Nasihat dianjurkan
Biarlah yang berhikmat mendengar dan menambah pengajaran, dan yang berpengertian memperoleh bimbingan, (Amsal 1:5)
...karena kamu mengabaikan semua nasihatku, dan tidak menginginkan teguranku. (Amsal 1:25)
...tidak menginginkan nasihatku, dan menghina semua teguranku. (Amsal 1:30)
Jalan orang bodoh benar menurut pandangannya sendiri, tetapi orang berhikmat memperhatikan nasihat. (Amsal 12:15)
Kesombongan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi hikmat ada pada mereka yang menerima nasihat. (Amsal 13:10)
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan supaya kamu memperoleh hikmat pada masa depan. (Amsal 19:20)
Rancangan teguh karena pertimbangan; karena itu, lakukanlah peperangan dengan tuntunan. (Amsal 20:18)
Minyak dan wewangian itu menyenangkan hati, begitu juga manisnya seorang teman datang dari nasihatnya yang tulus. (Amsal 27:9)
Orang muda yang miskin, tetapi berhikmat, lebih baik daripada raja yang tua dan bodoh, yang tidak lagi tahu ajaran. (Pengkhotbah 4:13)
Pada saat itu, beberapa orang Farisi datang kepada Yesus dan berkata, “Pergilah, tinggalkan tempat ini karena Herodes mau membunuh-Mu.” (Lukas 13:31)
Banyak penasihat dianjurkan
Jika tidak ada pimpinan, sebuah bangsa jatuh, tetapi jika ada banyak penasihat, keselamatan ada di sana. (Amsal 11:14)
Tanpa nasihat, rencana menjadi gagal, tetapi dengan banyak penasihat, semua itu berhasil. (Amsal 15:22)
Orang yang berhikmat memiliki kekuatan, dan orang yang berpengetahuan menambah kekuatannya. Sebab, dengan nasihat yang bijak, kamu dapat melakukan peperangan, dan dalam melimpahnya penasihat, ada kemenangan. (Amsal 24:5-6)
Tambahan orang meningkatkan hasil kerja
Lima orang darimu akan mengejar seratus orang, dan seratus orang darimu akan mengejar 10 ribu orang. Kamu akan mengalahkan musuh-musuhmu dengan pedangmu. (Imamat 26:8)
Dua lebih baik daripada satu karena mereka memiliki upah yang baik dari kerja keras mereka. Sebab, apabila ada yang jatuh, yang satu dapat mengangkat temannya. Namun, kasihan seseorang yang jatuh, tetapi tidak ada orang kedua yang mengangkatnya. Lagi pula, apabila dua orang berbaring bersama, mereka akan menjadi hangat. Namun, bagaimana bisa satu orang saja menjadi hangat? Lalu, apabila satu orang dikalahkan, dua orang dapat bertahan menghadapinya. Tali tiga jalin tidak mudah diputuskan. (Pengkhotbah 4:9-12)
Contoh memberi dan mengikuti nasihat
Ketika ayah mertua Musa melihat semua yang dilakukannya terhadap bangsa itu, dia bertanya, “Apakah yang telah kamu lakukan terhadap bangsa ini? Mengapa kamu sendiri yang duduk sedangkan seluruh bangsa itu berdiri di hadapanmu dari pagi sampai sore?” Musa berkata kepada ayah mertuanya, “Sebab, bangsa ini datang kepadaku untuk mencari Allah. Ketika ada perkara di antara mereka, mereka datang kepadaku agar aku menghakimi yang satu dengan yang lain, dan aku memberitahukan ketetapan Allah dan hukum-hukum-Nya kepada mereka.” Ayah mertua Musa berkata kepadanya, “Yang kaulakukan itu tidak baik. Kamu pasti benar-benar lelah, baik kamu maupun bangsa ini yang bersamamu, sebab ini terlalu berat bagimu dan engkau tidak akan sanggup melakukannya seorang diri. Sekarang, dengarkanlah suaraku, aku akan menasihatimu, dan Allah akan menyertaimu. Kamu harus mewakili bangsa ini di hadapan Allah dan membawa perkara-perkara mereka kepada Allah, dan kamu harus mengajarkan kepada mereka tentang ketetapan dan hukum-hukum itu, dan harus memberitahukan kepada mereka mengenai jalan yang harus mereka tempuh dan apa yang harus mereka lakukan. Selain itu, kamu harus memilih orang-orang yang cakap dari antara bangsa itu, orang yang takut akan Allah, orang-orang benar, dan membenci laba hasil kecurangan. Lalu, tunjuklah beberapa orang di antara mereka untuk menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang. Biarlah mereka yang menghakimi bangsa itu sewaktu-waktu. Mereka harus membawa setiap perkara yang besar kepadamu, sedangkan perkara yang kecil harus mereka adili sendiri. Jadi, hal ini akan lebih ringan bagimu dan mereka akan ikut menanggungnya bersamamu. Jika kamu melakukan ini dan Allah memang memerintahkan demikian kepadamu, kamu akan sanggup menanggungnya dan seluruh bangsa ini juga akan kembali ke tempatnya masing-masing dengan sejahtera.” Musa mendengarkan suara ayah mertuanya dan melaksanakan seperti yang telah dikatakannya. (Keluaran 18:14-24)
Kemudian, Natan bertanya kepada Batsyeba, ibu Salomo, katanya, “Apakah kamu tidak mendengar bahwa Adonia, anak Hagit, telah menjadi raja, dan Tuan kita, Daud, tidak mengetahuinya? Oleh sebab itu, biarlah aku memberikan nasihat kepadamu supaya kamu dapat menyelamatkan nyawamu dan nyawa anakmu, Salomo. (1 Raja-Raja 1:11-12)
Orang-orang mendengarkan aku, dan menunggu dengan diam kepada nasihatku. Setelah aku berbicara, mereka tidak berbicara lagi; perkataanku jatuh ke atas mereka. Mereka menantikan aku seperti menantikan hujan, dan mereka membuka mulut mereka seperti menadah hujan akhir musim. (Ayub 29:21-23)
Contoh tidak memberi atau tidak mengikuti nasihat
Sesudah Amazia kembali dari mengalahkan orang-orang Edom, dia membawa ilah-ilah keturunan Seir dan mendirikannya sebagai ilah-ilahnya. Dia sujud menyembah ilah-ilah itu dan membakar dupa bagi mereka. Oleh sebab itu, murka TUHAN bangkit terhadap Amazia. Dia mengutus seorang nabi kepadanya yang berkata, “Mengapa engkau mencari ilah suatu bangsa yang tidak dapat melepaskan bangsanya sendiri dari tanganmu?” Ketika nabi itu sedang berbicara, Amazia berkata kepadanya, “Apakah kami telah mengangkatmu sebagai penasihat raja? Diamlah! Apakah kamu mau dibunuh?” Lalu, nabi itu diam setelah berkata, “Sekarang aku tahu bahwa Allah ingin membinasakan engkau sebab engkau telah melakukan hal ini dan tidak mendengarkan nasihatku.” (2 Tawarikh 25:14-16)
Sumber nasihat
Tuhan
Pada Allah ada hikmat dan kekuasaan; Nasihat dan pengertian adalah milik-Nya. (Ayub 12:13)
Aku akan memuji TUHAN yang menasihatiku; sepanjang malam, batinku mengajariku. (Mazmur 16:7)
Siapa orang yang takut akan TUHAN? Dia akan menunjukkan jalan yang seharusnya dia pilih. (Mazmur 25:12)
“Aku akan mengajar dan mengarahkanmu di jalan yang harus kamu jalani, Aku akan menasihatimu dengan mata-Ku yang tertuju kepadamu. (Mazmur 32:8)
TUHAN menggagalkan maksud bangsa-bangsa; Dia menahan rancangan suku-suku bangsa. Maksud TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya dari generasi ke generasi. (Mazmur 33:10-11)
Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu, lalu Engkau membawaku kepada kemuliaan. (Mazmur 73:24)
Banyak rancangan dalam hati manusia, tetapi maksud TUHAN yang akan bertahan. (Amsal 19:21)
Sesungguhnya, seorang anak telah lahir bagi kita, seorang putra telah dikaruniakan bagi kita, dan pemerintahan akan ada di bahunya; nama-Nya akan disebut: “Penasihat Ajaib”, “Allah Yang Mahakuasa”, “Bapa Yang Kekal”, “Raja Damai”. (Yesaya 9:6)
Roh TUHAN akan berdiam di dalamnya, Roh hikmat dan pengertian, Roh nasihat dan kekuatan, Roh pengetahuan dan takut akan TUHAN. (Yesaya 11:2)
Hal ini pun datang dari TUHAN semesta alam, yang mengagumkan dalam nasihat-Nya dan agung dalam kebijaksanaan-Nya. (Yesaya 28:29)
Engkau menunjukkan kasih setia kepada ribuan orang, dan membalaskan kejahatan bapak-bapak kepada anak-anak mereka sesudah mereka. Allah Yang Mahabesar dan Yang Mahakuasa, TUHAN semesta alam nama-Nya. Sangat besar dalam nasihat dan agung dalam perbuatan, yang mata-Nya terbuka terhadap semua jalan anak-anak manusia, yang mengganjar setiap orang sesuai dengan jalan-jalannya dan sesuai dengan buah dari perbuatan-perbuatannya, (Yeremia 32:18-19)
Akibat tidak mencari nasihat Tuhan
Saul mati karena pelanggarannya terhadap TUHAN dan terhadap firman TUHAN. Dia tidak menaatinya dan juga meminta petunjuk dari pemanggil arwah. Dia tidak meminta petunjuk TUHAN sehingga TUHAN mengambil nyawanya dan menyerahkan kerajaan itu kepada Daud, anak Isai. (1 Tawarikh 10:13-14)
Orang-orang Israel mengambil bekal mereka, tanpa menanyakan keputusan TUHAN. Kemudian, Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka untuk membiarkan mereka hidup. Para pemimpin umat pun bersumpah kepada mereka. (Yosua 9:14-15)
Namun, mereka segera lupa akan pekerjaan-pekerjaan-Nya, mereka tidak menantikan nasihat-Nya; mereka dikuasai oleh keinginan di padang belantara, dan mencobai Allah di gurun. Dia memberikan kepada mereka permintaan mereka, tetapi mengirimkan wabah kekurusan di antara mereka. (Mazmur 106:13-15)
Sebagian tinggal dalam kegelapan dan dalam bayang-bayang kematian, terbelenggu dalam penderitaan dan di dalam besi; karena mereka telah memberontak melawan ucapan-ucapan Allah, dan menghina nasihat Yang Mahatinggi. Oleh karena itu, Dia merendahkan hati mereka dengan kesusahan; mereka terantuk, tanpa seorang pun yang menolong. (Mazmur 107:10-12)
Tuhan mengendalikan nasihat manusia
Seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya, “Ahitofel ada di antara orang-orang yang bersekongkol dengan Absalom.” Karena itu, Daud berdoa, “Ya TUHAN, gagalkanlah kiranya nasihat Ahitofel itu.” Daud berkata kepadanya, “Jika kamu pergi bersamaku, kamu akan menjadi bebanku. Namun, jika engkau kembali ke kota, dan berkata kepada Absalom, ‘Tuanku Raja, aku ini hambamu. Sesungguhnya, dahulu aku adalah hamba ayahmu, tetapi sekarang aku adalah hambamu.’ Dengan demikian, kamu dapat membatalkan nasihat Ahitofel. (2 Samuel 15:31, 33-34)
Absalom bertanya kepada Ahitofel, “Berilah nasihat, apa yang harus kulakukan?” Pada waktu itu, nasihat Ahitofel yang diberikan seolah-olah sama seperti firman yang dimintakan dari Allah. Demikianlah semua nasihat Ahitofel itu, baik bagi Daud maupun Absalom. (2 Samuel 16:20, 23)
Husai datang kepada Absalom, lalu Absalom berkata kepadanya, katanya, “Demikianlah nasihat yang diucapkan Ahitofel. Akankah kita melakukan nasihatnya? Jika tidak, katakanlah.” Husai berkata kepada Absalom, “Kali ini, nasihat yang diberikan oleh Ahitofel tidak baik.” Husai berkata lagi, “Engkau mengetahui bahwa ayahmu dan orang-orangnya adalah pejuang. Selain itu, mereka sakit hati serupa beruang yang kehilangan anak di padang. Ayahmu adalah seorang prajurit sejati, yang tidak akan tidur bersama rakyatnya. Tentulah sekarang dia bersembunyi di salah satu lubang atau di salah satu tempat. Apabila ada yang tewas pada penyerangan pertama kemudian kabar itu terdengar, maka ada yang akan berkata, ‘Rakyat yang mengikut Absalom sudah menderita kekalahan.’ Karena itu, orang-orang yang perkasa sekalipun, yang hatinya seperti hati singa, akan menjadi tawar dan luluh. Sebab, seluruh Israel mengetahui bahwa ayahmu seorang pahlawan dan orang-orang yang menyertainya adalah orang-orang gagah berani. Karena itu, aku menasihatkan supaya semua orang Israel, dari Dan sampai Bersyeba, berkumpul kepadamu, seperti pasir di tepi laut banyaknya. Engkau sendiri harus pergi dalam pertempuran. Ketika kita mendatanginya di salah satu tempat, yaitu di tempatnya berada, maka dia jatuh seperti embun ke bumi. Dia maupun salah seorang yang menyertainya tidak dapat meloloskan diri. Jika dia mundur ke suatu kota, dia akan diikat dengan tali oleh seluruh Israel di kota itu. Lalu, kita akan menyeretnya sampai ke sungai hingga batu kecil pun tidak akan terdapat lagi di sana.” Absalom dan setiap orang Israel berkata, “Lebih baik nasihat Husai, orang Arki itu, daripada nasihat Ahitofel.” TUHAN memutuskan untuk menggagalkan nasihat dari Ahitofel yang lebih baik sehingga TUHAN dapat mendatangkan celaka kepada Absalom. Lalu, Husai berkata kepada Zadok dan kepada Abyatar, para imam itu, “Ahitofel telah menasihatkan ini dan itu kepada Absalom dan kepada para tua-tua Israel. Sementara itu, aku juga menasihatkan ini dan itu. Sekarang, suruhlah segera seseorang untuk memberi tahu Daud, katakanlah, ‘Jangan bermalam di tempat-tempat penyeberangan ke padang belantara. Namun, segeralah menyeberang supaya jangan ditelan habis oleh raja dan seluruh rakyat yang menyertainya.’” Yonatan dan Ahimaas menunggu di En-Rogel. Jika ada seorang budak perempuan pergi dan memberi tahu mereka, mereka pergi untuk memberi tahu Raja Daud. Sebab, mereka tidak boleh terlihat memasuki kota. Akan tetapi, seorang anak melihat mereka dan memberitahukannya kepada Absalom. Jadi, keduanya segera pergi dan masuk ke rumah seseorang di Bahurim yang memiliki sumur di halamannya. Lalu, mereka turun ke dalamnya. Perempuan itu mengambil kain tudung, lalu membentangkan sehelai kain tudungan di atas mulut sumur itu dan menaburkan butir-butir gandum ke atasnya. Tidak ada seorang pun yang mengetahuinya. Orang-orang Absalom datang kepada perempuan itu di rumahnya dan bertanya, “Di manakah Ahimaas dan Yonatan?” Perempuan itu menjawab, “Mereka sudah menyeberang anak sungai.” Mereka mencari, tetapi tidak menemukannya. Lalu, mereka kembali ke Yerusalem. Ketika orang-orang itu sudah pergi, mereka keluar dari sumur, lalu pergi untuk memberi tahu Raja Daud. Mereka berkata kepada Daud, “Bangkitlah dan seberangilah sungai ini dengan segera, sebab Ahitofel telah menasihatkan ini dan itu melawan engkau.” Lalu, Daud dan seluruh rakyat yang menyertainya bangkit, lalu menyeberangi Sungai Yordan. Pada waktu fajar, tidak ada seorang pun yang tertinggal yang belum menyeberangi Sungai Yordan. Ketika Ahitofel menyadari bahwa nasihatnya tidak dituruti, dia memasang pelana di keledainya, lalu kembali ke rumahnya, ke kotanya. Dia mengatur urusan rumah tangganya, lalu menggantung diri. Dia mati dan dikuburkan dalam kuburan ayahnya. (2 Samuel 17:6-23)
Kitab Suci
Kesaksian-kesaksian-Mu adalah kegemaranku, dan para penasihatku. (Mazmur 119:24)
Orang-orang saleh
Ibu dan ayah
Anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan membuang pengajaran ibumu. Sebab, itu adalah karangan bunga yang indah bagi kepalamu dan kalung rantai bagi lehermu. (Amsal 1:8-9)
Anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan jangan membuang pengajaran ibumu. Ikatlah mereka selalu dalam hatimu; kalungkanlah mereka pada lehermu. Saat kamu berjalan, mereka akan menuntunmu; saat kamu berbaring, mereka akan menjagamu; saat kamu bangun, mereka akan berbicara kepadamu. (Amsal 6:20-22)
Dengarkan ayahmu yang memperanakkanmu ini, dan jangan menghina ibumu ketika dia sudah tua. (Amsal 23:22)
Contoh nasihat seorang ayah yang saleh
Pada waktu kematian Daud sudah mendekat, dia berpesan kepada Salomo, anaknya, dengan berkata, “Aku akan menempuh segala jalan dunia, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah sebagai seorang laki-laki, dan lakukanlah kewajiban dari TUHAN, Allahmu untuk hidup seturut jalan-Nya, memelihara ketetapan-ketetapan-Nya, perintah-perintah-Nya, dan peraturan-peraturan-Nya, dan peringatan-peringatan-Nya seperti yang tertulis dalam Hukum Musa, supaya kamu berhasil dalam apa saja yang kamu lakukan dan ke mana pun kamu pergi, supaya TUHAN menepati janji-Nya yang telah dia firmankan kepadaku, firman-Nya, ‘Jika keturunanmu memperhatikan cara hidup mereka dan hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan sepenuh hati mereka, dan sepenuh jiwa mereka, tidak akan terputus keturunanmu dari takhta kerajaan Israel.’ (1 Raja-Raja 2:1-4)
Orang yang dikaruniai hikmat
Semua raja di bumi berusaha menghadap Salomo untuk mendengarkan hikmat yang telah Allah letakkan dalam hatinya. (2 Tawarikh 9:23)
Siapa berjalan bersama orang berhikmat menjadi berhikmat, tetapi kawan orang bodoh akan menderita kemalangan. (Amsal 13:20)
Kepada yang satu diberikan kata-kata hikmat melalui Roh dan kepada yang lain kata-kata pengetahuan oleh Roh yang sama. (1 Korintus 12:8)
Orang yang berpengalaman
Raja Rehabeam berunding dengan para tua-tua yang melayani di hadapan Salomo, ayahnya, ketika dia masih hidup, tanyanya, “Apa nasihat kalian untuk menjawab perkataan rakyat ini?” Mereka menjawab kepadanya, katanya, “Jika pada hari ini engkau menjadi hamba rakyat itu dan melayani mereka, dan menjawab mereka dengan menitahkan kepada mereka perkataan yang baik, mereka akan menjadi hamba-hambamu selama-lamanya.” Namun, dia mengabaikan nasihat para tua-tua yang menasihatinya, lalu berunding dengan orang-orang muda yang tumbuh besar bersamanya, yang berdiri di hadapannya. (1 Raja-Raja 12:6-8)
Raja Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang dahulu melayani Salomo, ayahnya, saat Salomo masih hidup. Dia bertanya, “Apa nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?” Mereka berkata kepadanya, “Jika engkau ingin berbuat baik terhadap rakyat itu, menyenangkan mereka, dan menjawab mereka dengan perkataan yang baik, mereka akan menjadi hambamu selama-lamanya.” Namun, dia mengabaikan nasihat yang diberikan oleh para tua-tua itu, dan meminta nasihat dari orang-orang muda yang tumbuh besar bersamanya dan yang berdiri di hadapannya. (2 Tawarikh 10:6-8)
Nasihat yang harus dihindari
Orang fasik
Mereka berkata kepada Allah, ‘Tinggalkanlah kami! Kami tidak menginginkan pengetahuan akan jalan-jalan-Mu. Siapakah Yang Mahakuasa sehingga kami harus melayani-Nya? Keuntungan apa yang kami dapat jika kami berdoa kepada-Nya?’ Lihatlah, kemakmuran mereka tidak ada di tangan mereka. Jauhlah nasihat orang fasik jauh dari aku. (Ayub 21:14-16)
Diberkatilah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak berdiri di jalan orang-orang berdosa, dan tidak duduk di pertemuan para pencemooh. (Mazmur 1:1)
Rencana-rencana orang benar itu adil, tetapi nasihat orang fasik itu menipu. (Amsal 12:5)
Contoh nasihat jahat
Lalu, penduduk negeri itu mengecilkan hati orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut untuk membangun. Penduduk negeri itu menyewa para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda dan menggagalkan rencana mereka selama masa pemerintahan Koresh, raja Persia, bahkan sampai masa pemerintahan Darius, raja Persia. (Ezra 4:4-5)
Dari tengah-tengahmu, muncul orang yang merancang kejahatan terhadap TUHAN, seorang penasihat jahat. (Nahum 1:11)
Penyembah berhala
Sebab, mereka adalah bangsa yang kurang bijak dan tidak memiliki pemahaman di antara mereka. (Ulangan 32:28)
Aku melihat, tetapi tidak ada seorang pun; di antara mereka tidak ada satu penasihat pun yang dapat memberi jawaban, ketika Aku bertanya. Sesungguhnya, mereka semua jahat. Pekerjaan-pekerjaan mereka sia-sia. Patung-patung tuangan mereka adalah angin dan kekosongan. (Yesaya 41:28-29)
Orang-orang tua
Namun, dia mengabaikan nasihat para tua-tua yang menasihatinya, lalu berunding dengan orang-orang muda yang tumbuh besar bersamanya, yang berdiri di hadapannya. Dia bertanya kepada mereka, “Apakah yang kalian nasihatkan supaya kita dapat menjawab perkataan rakyat itu, yang berbicara kepadaku, ‘Ringankanlah dari beban yang ayahmu berikan pada kami?’” Orang-orang muda itu yang tumbuh besar bersamanya, menjawab kepadanya, katanya, “Beginilah engkau akan katakan kepada rakyat itu yang telah berbicara kepadamu, ‘Ayahmu telah memberatkan beban kami, tetapi engkau ringankanlah atas kami.’ Beginilah engkau harus titahkan kepada mereka, ‘Kelingkingku lebih kuat dari pinggang ayahku. Kemudian, raja menjawab rakyat itu dengan keras, dan mengabaikan nasihat para tua-tua yang mereka nasihatkan kepadanya. Dia berkata kepada mereka sesuai nasihat orang-orang muda, katanya, “Ayahku telah memberatkan beban kalian, tetapi aku akan menambah beban kalian. Ayahku menghajar kalian dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kalian dengan kalajengking-kalajengking.” (1 Raja-Raja 12:8-10, 13-14)
Namun, dia mengabaikan nasihat yang diberikan oleh para tua-tua itu, dan meminta nasihat dari orang-orang muda yang tumbuh besar bersamanya dan yang berdiri di hadapannya. Dia berkata kepada mereka, “Apa nasihatmu untuk menjawab rakyat itu yang berkata kepadaku, ‘Ringankanlah tanggungan yang ayahmu pikulkan kepada kami.’” Orang-orang muda yang tumbuh besar bersamanya itu menjawab, “Katakanlah ini kepada rakyat yang telah berkata kepadamu, ‘Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka berikanlah keringanan kepada kami,’ inilah yang harus kau katakan kepada mereka, ‘Kelingkingku lebih besar daripada pinggang ayahku. Raja menjawab mereka dengan kasar. Dia mengabaikan nasihat para tua-tua. Dia berbicara kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda, “Ayahku telah memberatkan tanggunganmu, tetapi aku akan menambahnya lagi. Ayahku telah menghajarmu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajarmu dengan kalajengking.” (2 Tawarikh 10:8-10, 13-14)
Berkat dan kutuk
Berkat dan manfaat mencari nasihat
Keberhasilan
Jika tidak ada pimpinan, sebuah bangsa jatuh, tetapi jika ada banyak penasihat, keselamatan ada di sana. (Amsal 11:14)
Tanpa nasihat, rencana menjadi gagal, tetapi dengan banyak penasihat, semua itu berhasil. (Amsal 15:22)
Sebab, dengan nasihat yang bijak, kamu dapat melakukan peperangan, dan dalam melimpahnya penasihat, ada kemenangan. (Amsal 24:6)
Arahan dan bimbingan
“Aku akan mengajar dan mengarahkanmu di jalan yang harus kamu jalani, Aku akan menasihatimu dengan mata-Ku yang tertuju kepadamu. (Mazmur 32:8)
Engkau menuntun aku dengan nasihat-Mu, lalu Engkau membawaku kepada kemuliaan. (Mazmur 73:24)
Anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan jangan membuang pengajaran ibumu. Ikatlah mereka selalu dalam hatimu; kalungkanlah mereka pada lehermu. Saat kamu berjalan, mereka akan menuntunmu; saat kamu berbaring, mereka akan menjagamu; saat kamu bangun, mereka akan berbicara kepadamu. (Amsal 6:20-22)
Hikmat
Kesombongan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi hikmat ada pada mereka yang menerima nasihat. (Amsal 13:10)
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan supaya kamu memperoleh hikmat pada masa depan. (Amsal 19:20)
Sukacita dalam memberi nasihat
Tipu daya ada dalam hati orang yang merencanakan kejahatan, tetapi mereka yang menasihatkan kedamaian bersukacita. (Amsal 12:20)
Kutuk dan akibat tidak mencari nasihat atau mencari nasihat orang fasik
Kematian
Saul mati karena pelanggarannya terhadap TUHAN dan terhadap firman TUHAN. Dia tidak menaatinya dan juga meminta petunjuk dari pemanggil arwah. Dia tidak meminta petunjuk TUHAN sehingga TUHAN mengambil nyawanya dan menyerahkan kerajaan itu kepada Daud, anak Isai. (1 Tawarikh 10:13, 14)
Dia juga hidup menurut jejak keluarga Ahab karena ibunya menjadi penasihatnya untuk melakukan kejahatan. Dia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN seperti keluarga Ahab, sebab sesudah kematian ayahnya mereka menjadi penasihat-penasihatnya kepada kehancurannya. Dia juga mengikuti nasihat mereka dan pergi bersama Yoram, anak Ahab, raja Israel, untuk berperang melawan Hazael, raja Aram, di Ramot-Gilead. Namun, orang-orang Aram melukai Yoram. (2 Tawarikh 22:3-5)
Ketika nabi itu sedang berbicara, Amazia berkata kepadanya, “Apakah kami telah mengangkatmu sebagai penasihat raja? Diamlah! Apakah kamu mau dibunuh?” Lalu, nabi itu diam setelah berkata, “Sekarang aku tahu bahwa Allah ingin membinasakan engkau sebab engkau telah melakukan hal ini dan tidak mendengarkan nasihatku.” (2 Tawarikh 25:16)
Sebab, aku telah memanggil, dan kamu menolak, telah mengulurkan tanganku, dan tidak ada yang memperhatikan, karena kamu mengabaikan semua nasihatku, dan tidak menginginkan teguranku. Oleh sebab itu, aku juga akan menertawakan malapetakamu; aku akan mengejek ketika ketakutan menghampirimu, ketika ketakutan menyerangmu seperti badai, dan kemalangan menimpamu seperti angin puyuh, ketika kesusahan dan penderitaan menimpamu. Pada waktu itu, mereka akan memanggilku, tetapi aku tidak akan menjawab; mereka akan mencariku dengan tekun, tetapi tidak akan mendapatkan aku. Sebab, mereka membenci pengetahuan, dan tidak memilih takut akan TUHAN, tidak menginginkan nasihatku, dan menghina semua teguranku. Oleh sebab itu, mereka akan memakan buah dari jalan mereka, dan dikenyangkan oleh rencana-rencana mereka sendiri. Sebab, orang-orang naif dibunuh oleh kesesatan mereka, dan kemakmuran orang-orang bodoh akan membinasakan mereka. (Amsal 1:24-32)
Perselisihan
Kesombongan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi hikmat ada pada mereka yang menerima nasihat. (Amsal 13:10)
Rencana digagalkan
Tanpa nasihat, rencana menjadi gagal, tetapi dengan banyak penasihat, semua itu berhasil. (Amsal 15:22)
Kegagalan
Jika tidak ada pimpinan, sebuah bangsa jatuh, tetapi jika ada banyak penasihat, keselamatan ada di sana. (Amsal 11:14)
Berbagai kutuk dan akibat lainnya
Orang-orang Israel mengambil bekal mereka, tanpa menanyakan keputusan TUHAN. Kemudian, Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka untuk membiarkan mereka hidup. Para pemimpin umat pun bersumpah kepada mereka. (Yosua 9:14-15)
Namun, mereka segera lupa akan pekerjaan-pekerjaan-Nya, mereka tidak menantikan nasihat-Nya; mereka dikuasai oleh keinginan di padang belantara, dan mencobai Allah di gurun. Dia memberikan kepada mereka permintaan mereka, tetapi mengirimkan wabah kekurusan di antara mereka. (Mazmur 106:13-15)
Sebagian tinggal dalam kegelapan dan dalam bayang-bayang kematian, terbelenggu dalam penderitaan dan di dalam besi; karena mereka telah memberontak melawan ucapan-ucapan Allah, dan menghina nasihat Yang Mahatinggi. Oleh karena itu, Dia merendahkan hati mereka dengan kesusahan; mereka terantuk, tanpa seorang pun yang menolong. (Mazmur 107:10-12)