan itu telah dimusnahkan!” Semua nakhoda, penumpang, awak kapal, dan semua orang yang mencari nafkah dari laut akan berdiri jauh-jauh, dan berseru ketika mereka melihat asap pembakaran kota itu, “Kota manakah seperti kota besar ini?” Mereka menaburkan debu ke kepala mereka dan berseru sambil menangis dan berkabung, katanya, “Celaka! Celakalah kota besar itu, yang darinya semua pemilik kapal di laut telah menjadi kaya oleh kelimpahannya! Sebab, dalam satu jam saja, kota itu telah dibuat menjadi sunyi!” (Wahyu 18:11-19)

Orang tidak jujur di gereja / lingkungan keagamaan

Sebab, jika kamu benar-benar memperbaiki jalan-jalanmu dan perbuatan-perbuatanmu, jika kamu benar-benar melakukan keadilan satu sama lain, jika kamu tidak menindas orang asing, anak yatim, dan janda serta tidak menumpahkan darah orang yang tidak bersalah di tempat ini, ataupun berjalan mengikuti ilah-ilah lain yang menghancurkan hidupmu, maka Aku akan membiarkanmu tinggal di tempat ini, di negeri yang dahulu Aku berikan kepada nenek moyangmu, untuk selama-lamanya.” “Lihatlah, kamu percaya pada kata-kata yang menipu, yang tidak berguna. Akankah kamu mencuri, membunuh, dan berzina, bersumpah palsu, memberi persembahan kepada Baal, dan mengikuti ilah-ilah lain yang tidak kamu kenal, Apakah rumah ini, yang disebut dengan nama-Ku, telah menjadi sarang para perampok di matamu? Ketahuilah, Aku sendiri telah melihatnya,” firman TUHAN. (Yeremia 7:5-9, 11)
Para pemimpinnya mengadili karena suap, para imamnya mengajar karena bayaran, para nabinya meramal karena uang, padahal mereka bersandar kepada TUHAN dengan berkata, ‘Bukankah TUHAN ada di tengah-tengah kita? Tidak akan ada malapetaka yang datang menimpa kita.’” (Mikha 3:11)
Lalu, Yesus masuk ke Bait Allah dan mengusir orang-orang yang sedang berjualbeli di Bait Allah, lalu menjungkirbalikkan meja-meja penukaran uang dan bangku-bangku mereka yang menjual burung-burung merpati. Dia berkata kepada mereka, “Telah tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa,’ tetapi kamu menjadikannya sebagai sarang para perampok.’” (Matius 21:12-13)
Kemudian, mereka sampai di Yerusalem. Yesus masuk ke dalam Bait Allah dan mulai mengusir orang-orang yang sedang berjual beli di Bait Allah. Dia membalikkan meja-meja penukar uang dan kursi-kursi orang yang menjual burung-burung merpati, dan Dia tidak mengizinkan orang membawa barang-barang melewati Bait Allah. Kemudian, Yesus mengajar mereka dan berkata, “Bukankah tertulis, ‘Rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi semua bangsa’? Akan tetapi, kamu telah membuatnya menjadi sarang perampok.” (Markus 11:15-17)
Kemudian, Yesus masuk ke Bait Allah dan mulai mengusir keluar orang-orang yang berjualan di sana. Kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: ‘Rumah-Ku akan menjadi rumah doa,’ tetapi kamu telah menjadikannya sebagai sarang perampok!” (Lukas 19:45-46)
Di Bait Allah, Dia melihat orang-orang menjual sapi, domba, dan merpati, serta para penukar uang duduk di sana. Yesus membuat cambuk dari tali dan mengusir mereka semua keluar dari Bait Allah, termasuk semua domba dan sapi mereka. Ia juga membuang uang-uang koin dari para penukar uang dan membalikkan meja-meja mereka. Kepada para pedagang merpati, Yesus berkata, “Bawa keluar semua ini dari sini! Jangan menjadikan rumah Bapa-Ku tempat untuk berjual beli!” (Yohanes 2:14-16)
Sekarang, aku siap mengunjungi kamu untuk yang ketiga kalinya dan aku tidak akan menjadi beban bagimu karena aku tidak mencari apa yang kamu miliki, melainkan kamu. Sebab, anak-anak tidak wajib mengumpulkan harta untuk orang tuanya, tetapi orang tua untuk anak-anaknya. (2 Korintus 12:14)
Karena itu, penilik jemaat haruslah seorang yang tidak bercela, suami dari satu istri, bijaksana, menguasai diri, dihormati, suka memberi tumpangan, dan terampil mengajar, bukan peminum, bukan orang yang kasar melainkan lemah lembut, tidak suka bertengkar, dan bukan orang yang cinta uang. (1 Timotius 3:2-3)
Demikian juga diaken, ia haruslah seorang yang dihormati, tidak bercabang lidah, tidak kecanduan minuman anggur, dan tidak mencari keuntungan yang tidak jujur. (1 Timotius 3:8)
...serta terus-menerus membuat perselisihan di antara orang-orang yang pikirannya telah rusak dan menolak kebenaran, yang mengira bahwa kesalehan adalah cara untuk mendapatkan keuntungan. Akan tetapi, kesalehan yang disertai rasa cukup akan memberikan manfaat yang besar. (1 Timotius 6:5-6)
Sebab, ada banyak orang yang memberontak, suka omong kosong, dan menipu, khususnya mereka yang berasal dari kelompok orang bersunat. Mereka pantas ditutup mulutnya karena mereka menyusahkan seluruh keluarga dengan mengajarkan hal-hal yang seharusnya tidak mereka ajarkan, yang justru mendatangkan hal yang memalukan. (Titus 1:10-11)
Karena itu, sebagai sesama penatua dan saksi mata penderitaan Kristus, dan juga sebagai orang yang akan ikut ambil bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan, aku mendorong para penatua yang ada di antara kamu. Gembalakanlah domba-domba Allah yang ada padamu! Jangan karena paksaan, tetapi dengan rela, seperti yang Allah kehendaki. Jangan melakukannya untuk mendapatkan keuntungan yang hina, tetapi karena kesediaanmu. (1 Petrus 5:1-2)

Sudut pandang

Orang yang mencintai uang tidak akan pernah merasa cukup

Orang yang cinta uang tidak akan dipuaskan dengan uang; dia yang cinta kelimpahan tidak akan dipuaskan dengan penghasilannya. Ini pun kesia-siaan. Ketika kebaikan bertambah, bertambah juga orang yang menghabiskannya. Apa keuntungan pemiliknya selain melihatnya dengan mata mereka? (Pengkhotbah 5:10-11)

Berbagai ayat

Air yang banyak tidak dapat memadamkan cinta, dan sungai-sungai tidak dapat menghanyutkannya. Seandainya ada orang yang memberikan seluruh kekayaan rumahnya demi cinta, dia akan sangat dihina. (Kidung Agung 8:7)
Maka, seperti keadaan umat, demikianlah keadaan imam, seperti keadaan budak laki-laki, demikianlah keadaan tuannya, seperti hamba perempuannya, demikianlah nyonyanya, seperti penjual, demikianlah pembeli, seperti peminjam, demikianlah si pemberi pinjaman, seperti pengutang, demikianlah si pemberi utang. (Yesaya 24:2)
Sebab, beginilah perkataan TUHAN, “Kamu dijual secara cuma-cuma, maka kamu akan ditebus tanpa menggunakan uang.” (Yesaya 52:3)
Betapa emas telah menjadi pudar, betapa emas murni telah berubah! Batu-batu suci berserakan di setiap ujung jalan. Anak-anak laki-laki Sion yang berharga, yang sebanding dengan emas murni, betapa mereka dianggap seperti guci-guci tanah liat buatan tangan tukang periuk. (Ratapan 4:1-2)
Akan tetapi, mereka mengabaikan dan pergi, yang satu ke ladangnya, yang lain ke usahanya, (Matius 22:5)
Seorang dari antara orang banyak itu berkata kepada Yesus, “Guru, suruhlah saudaraku untuk berbagi warisan denganku.” Akan tetapi, Yesus berkata kepadanya, “Saudara, siapa yang mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” Kemudian, Yesus berkata kepada mereka, “Berjaga-jagalah dan waspadalah atas segala bentuk keserakahan karena hidup seseorang tidak bergantung pada banyaknya harta yang ia miliki.” (Lukas 12:13-15)
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai kepala pelayan. Dan, kepada orang kaya itu dilaporkan bahwa kepala pelayannya telah memboroskan hartanya. Karena itu, orang kaya itu memanggil kepala pelayannya dan berkata, ‘Apa yang aku dengar tentangmu ini? Berikanlah pertanggungjawaban atas tugasmu karena kamu tidak bisa lagi menjadi bendaharaku.’ Kepala pelayan itu pun berpikir, ‘Apa yang akan kulakukan karena sekarang tuanku sudah memecat aku dari pekerjaanku? Aku tidak cukup kuat untuk mencangkul dan malu untuk mengemis. Aku tahu apa yang harus kuperbuat supaya ketika aku dipecat sebagai bendahara, orang-orang akan menerimaku di rumah mereka.’ Kemudian, ia pun memanggil setiap orang yang berutang kepada tuannya. Kepada orang pertama ia berkata, ‘Berapa utangmu kepada tuanku?’ Orang itu menjawab, ‘Seratus bat minyak zaitun.’ Lalu, kepala pelayan itu berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu, segeralah duduk dan tulislah 50 bat.’ Kemudian kepala pelayan itu bertanya kepada orang lain, ‘Berapa banyak utangmu?’ Orang itu menjawabnya, ‘Seratus kor gandum.’ Lalu bendahara berkata kepadanya, ‘Ambillah surat utangmu dan tulislah bahwa utangmu 80 pikul.’ Kemudian, orang kaya itu memuji kepala pelayan yang tidak jujur itu karena ia bertindak dengan cerdik. Sebab, anak-anak dunia ini lebih cerdik dalam berurusan dengan sesamanya daripada anak-anak terang. Aku berkata kepadamu, buatlah persahabatan dengan mamon yang tidak benar supaya ketika mamon itu habis, kamu akan disambut di rumah abadi. Siapa pun yang setia dalam hal-hal yang kecil, ia juga setia dalam hal-hal yang besar. Dan, siapa pun yang tidak jujur dalam hal-hal yang kecil, ia juga tidak jujur dalam hal-hal yang besar. Jadi, jika kamu tidak dapat dipercaya untuk mengelola harta duniawi, siapa yang akan memercayakan harta yang sesungguhnya kepadamu? Dan, jika kamu tidak dapat dipercaya dalam menggunakan milik orang lain, siapa yang akan memberikan apa yang seharusnya menjadi milikmu? Tidak ada pelayan yang dapat melayani dua majikan karena ia akan membenci majikan yang satu dan menyukai majikan yang lain. Atau, ia akan patuh kepada majikan yang satu dan mengabaikan yang lainnya. Kamu tidak dapat melayani Allah dan mamon.” Orang-orang Farisi, yang adalah pencinta uang, mendengar hal ini dan mengejek Yesus. (Lukas 16:1-14)
Ketika Simon melihat bahwa Roh Kudus diberikan melalui penumpangan tangan rasul-rasul, Simon menawarkan uang kepada rasul-rasul itu, dengan berkata, “Berikan juga kepadaku kuasa ini supaya setiap orang yang kepadanya aku menumpangkan tanganku akan menerima Roh Kudus.” Akan tetapi, Petrus berkata kepada Simon, “Semoga uangmu itu binasa bersamamu karena kamu berpikir kamu dapat memperoleh karunia Allah dengan uang! Kamu tidak mempunyai bagian atau hak dalam hal ini karena hatimu tidak lurus di hadapan Allah. Jadi, bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan supaya, jika mungkin, niat hatimu dapat diampunkan kepadamu. Sebab, aku melihat bahwa kamu ada di dalam empedu yang pahit dan dalam jeratan kejahatan.” Namun, Simon menjawab dan berkata, “Berdoalah untuk aku kepada Tuhan supaya apa yang telah engkau katakan tidak menimpa aku.” (Kisah Para Rasul 8:18-24)
...seperti aku juga dalam segala hal menyenangkan semua orang, tanpa mencari keuntunganku sendiri, tetapi keuntungan untuk orang banyak supaya mereka dapat diselamatkan. (1 Korintus 10:33)
...melainkan dalam segala cara kami menunjukkan diri kami sebagai pelayan-pelayan Allah, dengan penuh ketabahan dalam semua penderitaan, kesesakan, kesukaran, seperti yang berdukacita, tetapi selalu bersukacita, kami miskin, tetapi membuat orang lain kaya, tidak punya apa-apa, tetapi memiliki segala sesuatu. (2 Korintus 6:4, 10)
Jika kamu telah dibangkitkan bersama Kristus, carilah hal-hal yang di atas, tempat Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan hal-hal yang di bumi. Sebab, kamu sudah mati dan hidupmu tersembunyi bersama Kristus dalam Allah. Ketika Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri-Nya, kamu juga akan dinyatakan dalam kemuliaan bersama-sama dengan Dia. Karena itu, matikan sifat apa pun yang berasal dari sifat duniawimu, yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, keinginan yang jahat, dan keserakahan, yang adalah penyembahan kepada berhala. (Kolose 3:1-5)
Sebab, segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah itu baik dan tidak ada yang haram kalau diterima dengan ucapan syukur, (1 Timotius 4:4)
Kamu juga berbelaskasihan kepada mereka yang dipenjara, bahkan menerima dengan sukacita ketika harta milikmu dijarah karena kamu tahu bahwa kamu mempunyai harta yang lebih baik dan kekal. (Ibrani 10:34)
Oleh iman, Musa, setelah bertumbuh dewasa, menolak dikatakan sebagai anak putri Firaun. Ia lebih memilih menderita bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa yang hanya sementara, Ia menganggap kehinaan Kristus lebih berharga daripada seluruh kekayaan Mesir sebab Musa mengarahkan pandangannya kepada pahala. (Ibrani 11:24-26)

Kebaikan meskipun ditawari uang untuk kejahatan

Yoab berkata kepada prajurit yang memberitahukan hal itu kepadanya, “Jika kamu melihatnya, mengapa kamu tidak memukulnya di tempat itu? Aku akan memberikan 10 syikal perak dan ikat pinggang kepadamu.” Prajurit itu berkata kepada Yoab, “Sekalipun aku mendapatkan 1.000 syikal perak di tanganku, aku tidak akan mengulurkan tanganku kepada anak raja itu. Sebab, kami mendengar perintah raja kepadamu, kepada Abisai, dan kepada Itai, yang berkata, ‘Lindungilah Absalom, orang muda itu.’ (2 Samuel 18:11-12)

Tentara bayaran

Peperangan antara Asa dan Baesa, raja Israel, terjadi di sepanjang umur mereka. Baesa, raja Israel, menyerang Yehuda dan membangun Rama sehingga tidak mengizinkan siapa pun keluar dan masuk ke wilayah Asa, raja Yehuda. Lalu, Asa mengambil seluruh perak dan emas yang tertinggal pada harta benda bait TUHAN dan pada harta benda istana raja, serta memberikannya ke tangan para pelayannya. Lalu, Raja Asa mengutus orang kepada Benhadad, anak Tabrimon, anak Hezion, raja Aram yang tinggal di Damsyik, katanya, “Ada perjanjian di antara aku dan engkau, antara ayahku dan ayahmu. Lihatlah, aku mengirimkan hadiah yaitu perak dan emas. Pergilah, batalkanlah perjanjianmu dengan Baesa, raja Israel, supaya dia mundur dariku.” Kemudian, Benhadad mendengarkan Raja Asa dan mengutus para panglima tentara yang dimilikinya melawan kota-kota Israel, dan dia mengalahkan Iyon, Dan, dan Abel-Bet-Maakha, serta seluruh Kinerot sampai seluruh tanah Naftali. (1 Raja-Raja 15:16-20)
Sesudah itu, Rezin, raja Aram, dan Pekah, anak Remalya, raja Israel, untuk maju menyerang Yerusalem. Mereka mengepung dan menyerang Ahas, tetapi tidak dapat mengalahkannya. Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam Bait TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, dan mengirimkannya kepada raja Asyur sebagai persembahan. Raja Asyur mendengar permintaan tersebut. Lalu, Raja Asyur maju menyerang Damsyik, merebutnya dan mengangkut penduduknya ke pembuangan, ke Kir, dan Rezin dibunuhnya. (2 Raja-Raja 16:5, 8-9)
Asa mengambil perak dan emas dari perbendaharaan bait TUHAN dan dari istana raja, dan mengirimkannya kepada Benhadad, raja Aram, yang tinggal di Damsyik, dengan pesan, “Ada perjanjian antara aku dan engkau, dan perjanjian antara ayahku dan ayahmu. Lihatlah, aku mengirimkan kepadamu perak dan emas. Batalkanlah perjanjianmu dengan Baesa, raja Israel, supaya dia undur dariku.” Benhadad mendengarkan Raja Asa dan mengirim para panglima tentaranya untuk menyerang kota-kota Israel. Mereka mengalahkan Iyon, Dan, Abel-Maim, dan semua kota perbekalan di Naftali. (2 Tawarikh 16:2-4)

Perkara di pengadilan

Akan tetapi, kejahatan-kejahatanmulah yang memisahkan antara kamu dan Allahmu, dan dosa-dosamulah yang membuat Ia menyembunyikan wajah-Nya darimu sehingga Dia tidak mendengar. Tidak ada yang memanggil keadilan ataupun memohon kebenaran. Mereka percaya pada kesia-siaan dan mengatakan kebohongan. Mereka mengandung kerusakan dan melahirkan kejahatan. (Yesaya 59:2, 4)
Secepat mungkin, berdamailah dengan orang yang menuduhmu selagi kamu dalam perjalanan bersamanya supaya jangan penuduhmu itu menyerahkanmu kepada hakim, dan hakim itu menyerahkanmu kepada pegawainya, dan kamu dijebloskan ke dalam penjara. Aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu, kamu tidak akan pernah keluar dari sana sampai kamu sudah membayar sen yang terakhir.” (Matius 5:25-26)
Dan, jika seseorang hendak menuntutmu dan mengambil bajumu, berikan juga jubahmu kepadanya. (Matius 5:40)
Bagi orang yang menampar pipimu, tawarkan juga pipimu yang lain. Dan, kepada siapa pun yang merampas jubahmu, jangan melarangnya untuk merampas bajumu juga. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu, dan jika seseorang mengambil milikmu, janganlah memintanya kembali. (Lukas 6:29-30)
Ketika kamu pergi bersama musuhmu untuk menghadap penguasa, usahakanlah untuk menyelesaikan masalahmu dengannya dalam perjalanan supaya ia tidak menyeretmu kepada hakim dan hakim akan menyerahkanmu kepada pengawal, dan pengawal itu akan melemparkanmu ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu, kamu tidak akan keluar dari sana sebelum kamu membayar utangmu sampai peser yang terakhir.” (Lukas 12:58-59)
Ketika salah satu dari kamu memiliki perselisihan dengan yang lain, apakah ia berani pergi untuk mencari keadilan di hadapan orang-orang yang tidak benar dan bukan di hadapan orang-orang kudus? Apakah kamu tidak tahu bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Jika dunia dihakimi olehmu, apakah kamu tidak layak untuk mengadili perkara-perkara yang sangat kecil? Apakah kamu tidak tahu bahwa kita akan mengadili para malaikat? Apalagi hanya perkara-perkara biasa sehari-hari! Jadi, jika kamu menghadapi perkara-perkara biasa seperti itu, mengapa kamu membawanya kepada mereka yang tidak diperhitungkan dalam jemaat? Aku mengatakan ini supaya kamu malu. Apakah tidak ada seorang di antaramu yang bijaksana, yang sanggup mengurus perkara-perkara di antara saudara-saudaranya? Malahan, antara saudara dengan saudara pergi mencari keadilan di hadapan orang-orang yang tidak percaya! Sebenarnya, sudah menjadi kegagalan bagimu karena kamu mempunyai perkara-perkara hukum di antara kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka disalahkan? Mengapa kamu tidak lebih suka dirugikan? Sebaliknya, kamu sendiri bersalah dan merugikan. Bahkan, kamu melakukannya terhadap saudara-saudaramu. (1 Korintus 6:1-8)

Orang fasik menentang pekerjaan Allah bila itu merugikan mereka secara keuangan

Sementara, kami sedang pergi ke tempat berdoa, seorang budak perempuan, yang memiliki roh untuk meramal menemui kami. Ia membawa banyak keuntungan kepada para majikannya melalui ramalan-ramalannya. Perempuan itu mengikuti Paulus dan kami sambil berteriak, “Orang-orang ini adalah hamba-hamba Allah Yang Mahatinggi, yang memberitakan jalan keselamatan kepadamu!” Ia terus melakukannya selama berhari-hari. Paulus, karena menjadi sangat marah, berbalik dan berkata kepada roh itu, “Aku perintahkan kamu dalam nama Kristus Yesus untuk keluar dari dia!” Lalu, roh itu keluar, seketika itu juga. Akan tetapi, ketika para majikannya melihat bahwa harapan mereka akan keuntungan sudah lenyap, mereka menangkap Paulus dan Silas, serta menyeret mereka ke tempat umum di hadapan para penguasa. (Kisah Para Rasul 16:16-19)
Sebab, ada orang bernama Demetrius, seorang pengrajin perak, yang membuat kuil-kuil perak Dewi Artemis, memberikan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. Para tukangnya itu ia kumpulkan bersama dengan pekerja-pekerja di bidang serupa dan berkata, “Saudara-saudara, kamu tahu bahwa kemakmuran kita berasal dari perusahaan ini. Lalu, kamu melihat dan mendengar bahwa, bukan hanya di Efesus melainkan hampir di seluruh Asia, Paulus telah meyakinkan dan membuat banyak orang berbalik dengan mengatakan bahwa allah yang dibuat dengan tangan manusia bukanlah Allah. Hal ini berbahaya bukan hanya bahwa usaha kita akan jatuh ke dalam kehinaan, tetapi juga kuil Dewi Artemis yang agung itu tidak akan sedikit pun diperhitungkan, dan ia, yang disembah di seluruh Asia dan dunia, akan kehilangan keagungannya.” (Kisah Para Rasul 19:24-27)