Pandangan Alkitab tentang pekerjaan
Bekerja itu perlu
Tuhan sendiri adalah pekerja
Pada hari ketujuh, Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya itu, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya. Lalu, Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, sebab pada saat itu, Dia beristirahat dari segala pekerjaan-Nya, yang telah Dia lakukan dalam penciptaan. (Kejadian 2:2-3)
Lalu, TUHAN Allah membuat sebuah taman di sebelah timur, di Eden, dan di sana Dia menempatkan manusia yang telah dibentuk-Nya itu. (Kejadian 2:8)
Akan tetapi, Yesus berkata kepada mereka, “Bapa-Ku masih bekerja sampai saat ini, maka Aku pun masih bekerja.” (Yohanes 5:17)
Diwajibkan dalam Perjanjian Lama
Selama enam hari kamu akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu, (Keluaran 20:9)
Enam hari lamanya kamu akan mengerjakan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh kamu harus beristirahat agar sapimu dan keledaimu dapat beristirahat, begitu pula dengan anak budak perempuanmu dan orang asing agar mereka dapat beristirahat. (Keluaran 23:12)
Kamu harus bekerja selama enam hari, tetapi pada hari ketujuh kamu harus beristirahat, sekalipun itu pada musim membajak atau musim panen, kamu harus beristirahat. (Keluaran 34:21)
Selama enam hari kamu akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu. (Ulangan 5:13)
Diwajibkan dalam Perjanjian Baru
Orang yang telah mencuri, jangan mencuri lagi. Lebih baik kalau ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri sehingga ia memiliki sesuatu untuk dibagikan kepada orang yang membutuhkan. (Efesus 4:28)
Kami juga tidak makan makanan orang lain tanpa membayarnya. Sebaliknya, kami berusaha dan bekerja keras siang dan malam supaya kami tidak menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. Bukan karena kami tidak memiliki hak untuk itu, melainkan untuk memberikan diri kami sendiri sebagai contoh bagimu untuk kamu ikuti. Ketika kami masih bersamamu pun, kami memberimu perintah ini: “Jika orang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” Sebab, kami mendengar ada beberapa di antaramu yang hidup bermalas-malasan, tidak mau bekerja, tetapi sibuk dengan hal-hal yang tak berguna. Orang seperti itu kami perintahkan dan kami nasihati dalam nama Tuhan Yesus Kristus untuk bekerja dengan tenang dan makan rotinya sendiri. (2 Tesalonika 3:8-12)
Bekerja itu diharapkan
Lalu, manusia keluar untuk pekerjaannya, dan kerja kerasnya berlangsung hingga petang. (Mazmur 104:23)
Kewajiban bekerja bukan akibat dosa
Lalu, manusia keluar untuk pekerjaannya, dan kerja kerasnya berlangsung hingga petang. (Mazmur 104:23)
Tuhan memerintahkan manusia bekerja setelah kejatuhan, tetapi pekerjaan menjadi lebih berat
Lalu, kepada manusia itu, Dia berfirman, “Karena kamu mendengarkan suara istrimu, dan telah makan dari pohon yang kepadamu telah Kuperintahkan, ‘Jangan kamu memakannya,’ terkutuklah tanah karena kamu! Dengan susah payah kamu akan makan dari hasilnya selama hari-hari hidupmu. Semak duri dan rumput liarlah yang akan ditumbuhkan bagimu, dan kamu akan memakan tumbuh-tumbuhan di padang. Dengan keringat di wajahmu, kamu akan makan roti, sampai kamu kembali kepada tanah yang darinya kamu diambil. Sebab, kamu adalah debu, dan kamu akan kembali kepada debu. Karena itu, TUHAN Allah menyuruhnya keluar dari taman Eden untuk mengolah tanah yang dari itu dia diambil. (Kejadian 3:17-19, 23)
Dia menamai anak itu Nuh dan berkata, “Dia ini akan menghibur kita dalam kerja keras dan jerih payah tangan kita akibat tanah yang telah TUHAN kutuk ini.” (Kejadian 5:29)
Semua pekerjaan yang jujur itu terhormat
Contoh pekerjaan orang-orang saleh
Petani
TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya di taman Eden untuk mengolahnya dan memeliharanya. (Kejadian 2:15)
Kemudian, Hawa melahirkan adiknya, yaitu Habel. Habel menggembalakan domba, sedangkan Kain menggarap tanah. (Kejadian 4:2)
Nuh menjadi petani dan mulai menggarap kebun anggur. (Kejadian 9:20)
Orang-orang itu menggembalakan kawanannya karena mereka adalah para peternak. Mereka membawa kawanan dombanya, dan ternaknya, dan segala yang dimilikinya.’ (Kejadian 46:32)
Lalu, Firaun berkata kepada saudara-saudaranya, “Apa pekerjaan kalian?” Mereka berkata kepada Firaun, “Kami, baik hamba-hambamu ini maupun nenek moyang kami, menggembalakan kawanan kambing domba.” (Kejadian 47:3)
Lalu, Amos menjawab dan berkata kepada Amazia, “Aku bukan seorang nabi, aku juga bukan anak nabi. Akan tetapi, aku adalah seorang gembala dan pemungut buah ara. (Amos 7:14)
Pekerja rumah tangga
Sebab itu, Yusuf mendapat perkenanan di mata tuannya dan Yusuf mengabdi kepadanya. Lalu, Potifar mengangkat Yusuf dalam rumahnya dan segala miliknya pun diserahkannya ke tangan Yusuf. (Kejadian 39:4)
Pegawai dan pemimpin pemerintahan
Firaun berkata kepada Yusuf, “Lihat, aku telah mengangkatmu menguasai seluruh tanah Mesir.” (Kejadian 41:41)
Lalu, mereka bercerita kepadanya, “Yusuf masih hidup! Sesungguhnya, dia adalah penguasa atas seluruh tanah Mesir.” Akan tetapi, hatinya tetap dingin karena dia tidak memercayai mereka. (Kejadian 45:26)
Aku melihat, lalu bangkit dan berkata kepada para pembesar, penguasa, dan orang-orang lainnya, “Jangan takut kepada mereka. Ingatlah kepada Tuhan yang besar dan dahsyat, dan berperanglah demi saudara-saudaramu, anakmu laki-laki, anak-anakmu perempuan, istrimu, dan rumahmu.” (Nehemia 4:14)
Dia menjadikan dia tuan atas rumahnya, dan memerintah atas semua harta miliknya, (Mazmur 105:21)
Kemudian, raja memuliakan Daniel dan memberikan banyak hadiah yang indah kepadanya, dan dijadikannya dia seorang pembesar yang mempunyai kekuasaan atas wilayah Babel dan menjadi kepala penguasa semua orang-orang bijaksana di Babel. (Daniel 2:48)
Darius berkenan mengangkat seratus dua puluh orang wakil raja atas kerajaannya, dan mereka semua akan ditempatkan di seluruh kerajaan. Di atas mereka, ada tiga pejabat tinggi dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu, dan kepada merekalah para wakil raja harus memberi pertanggungjawaban supaya raja tidak dirugikan. (Daniel 6:1-2)
“Aku, Daniel, menjadi pingsan dan sakit beberapa hari lamanya. Sesudah itu, aku bangun dan melakukan tugas raja. Aku terheran-heran terhadap penglihatan itu, tetapi tidak memahaminya.” (Daniel 8:27)
Filipus pun bangun dan berangkat. Dan, tampak seorang Etiopia, yang adalah sida-sida dari seorang pejabat pengadilan Sri Kandake, Ratu Kerajaan Etiopia. Ia bertanggung jawab atas semua harta sang ratu. Ia telah datang ke Yerusalem untuk beribadah, (Kisah Para Rasul 8:27)
Nelayan
Ketika Yesus berjalan di tepi danau Galilea, Dia melihat dua bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya, sedang melempar jala di danau sebab mereka adalah penjala ikan. (Matius 4:18)
Ketika Yesus sedang menyusuri tepi Danau Galilea, Dia melihat Simon dan Andreas, saudaranya, sedang menebarkan jala di danau karena mereka adalah penjala ikan. (Markus 1:16)
Segera Yesus memanggil mereka dan mereka meninggalkan Zebedeus, ayah mereka, di perahu dengan para buruh bayaran, lalu pergi mengikut Yesus. (Markus 1:20)
Tukang bangunan
Bukankah Dia ini anak seorang tukang kayu? Bukankah ibu-Nya disebut Maria, dan saudara-saudara-Nya adalah Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas? (Matius 13:55)
Bukankah Dia seorang tukang kayu, anak Maria, dan saudara Yakobus dan Yoses dan Yudas dan Simon? Bukankah saudara-saudara perempuan-Nya ada di sini bersama kita?” Mereka menolak Dia. (Markus 6:3)
Dan, Paulus mendapati orang Yahudi bernama Akwila, keturunan Pontus, baru saja datang dari Italia bersama istrinya, Priskila, karena Klaudius telah memerintahkan semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus datang kepada mereka, dan karena mereka mempunyai pekerjaan yang sama, Paulus tinggal bersama mereka dan bekerja karena pekerjaan mereka adalah pembuat tenda. (Kisah Para Rasul 18:2-3)
Pemungut cukai
Ketika Dia sedang berjalan, Dia melihat Lewi, anak Alfeus, sedang duduk di meja pembayaran pajak. Lalu, Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Lalu, Lewi pun berdiri dan mengikut Dia. (Markus 2:14)
Setelah itu, Yesus keluar dan melihat seorang pengumpul pajak bernama Lewi yang sedang duduk di tempat pemungutan pajak. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” (Lukas 5:27)
Di sana ada seorang laki-laki bernama Zakheus, ia adalah kepala pengumpul pajak dan seorang yang kaya. (Lukas 19:2)
Pedagang
Seorang wanita bernama Lidia, dari kota Tiatira, seorang penjual kain ungu yang menyembah Allah. Tuhan membuka hatinya untuk memperhatikan apa yang Paulus katakan. (Kisah Para Rasul 16:14)
Bekerjalah seperti untuk Tuhan
Jadi, entah kamu makan atau minum, atau apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. (1 Korintus 10:31)
Budak-budak, taatilah tuanmu yang ada di dunia ini dengan hormat dan gentar, dan dengan ketulusan hati seperti untuk Kristus. Jangan seperti orang-orang yang mengerjakan pekerjaan hanya untuk dilihat orang — untuk menyenangkan manusia, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang melakukan kehendak Allah dari hati. Melayani dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Sebab, kamu tahu, entah ia budak ataupun orang merdeka, jika ia melakukan hal yang baik, Tuhan akan memberi upah kepadanya. Tuan-tuan, lakukanlah juga kepada hamba-hambamu. Berhentilah mengancam karena ketahuilah baik Tuanmu atau Tuan mereka sama-sama ada di surga, dan Ia tidak pilih kasih. (Efesus 6:5-9)
Apa pun yang kamu lakukan, dalam perkataan ataupun perbuatan, lakukan semua itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur kepada Allah Bapa, melalui Dia. (Kolose 3:17)
Apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sebab kamu tahu bahwa dari Tuhan kamu akan menerima warisan sebagai upahmu. Kristus Tuhanlah yang sedang kamu layani. (Kolose 3:23-24)
Sebagian orang memandang pekerjaan sebagai kesia-siaan
Apa untungnya semua kerja keras manusia, yang diusahakannya di bawah matahari? (Pengkhotbah 1:3)
Aku memperbesar pekerjaan-pekerjaanku. Aku membangun rumah-rumah, dan menanami kebun-kebun anggur bagi diriku sendiri. Aku membuat bagiku sendiri kebun-kebun dan taman-taman, lalu menanaminya dengan segala jenis pohon buah. Segala sesuatu yang diminta oleh mataku, aku tidak menahan mereka. Aku tidak menahan hatiku dari segala kesenangan. Sebab, hatiku bersukacita atas segala kerja kerasku. Itulah bagianku dari segala kerja kerasku. Kemudian, aku berpaling kepada semua pekerjaan yang telah dilakukan oleh tanganku dan semua kerja keras yang telah kuusahakan. Lihatlah, semuanya adalah kesia-siaan dan usaha mengejar angin. Tidak ada keuntungan di bawah matahari. (Pengkhotbah 2:4-5, 10-11)
Aku membenci segala kerja kerasku yang kuusahakan di bawah matahari karena aku harus meninggalkannya kepada orang yang datang sesudah aku. Siapa yang tahu apakah dia akan menjadi orang berhikmat atau orang bodoh? Namun, dia akan berkuasa atas segala kerja keras yang telah kuusahakan dengan hikmat di bawah matahari. Ini pun kesia-siaan. Karena itu, aku berpaling, dan hatiku berputus asa terhadap segala kerja keras yang telah kuusahakan di bawah matahari. Sebab, ada orang yang bekerja keras dengan hikmat, pengetahuan, dan keahlian, lalu dia memberikan bagiannya kepada orang lain yang tidak bekerja keras untuk itu. Ini pun kesia-siaan dan kejahatan besar. Apa yang didapat seseorang dari segala kerja keras dan keinginan hati yang menyertai kerja kerasnya di bawah matahari? Sebab, sepanjang seluruh harinya, kerja kerasnya adalah kepedihan dan kejengkelan. Pada malam hari pun, akal budinya tidak beristirahat. Ini pun kesia-siaan. Tidak ada yang lebih baik bagi manusia daripada makan, minum, dan jiwanya memandang kebaikan dari kerja kerasnya. Aku pun melihat bahwa ini berasal dari tangan Allah. (Pengkhotbah 2:18-24)
Apa keuntungan pekerja dari kerja kerasnya? Aku telah melihat pekerjaan yang telah Allah berikan kepada anak-anak manusia untuk menyibukkan mereka. Lagi pula, semua orang seharusnya makan, minum, dan merasakan yang baik dari segala kerja kerasnya. Ini adalah karunia Allah. (Pengkhotbah 3:9-10, 13)
Kemudian, aku melihat bahwa segala kerja keras dan segala keterampilan kerja adalah kecemburuan orang terhadap sesamanya. Ini pun kesia-siaan dan usaha mengejar angin. Orang bodoh melipat tangannya, dan melahap dagingnya sendiri. Segenggam penuh ketenangan lebih baik daripada dua genggam penuh kerja keras dan usaha mengejar angin. (Pengkhotbah 4:4-6)
Lihat, yang aku pandang baik dan yang indah adalah bahwa orang makan, minum, dan memandang kebaikan dari segala kerja kerasnya di bawah matahari selama hari-hari kehidupannya yang sedikit, yang telah Allah berikan sebagai bagiannya. Kepada setiap manusia yang kepadanya Allah memberikan kekayaan, harta benda, dan kekuasaan untuk menikmatinya, mengambil bagiannya, dan bersukacita dalam kerja kerasnya, hal-hal ini adalah karunia Allah. (Pengkhotbah 5:18-19)
Segala kerja keras manusia adalah untuk mulutnya, tetapi nafsunya tidak terpenuhi. (Pengkhotbah 6:7)
Pekerjaan kita harus pekerjaan yang Allah kehendaki bagi kita
Aku memilih mereka dari seluruh suku Israel untuk menjadi imam bagi-Ku, untuk mempersembahkan kurban di atas mazbah-Ku, membakar ukupan, dan memakai baju efod di hadapan-Ku. Dan, Aku telah menyerahkan segala kurban bakaran orang Israel kepada nenek moyangmu. (1 Samuel 2:28)
Kiranya kebaikan Tuhan, Allah kami, ada atas kami, dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami, ya, teguhkan perbuatan tangan kami. (Mazmur 90:17)
Yesus berkata kepada mereka, “Makanan-Ku adalah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yohanes 4:34)
Jangan bekerja untuk mencari makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang dapat bertahan sampai hidup yang kekal, yang Anak Manusia akan berikan kepadamu karena kepada Anak Manusia itu, Bapa, yaitu Allah, telah memberikan pengesahan-Nya.” (Yohanes 6:27)
Sebab, Daud, setelah melayani generasinya sendiri oleh karena kehendak Allah, lalu mati, dan dibaringkan di antara nenek moyangnya, serta melihat kebinasaan, (Kisah Para Rasul 13:36)
...pekerjaan yang dilakukan setiap orang akan jelas karena Hari itu akan menyatakannya dengan api, dan api itu sendiri akan menguji bagaimana jenis pekerjaan setiap orang. Jika pekerjaan yang telah seseorang bangun itu bertahan, ia akan menerima upah. Jika pekerjaan orang itu terbakar habis, ia akan menderita kerugian, meskipun demikian, ia sendiri akan diselamatkan, tetapi keadaannya seperti melewati api. (1 Korintus 3:13-15)
Kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Yesus Kristus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya supaya kita bisa hidup di dalamnya. (Efesus 2:10)
Pekerjaan yang memuliakan Tuhan
Aku telah memuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk dikerjakan. (Yohanes 17:4)
Berguna mengetahui dengan tepat pekerjaan yang Tuhan tetapkan bagi kita
Simon Petrus berkata kepada mereka, “Aku akan pergi menangkap ikan.” Mereka berkata kepadanya, “Kami akan pergi bersamamu.” Mereka pergi ke luar dan naik ke perahu, tetapi malam itu, mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika subuh menjelang, Yesus berdiri di pantai, tetapi murid-murid tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Dia berkata kepada mereka, “Anak-anak, apakah kamu memiliki ikan?” Mereka menjawab, “Tidak.” Dia berkata kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu ke sebelah kanan perahu, dan kamu akan mendapat.” Kemudian, mereka menebarkan jala, tetapi tidak dapat menariknya ke dalam perahu karena banyaknya ikan. Oleh sebab itu, murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Simon Petrus mendengar bahwa itu Tuhan, dia mengenakan pakaiannya karena dia melepaskan bajunya saat bekerja, dan terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu dan menarik jala yang penuh dengan ikan. Sebab, mereka tidak jauh dari darat, jaraknya kira-kira 200 hasta. Ketika mereka sampai di darat, mereka melihat bara api dengan ikan yang terletak di atasnya dan juga roti. Yesus berkata, “Bawalah beberapa ekor ikan yang baru saja kamu tangkap.” Simon Petrus naik ke perahu dan menarik jala yang penuh dengan ikan besar itu ke darat, jumlahnya 153 ekor. Meskipun ikan itu begitu banyak, jalanya tidak robek. (Yohanes 21:3-11)
Pekerjaan sia-sia tanpa Tuhan
Nyanyian Ziarah Salomo. Seandainya bukan TUHAN yang membangun rumah, orang-orang yang membangunnya bekerja keras dalam kesia-siaan. Seandainya bukan TUHAN yang mengawasi kota, para pengawal berjaga-jaga dalam kesia-siaan. (Mazmur 127:1)
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka rencana-rencanamu akan ditegakkan. (Amsal 16:3)
Tidak boleh ada ambisi egois dalam bekerja
Dia akan membalas setiap orang sesuai dengan perbuatannya, Namun, bagi mereka yang mementingkan diri sendiri, dan tidak menaati kebenaran, dan menaati ketidakbenaran akan ada murka dan kemarahan. (Roma 2:6, 8)
Oleh karena itu, kami berusaha supaya kami berkenan kepada-Nya, entah kami tinggal di rumah ini atau berada di luar. Sebab, kita semua harus dihadapkan di depan kursi pengadilan Kristus supaya setiap orang dapat menerima kembali hal-hal yang dilakukan dalam tubuhnya, sesuai dengan apa yang sudah dilakukannya, entah itu baik ataupun jahat. (2 Korintus 5:9-10)
Namun, jika kamu memiliki iri hati yang penuh kepahitan dan ambisi yang egois dalam hatimu, janganlah bangga dan jangan berdusta melawan kebenaran. Hikmat seperti itu tidak turun dari atas, tetapi dari dunia, tidak rohani, dan jahat. Jika ada iri hati dan ambisi yang egois, di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakobus 3:14-16)
Jangan menginginkan kebesaran bagi diri sendiri
Dan, apakah kamu mencari hal-hal besar untuk dirimu sendiri? Jangan mencarinya, karena ketahuilah, Aku akan mendatangkan bencana ke atas semua makhluk,’ firman TUHAN. ‘Akan tetapi, Aku akan memberikan hidupmu kepadamu seperti barang jarahan di semua tempat ke mana saja kamu pergi.’” (Yeremia 45:5)
Kuat, berani, dan jangan menunda-nunda
Jadilah kuat dan berani karena kamulah yang akan memimpin bangsa ini untuk memiliki tanah yang Aku janjikan kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, jadilah kuat dan berani, hati-hatilah bertindak sesuai dengan seluruh hukum yang hamba-Ku Musa perintahkan kepadamu; jangan menoleh ke kanan atau ke kiri supaya kamu berhasil ke mana pun kamu pergi. (Yosua 1:6-7)
Dialah yang akan membangun bait bagi nama-Ku. Dia akan menjadi anak-Ku dan aku akan menjadi Bapanya. Aku akan mengukuhkan takhta kerajaannya atas Israel sampai selama-lamanya.’” Kamu akan berhasil jika kamu melakukan dengan cermat ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum yang TUHAN perintahkan kepada Musa mengenai Israel. Jadilah kuat dan berani. Jangan takut dan jangan berkecil hati. emas, perak, tembaga, dan besi yang tidak terhitung banyaknya. Bangkit dan bertindaklah, kiranya TUHAN menyertai kamu!” (1 Tawarikh 22:10, 13, 16)
Daud berkata kepada Salomo, anaknya, “Jadilah kuat dan berani, dan lakukanlah pekerjaan itu. Jangan takut dan jangan cemas, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai kamu. Dia tidak akan membiarkan dan meninggalkanmu sampai seluruh pekerjaan pelayanan di bait Allah selesai. (1 Tawarikh 28:20)
Namun kamu, jadilah kuat dan jangan biarkan tanganmu menjadi lemah. Ada upah untuk pekerjaanmu!” (2 Tawarikh 15:7)
Namun sekarang, jadilah kuat, hai Zerubabel,’ firman TUHAN, ‘dan jadilah kuat, hai Yosua anak Yozadak, Imam Besar; dan jadilah kuat, hai kamu semua penduduk di negeri ini,’ firman TUHAN, ‘dan bekerjalah, sebab Aku menyertai kalian,’ firman TUHAN semesta alam. (Hagai 2:4)
Kita akan menghadapi kesulitan saat melakukan pekerjaan yang Tuhan tetapkan bagi kita
Lalu, penduduk negeri itu mengecilkan hati orang-orang Yehuda dan membuat mereka takut untuk membangun. Penduduk negeri itu menyewa para penasihat untuk melawan orang-orang Yehuda dan menggagalkan rencana mereka selama masa pemerintahan Koresh, raja Persia, bahkan sampai masa pemerintahan Darius, raja Persia. (Ezra 4:4-5)
Jangan menyusahkan dirimu untuk menjadi kaya; tinggalkan pengertianmu itu. (Amsal 23:4)
Ketika musuh-musuh kami mendengar bahwa rencana mereka telah kami ketahui dan Allah menggagalkan rencana mereka, kami semua kembali ke tembok, masing-masing ke pekerjaannya. Sejak hari itu, setengah dari hamba-hambaku melakukan pekerjaan dan yang setengah lagi memegang tombak, perisai, panah, dan memakai baju zirah. Para panglima berdiri di belakang seluruh kaum Yehuda, yang sedang membangun tembok. Mereka yang mengangkut bahan-bahan bangunan, mengerjakan pembangunan dengan satu tangan, sementara tangan yang lain memegang senjata. Setiap pekerja bangunan mengikatkan pedangnya di pinggangnya sambil membangun. Orang yang meniup trompet berdiri di sampingku. Aku berbicara kepada para pembesar, penguasa, dan orang-orang lainnya, “Pekerjaan ini sangat besar dan luas. Kita tercerai berai di sepanjang tembok dan saling berjauhan. Di mana pun kamu mendengar suara trompet, bergabunglah dengan kami di sana. Allah kita akan berperang bagi kita!” Jadi, kami melanjutkan pekerjaan itu. Setengah dari mereka memegang tombak dari fajar menyingsing sampai bintang-bintang muncul. Pada waktu itu, aku juga berkata kepada orang-orang, “Biarlah setiap orang dan pembantunya bermalam di Yerusalem sehingga mereka dapat menjadi penjaga kita pada malam hari dan menjadi pekerja pada siang hari.” (Nehemia 4:15-22)
Karena itu, aku mengirim utusan kepada mereka, kataku, “Aku sedang melakukan pekerjaan yang besar dan aku tidak bisa datang. Mengapa pekerjaan ini harus berhenti karena aku meninggalkannya dan pergi menemuimu?” Mereka semua ingin menakut-nakuti kami, dengan berkata, “Tangan-tangan mereka akan menjadi lemah untuk bekerja, dan tembok itu tidak akan selesai.” Namun, ya Allah, kuatkanlah tanganku. (Nehemia 6:3, 9)
Bekerjalah keras
Orang malas tidak akan memanggang buruannya, tetapi orang rajin memperoleh kekayaan yang berharga. (Amsal 12:27)
Apa pun yang ditemukan oleh tanganmu untuk dikerjakan, lakukanlah itu dengan kekuatanmu. Sebab, tidak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan, atau hikmat di dunia orang mati, tempat ke mana kamu akan pergi. (Pengkhotbah 9:10)
Pada pagi hari, taburlah benihmu, dan sampai sore hari, jangan menahan tanganmu. Sebab, kamu tidak tahu mana yang akan berhasil, apakah yang ini atau yang itu, atau apakah keduanya akan sama-sama baik. (Pengkhotbah 11:6)
Contoh pekerja keras
Selama dua puluh tahun aku bersamamu, domba-domba betina dan kambing-kambing betinamu tidak pernah keguguran dan aku juga tidak memakan domba-domba jantan dari kawanan kambing dombamu. Yang dicabik-cabik oleh binatang buas tidak kubawa kepadamu, aku sendiri yang menggantinya. Yang dicuri pada waktu siang atau malam pun, engkau tuntut dari tanganku. Aku ini, dilahap oleh panas pada siang hari dan oleh dingin pada malam hari. Tidur pun menjauh dari mataku. (Kejadian 31:38-40)
Aku memberi tahu mereka bagaimana tangan baik Allahku menaungi aku dan juga perkataan raja yang dia katakan kepadaku. Mereka menjawab, “Mari kita membangun.” Lalu, mereka menguatkan tangan mereka untuk pekerjaan yang baik ini. (Nehemia 2:18)
Namun, kami membangun tembok itu, dan semuanya dibangun sampai setengah tingginya, sebab seluruh rakyat bekerja dengan segenap hati. (Nehemia 4:6)
Kamu sendiri tahu bahwa tangan ini melayani keperluanku dan mereka yang bersama-sama dengan aku. (Kisah Para Rasul 20:34)
Sampai sekarang ini, kami lapar dan haus, berpakaian compang-camping, dipukuli, dan hidup mengembara. Kami berjerih payah, bekerja dengan tangan kami sendiri. Ketika kami dicaci-maki, kami memberkati. Ketika kami disiksa, kami bertahan. (1 Korintus 4:11-12)
Aku sudah berjerih payah dan bekerja berat, tetap terjaga, kelaparan dan kehausan, sering tidak punya makanan, dalam kedinginan, dan tanpa pakaian. (2 Korintus 11:27)
Untuk itulah, aku juga bersusah payah, berjuang sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku. (Kolose 1:29)
Sebab, kamu ingat, Saudara-saudara, usaha dan kerja keras kami, bagaimana kami bekerja siang dan malam supaya kami tidak menjadi beban bagimu sementara kami memberitakan Injil Allah kepadamu. (1 Tesalonika 2:9)
Kami juga tidak makan makanan orang lain tanpa membayarnya. Sebaliknya, kami berusaha dan bekerja keras siang dan malam supaya kami tidak menjadi beban bagi siapa pun di antaramu. (2 Tesalonika 3:8)
Rasa lapar mendorong kita untuk bekerja
Rasa lapar seorang pekerja bekerja bagi dirinya sendiri; sebab, mulutnya memaksa dia. (Amsal 16:26)
Pekerja keras patut lebih dahulu menerima bagian
Seorang petani yang bekerja keras sudah selayaknya menjadi orang pertama yang menerima hasil panennya. (2 Timotius 2:6)
Manfaat bekerja / bekerja keras
Kebutuhan terpenuhi
Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi dia yang mengejar kesia-siaan kekurangan akal budi. (Amsal 12:11)
Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa menjaga tuannya akan dihormati. (Amsal 27:18)
Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi dia yang mengejar kesia-siaan akan kenyang dengan kemiskinan. (Amsal 28:19)
Keuntungan dan kekayaan
Tangan orang lamban menyebabkan kemiskinan, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. Dia yang mengumpulkan pada musim panas adalah anak yang bijak, tetapi dia yang tidur pada waktu panen adalah anak yang menyebabkan malu. (Amsal 10:4-5)
Harta yang diperoleh dari kesia-siaan akan berkurang, tetapi mereka yang mengumpulkannya dengan tangan mereka akan menambahnya. (Amsal 13:11)
Dalam setiap jerih payah ada keuntungan, tetapi perkataan bibir semata mendatangkan kekurangan. (Amsal 14:23)
Rancangan orang rajin pasti menuntun ke kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa pasti mendatangkan kekurangan. (Amsal 21:5)
Jiwa yang puas
Hati pemalas penuh keinginan, tetapi tidak mendapat apa pun, tetapi hati orang rajin diberi kemakmuran. (Amsal 13:4)
Kepemimpinan
Tangan orang rajin akan memerintah, tetapi orang malas akan menjadi pekerja paksa. (Amsal 12:24)
Tidur yang nyenyak
Para pekerja tidur dengan enak, entah dia makan sedikit atau banyak. Akan tetapi, kekenyangan orang kaya tidak akan membiarkannya tidur. (Pengkhotbah 5:12)
Kebahagiaan
Nyanyian Ziarah. Diberkatilah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang berjalan pada jalan-jalan-Nya. Kamu akan makan hasil pekerjaan tanganmu, kamu akan bahagia dan itu baik bagimu. (Mazmur 128:1-2)
Jangan bekerja berlebihan
Sia-sia kamu bangun pagi-pagi dan tinggal duduk malam-malam, memakan roti kerja kerasmu, ya, karena Dia mengaruniakan bagi yang dikasihi-Nya saat tidurnya. (Mazmur 127:2)
Jangan bekerja berlebihan untuk menjadi kaya
Jangan menyusahkan dirimu untuk menjadi kaya; tinggalkan pengertianmu itu. (Amsal 23:4)
Kemalasan dikecam
Pergilah kepada semut, hai para pemalas; perhatikan cara hidupnya dan jadilah bijaksana. Tanpa ada pemimpin, pengatur, atau penguasa, ia menyiapkan rotinya pada musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen. (Amsal 6:6-8)
Dia yang mengumpulkan pada musim panas adalah anak yang bijak, tetapi dia yang tidur pada waktu panen adalah anak yang menyebabkan malu. (Amsal 10:5)
Bagaikan cuka bagi gigi dan asap bagi mata, seperti itulah seorang pemalas bagi mereka yang menyuruhnya. (Amsal 10:26)
Orang malas tidak akan memanggang buruannya, tetapi orang rajin memperoleh kekayaan yang berharga. (Amsal 12:27)
Jalan si pemalas bagaikan pagar duri, tetapi jalan orang jujur itu rata. (Amsal 15:19)
Orang yang bermalas-malasan dalam pekerjaannya adalah saudara bagi orang yang merusak. (Amsal 18:9)
Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, dan bahkan tidak akan mengembalikannya ke dalam mulutnya. (Amsal 19:24)
Si pemalas berkata, “Ada singa di luar. Aku akan dibunuh di tengah jalan.” (Amsal 22:13)
Si pemalas berkata, “Ada singa di jalan! Ada singa di lorong-lorong!” Bagaikan pintu yang berputar pada engselnya, seperti itulah pemalas di tempat tidurnya. Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, dan dia terlalu malas untuk mengembalikannya ke dalam mulutnya. Si pemalas itu berhikmat menurut pandangannya sendiri daripada tujuh orang yang dapat menjawab dengan bijaksana. (Amsal 26:13-16)
Akibat kemalasan
Kelaparan
Kemalasan mendatangkan tidur nyenyak, dan jiwa yang lamban akan menderita kelaparan. (Amsal 19:15)
Pemalas tidak membajak pada musim dingin; dia akan mencari pada musim menuai, dan tidak mendapat apa-apa. (Amsal 20:4)
Kemiskinan
Berapa lama lagi kamu akan berbaring, hai para pemalas? Kapan kamu akan bangun dari tidurmu? “Tidur sebentar, mengantuk sebentar, melipat tangan sebentar untuk berbaring.” Dengan demikian, kemiskinan akan datang kepadamu seperti seorang perampok, dan kemelaratan seperti orang bersenjata. (Amsal 6:9-11)
Tangan orang lamban menyebabkan kemiskinan, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya. (Amsal 10:4)
Dalam setiap jerih payah ada keuntungan, tetapi perkataan bibir semata mendatangkan kekurangan. (Amsal 14:23)
Jangan menyukai tidur supaya kamu tidak menjadi miskin; bukalah matamu, maka kamu akan kenyang dengan makanan. (Amsal 20:13)
Sebab, peminum dan pelahap akan menjadi miskin, dan kantuk akan memakaikan pakaian compang-camping pada mereka. (Amsal 23:21)
Aku melintas di ladang seorang pemalas, di kebun anggur orang yang tidak berakal budi. Lihatlah, semuanya itu ditumbuhi semak berduri; tanahnya tertutup jelatang, dan tembok batunya sudah runtuh. Aku memandanginya, dan hatiku memikirkannya; aku melihat, dan menerima didikan. “Tidur sebentar, mengantuk sebentar, melipat tangan sebentar untuk berbaring.” Dengan demikian, kemiskinan akan datang kepadamu seperti seorang perampok, dan kemelaratan seperti orang bersenjata. (Amsal 24:30-34)
Melalui kemalasan, atap menjadi roboh, dan melalui tangan yang menganggur, rumah menjadi bocor. (Pengkhotbah 10:18)
Kematian
Keinginan si pemalas akan membunuhnya; sebab, tangannya menolak untuk bekerja. (Amsal 21:25)
Jiwa yang kelaparan
Hati pemalas penuh keinginan, tetapi tidak mendapat apa pun, tetapi hati orang rajin diberi kemakmuran. (Amsal 13:4)
Kerja paksa
Tangan orang rajin akan memerintah, tetapi orang malas akan menjadi pekerja paksa. (Amsal 12:24)
Sisihkan waktu dari pekerjaan untuk beristirahat dan beribadah
Sabat
Tuhan menetapkan Sabat
Pada hari ketujuh, Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya itu, dan Dia beristirahat pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya, yang telah dilakukan-Nya. Lalu, Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, sebab pada saat itu, Dia beristirahat dari segala pekerjaan-Nya, yang telah Dia lakukan dalam penciptaan. (Kejadian 2:2-3)
Sebab, selama enam hari TUHAN menciptakan langit dan bumi, laut dan segala yang ada di dalamnya, lalu beristirahat pada hari ketujuh. Karena itu, TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. (Keluaran 20:11)
Itu adalah tanda antara Aku dan keturunan Israel selama-lamanya. Sebab, selama enam hari TUHAN bekerja menciptakan langit dan bumi, dan pada hari ketujuh Dia berhenti dan beristirahat.” (Keluaran 31:17)
Sebab, dalam suatu nas, Allah berbicara demikian tentang hari ketujuh, “Pada hari ketujuh, Allah berhenti dari semua pekerjaan-Nya.” Untuk mereka yang telah masuk ke dalam perhentian Allah, mereka juga telah beristirahat dari pekerjaannya, seperti yang Allah lakukan dari pekerjaan-Nya. (Ibrani 4:4, 10)
Sabat diwajibkan dalam Perjanjian Lama
Pada hari pertama akan ada pertemuan kudus, begitu pula pada hari ketujuh akan ada pertemuan kudus bagimu. Tidak ada pekerjaan yang boleh dilakukan pada hari-hari itu. Apa yang perlu dimakan oleh setiap orang, hanya itulah yang boleh kamu siapkan. (Keluaran 12:16)
Selama enam hari kamu akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah Sabat TUHAN, Allahmu. Pada hari itu, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun, kamu, ataupun anak laki-lakimu, ataupun anak perempuanmu, ataupun hamba laki-lakimu, ataupun hamba perempuanmu, ataupun ternakmu, ataupun orang asing yang ada di kotamu. (Keluaran 20:9-10)
Enam hari lamanya kamu akan mengerjakan pekerjaanmu, tetapi pada hari ketujuh kamu harus beristirahat agar sapimu dan keledaimu dapat beristirahat, begitu pula dengan anak budak perempuanmu dan orang asing agar mereka dapat beristirahat. (Keluaran 23:12)
Kamu harus bekerja selama enam hari, tetapi pada hari ketujuh kamu harus beristirahat, sekalipun itu pada musim membajak atau musim panen, kamu harus beristirahat. (Keluaran 34:21)
Enam hari lamanya pekerjaan harus dilakukan, tetapi hari yang ketujuh harus menjadi hari yang kudus, yaitu Sabat peristirahatan bagi TUHAN. Siapa pun yang melakukan pekerjaan pada saat itu harus dihukum mati. (Keluaran 35:2)
Kamu boleh bekerja selama enam hari, tetapi hari yang ketujuh merupakan Sabat, hari peristirahatan penuh. Kamu harus menggunakan hari itu sebagai hari pertemuan kudus. Kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu. Sebab, itu adalah hari Sabat bagi TUHAN di seluruh kediamanmu. (Imamat 23:3)
Selama enam hari kamu akan bekerja dan melakukan semua pekerjaanmu. Namun, hari ketujuh adalah Sabat bagi TUHAN, Allahmu. Pada hari itu, jangan lakukan pekerjaan apa pun. Baik kamu, anakmu laki-laki dan perempuan, hambamu laki-laki dan perempuan, sapi, keledai, atau hewanmu yang lain, maupun orang asing di kotamu, supaya hambamu laki-laki dan perempuan dapat beristirahat sama sepertimu. (Ulangan 5:13-14)
Jika orang-orang di negeri itu membawa barang-barang atau bermacam-macam gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat itu atau pada hari kudus. Setiap tahun ketujuh, kami membiarkan hasil tanah kami dan tidak menagih utang. (Nehemia 10:31)
Beginilah firman TUHAN, ‘Berhati-hatilah demi nyawamu sendiri, dan janganlah membawa muatan apa pun pada hari Sabat atau membawanya masuk melalui pintu-pintu gerbang Yerusalem. Jangan membawa muatan keluar dari rumah-rumahmu pada hari Sabat atau melakukan pekerjaan apa pun, tetapi kuduskanlah hari Sabat, seperti yang Aku perintahkan kepada nenek moyangmu.’ ‘Jika kamu mendengarkan Aku dengan sungguh-sungguh,’ firman TUHAN, ‘untuk tidak membawa masuk muatan melalui pintu-pintu gerbang kota ini pada hari Sabat, tetapi menguduskan hari Sabat, dan tidak melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu, (Yeremia 17:21-22, 24)
Hukuman karena tidak memelihara Sabat
Selama enam hari kamu boleh bekerja, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat, hari peristirahatan yang kudus bagi TUHAN. Siapa pun yang bekerja pada hari Sabat harus dihukum mati. (Keluaran 31:15)
Ketika orang Israel berada di padang gurun, mereka mendapati seseorang sedang mengumpulkan kayu pada hari Sabat. Mereka yang melihat orang itu mengumpulkan kayu membawanya kepada Musa, Harun, dan seluruh jemaat. Mereka menahan orang itu karena belum ada keputusan tentang apa yang harus dilakukan terhadapnya. Lalu, TUHAN berkata kepada Musa, “Orang itu harus mati. Seluruh umat harus merajamnya dengan batu di luar perkemahan.” (Bilangan 15:32-35)
Pada masa itu, di Yehuda, aku melihat orang-orang memeras anggur pada hari Sabat. Mereka juga membawa berkas-berkas gandum dan meletakkan muatan yang berisi air anggur, buah anggur, buah ara dan segala jenis beban ke atas keledai yang mereka bawa ke Yerusalem pada hari Sabat. Karena itu, aku memperingatkan mereka ketika menjual barang-barang mereka pada hari itu. Orang-orang Tirus yang tinggal di Yehuda juga membawa ikan dan semua jenis barang serta menjualnya kepada keturunan Yehuda pada hari Sabat, bahkan sampai di Yerusalem. Setelah itu, aku menegur para pembesar Yehuda dan berkata kepada mereka, “Hal jahat apa yang kamu lakukan ini? Kamu menajiskan hari Sabat. Bukankah nenek moyangmu melakukan hal yang sama dan bukankah Allah kita mendatangkan semua bencana terhadap kita dan terhadap kota ini? Sekarang, kamu mendatangkan kemarahan yang lebih besar kepada Israel dengan menajiskan hari Sabat.” (Nehemia 13:15-18)
Kamu akan mengatakan semua perkataan ini kepada mereka, tetapi mereka tidak akan mendengarkanmu. Kamu akan memanggil mereka, tetapi mereka tidak akan menjawabmu. (Yeremia 7:27)
Tahun Sabat
“Selama 6 tahun kamu harus menabur benih di tanahmu dan akan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh, kamu harus membiarkannya dan meninggalkannya supaya apa pun yang ditinggalkan oleh tanah itu dapat dimakan oleh binatang di ladang. Kamu harus melakukan hal yang sama dengan kebun anggurmu dan pohon-pohon zaitunmu. (Keluaran 23:10-11)
TUHAN berfirman kepada Musa di Gunung Sinai, “Katakanlah kepada umat Israel: ‘Apabila kamu memasuki negeri yang akan Kuberikan kepadamu, negeri itu harus diberi masa istirahat sebagai Sabat bagi TUHAN. Selama enam tahun kamu harus menabur benih di ladangmu dan enam tahun juga kamu memanen kebun anggurmu serta mengumpulkan hasil panennya. Namun, selama tahun ketujuh, tanah itu harus mendapatkan masa istirahat, Sabat bagi TUHAN. Kamu tidak boleh menabur benih di ladangmu atau memanen kebun anggurmu. Jangan memanen segala sesuatu yang tumbuh sendiri setelah masa panenmu ataupun mengumpulkan buah anggur dari pohon anggur yang tidak dipangkas daunnya. Tanah itu harus diberikan masa istirahat selama tahun Sabat. (Imamat 25:1-5)
Jika orang-orang di negeri itu membawa barang-barang atau bermacam-macam gandum untuk dijual pada hari Sabat, kami tidak akan membelinya dari mereka pada hari Sabat itu atau pada hari kudus. Setiap tahun ketujuh, kami membiarkan hasil tanah kami dan tidak menagih utang. (Nehemia 10:31)
Akibat tidak memelihara tahun Sabat
Pada waktu itu, negerimu akan mendapatkan hari Sabat selama masa kesunyian itu, sementara kamu tinggal di negeri-negeri musuhmu. Negerimu akan mendapat peristirahatan dan menikmati Sabatnya. (Imamat 26:34)
Negeri itu akan mereka tinggalkan dan menikmati Sabatnya selama negeri itu sunyi tanpa mereka. Sementara itu, mereka akan menerima hukuman untuk kesalahan mereka karena menolak hukum-hukum-Ku dan karena jiwa mereka muak terhadap peraturan-peraturan-Ku. (Imamat 26:43)
Tahun Yobel
Tahun kelima puluh harus menjadi tahun Yobel bagimu. Jangan menabur atau menuai hasil yang tumbuh dengan sendirinya. Juga jangan memanen buah anggur dari ranting yang tidak dipangkas. (Imamat 25:11)
Hari raya keagamaan dalam Perjanjian Lama
Paskah
Pada hari pertama ada pertemuan kudus, kamu tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat. (Bilangan 28:18)
Pada hari ketujuh, adakanlah pertemuan kudus, janganlah melakukan semua pekerjaan yang berat.” (Bilangan 28:25)
Selama enam hari, kamu harus makan roti yang tidak beragi. Pada hari ketujuh, adakanlah pertemuan yang khidmat untuk TUHAN, Allahmu. Jangan lakukan pekerjaan apa pun. (Ulangan 16:8)
Hari Pendamaian
Itulah peraturan yang berlaku selamanya bagimu: Pada hari ke-10 bulan ke-7, kamu harus merendahkan hatimu dan tidak mengerjakan pekerjaan apa pun, baik orang Israel asli ataupun pendatang yang ada di antaramu. (Imamat 16:29)
‘Tepat pada hari ke-10 bulan ketujuh adalah hari pendamaian. Itu harus menjadi hari pertemuan kudus bagimu. Kamu harus merendahkan diri dan mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Jangan melakukan pekerjaan apa pun pada hari itu, sebab hari itu adalah Hari Pendamaian untuk mengadakan pendamaian bagimu di hadapan TUHAN, Allahmu. Jika ada seseorang yang tidak merendahkan dirinya pada hari itu, orang itu harus dilenyapkan dari antara umatnya. Jika seseorang melakukan pekerjaan pada hari itu, Aku akan membinasakan orang itu dari antara umatnya. Kamu tidak boleh melakukan pekerjaan apa pun. Ini harus menjadi peraturan untuk selamanya, dari generasi ke generasi, di mana pun kamu tinggal. (Imamat 23:27-31)
Hari Raya Roti Tidak Beragi
Pada hari pertama perayaan itu, kamu harus mengadakan pertemuan kudus. Jangan melakukan pekerjaan berat pada hari itu. Selama tujuh hari kamu harus mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Pada hari ketujuh, kamu harus mengadakan pertemuan kudus. Janganlah melakukan semua pekerjaan yang berat.’” (Imamat 23:7-8)
Hari Raya Pondok Daun
“Katakanlah kepada umat Israel: ‘Hari ke-15 bulan 7 adalah hari raya Pondok Daun bagi TUHAN selama tujuh hari. Hari pertama dari ketujuh hari itu merupakan hari pertemuan kudus. Jangan melakukan pekerjaan berat pada hari itu. Selama tujuh hari, kamu harus mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Pada hari kedelapan, kamu harus mengadakan pertemuan kudus yang lain dan mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN. Itu adalah pertemuan raya. Jangan melakukan pekerjaan berat pada hari itu.’” (Imamat 23:34-36)
“Pada hari kelima belas bulan ketujuh, adakanlah pertemuan kudus. Janganlah melakukan pekerjaan yang berat. Kamu harus mengadakan perayaan bagi TUHAN selama tujuh hari. Pada hari kedelapan menjadi perayaan besar bagimu. Jangan melakukan pekerjaan apa pun. (Bilangan 29:12, 35)
Berbagai hari raya keagamaan
Pada hari itu juga, kamu harus membuat satu pernyataan bahwa akan ada pertemuan kudus. Jangan melakukan pekerjaan berat pada hari itu. Ini akan menjadi peraturan yang berlaku selamanya, dari generasi ke generasi, di mana pun kamu tinggal. (Imamat 23:21)
“Katakanlah kepada umat Israel: ‘Pada hari pertama bulan ketujuh, kamu harus mengadakan hari perhentian penuh. Tiuplah trompet untuk mengingatkan umat bahwa itu adalah hari pertemuan kudus. Janganlah melakukan pekerjaan berat pada hari itu, tetapi kamu harus mempersembahkan kurban bakaran kepada TUHAN.’” (Imamat 23:24-25)
“Pada panen pertamamu, waktu kamu membawa hasil panenmu sebagai kurban sajian bagi TUHAN pada Hari Raya Tujuh Pekan, kamu harus menyelenggarakan pertemuan kudus, janganlah melakukan semua pekerjaan yang berat. (Bilangan 28:26)
“Pada hari pertama bulan ketujuh, kamu harus mengadakan pertemuan kudus. Janganlah melakukan pekerjaan yang berat. Itulah hari raya Peniupan Trompet. (Bilangan 29:1)
“Pada hari kesepuluh pada bulan ketujuh, kamu harus mengadakan pertemuan kudus, dan hendaklah kamu merendahkan diri dengan berpuasa. Janganlah melakukan pekerjaan apa pun. (Bilangan 29:7)
Bagian Allah dalam pekerjaan
Allah memberi keterampilan kerja
Kamu harus berbicara kepada semua orang ahli, yang telah Kupenuhi dengan roh hikmat, agar mereka membuat pakaian Harun untuk mengkhususkannya sehingga dia dapat melayani sebagai imam bagi-Ku. (Keluaran 28:3)
Kemudian, TUHAN berfirman kepada Musa, firman-Nya, “Lihat, Aku telah memanggil nama Bezaleel, anak Uri, anak Hur, dari suku Yehuda, dan Aku telah memenuhinya dengan Roh Allah dalam hal hikmat, dan pengertian, dan pengetahuan, dan bermacam-macam keahlian (Keluaran 31:1-3)
Lihatlah, Aku juga telah menetapkan seseorang untuk menyertainya, yaitu Aholiab, anak Ahisamakh, dari suku Dan. Bahkan, Aku telah memberikan keahlian kepada semua pekerja lainnya supaya mereka dapat membuat segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu, yaitu: (Keluaran 31:6)
Kemudian, Musa berkata kepada bangsa Israel, “Lihatlah, TUHAN telah memanggil nama Bezaleel, anak Uri, anak Hur, dari suku Yehuda, dan Dia memenuhinya dengan Roh Allah, dengan hikmat, dan dengan pengertian, dan dengan pengetahuan, dan dengan segala macam pekerjaan tangan, untuk membuat rancangan pengerjaan emas, dan perak, dan perunggu, untuk memotong batu-batu permata untuk diukir, dan untuk mengukir kayu, untuk membuat segala macam pekerjaan rancangan itu. TUHAN juga telah menaruh dalam hatinya supaya dia dapat mengajar, baik dia maupun Aholiab, anak Ahisamakh, dari suku Dan. Dia memenuhi mereka dengan keahlian untuk mengerjakan segala macam pekerjaan pemahat, perancang, dan pemintal kain biru, kain ungu, kain kirmizi, dan kain linen halus, dan penenun, yang melakukan setiap pekerjaan dan yang merancang segala sesuatunya.” (Keluaran 35:30-35)
“Bezaleel, Aholiab, dan setiap orang yang ahli, yang telah dikaruniai TUHAN dengan keahlian dan pengertian untuk mengetahui bagaimana mengerjakan segala pekerjaan tempat kudus harus bekerja berdasarkan segala sesuatu yang telah diperintahkan Allah.” Lalu, Musa memanggil Bezaleel, Aholiab, dan semua orang yang ahli, yang telah dikaruniai dengan keahlian dari TUHAN, dan setiap orang yang hatinya menggerakkan dia untuk datang melakukan pekerjaan itu. (Keluaran 36:1-2)
Semoga TUHAN memberimu kebijaksanaan dan pengertian supaya ketika Dia memerintahkanmu memimpin Israel, kamu sanggup memegang teguh Taurat TUHAN, Allahmu. (1 Tawarikh 22:12)
Allah berfirman kepada Salomo, “Oleh karena ini yang ada dalam hatimu dan kamu tidak meminta kekayaan, harta benda, kemuliaan, nyawa orang yang membencimu, dan atau umur panjang, tetapi meminta hikmat dan pengetahuan supaya dapat memerintah umat-Ku yang atasnya kamu telah Kuangkat menjadi raja, maka hikmat dan pengetahuan itu Kuberikan kepadamu. Selain itu, Aku akan memberikan kekayaan, harta benda, dan kemuliaan yang belum pernah dimiliki raja-raja sebelum kamu dan tidak akan dimiliki oleh seorang pun sesudah kamu.” (2 Tawarikh 1:11-12)
Semua raja di bumi berusaha menghadap Salomo untuk mendengarkan hikmat yang telah Allah letakkan dalam hatinya. (2 Tawarikh 9:23)
Sebab, kepada orang yang baik di hadapan-Nya, Allah memberikan hikmat, pengetahuan, dan sukacita. Namun, kepada orang berdosa, Dia memberikan tugas untuk mengumpulkan dan menimbun untuk diberikan kepada orang yang baik di hadapan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha mengejar angin. (Pengkhotbah 2:26)
Dan, kepada keempat orang muda itu, Allah mengaruniakan pengetahuan dan kepandaian dalam segala tulisan dan hikmat. Bahkan, Daniel memiliki pemahaman akan seluruh penglihatan dan mimpi-mimpi. (Daniel 1:17)
Dialah yang mengubah waktu dan masa; Dia memecat raja dan mengangkat raja. Dialah yang memberi hikmat kepada orang-orang bijaksana dan akal budi diberitahukan-Nya kepada orang yang memahami pengertian. Ya Allah nenek moyangku, aku memuji dan memuliakan Engkau, sebab telah memberikan aku hikmat dan kekuatan. Sekarang, telah diberitahukan kepadaku apa yang kami mohon kepada-Mu; sebab, Engkau telah memberitahukan kami mengenai persoalan raja.” (Daniel 2:21, 23)
Allah memberi keberhasilan
TUHAN menyertainya sehingga dia menjadi orang yang berhasil dan dia tinggal di rumah tuannya, orang Mesir itu. Tuannya melihat bahwa TUHAN menyertainya dan TUHAN membuat segala yang dilakukannya berhasil di tangannya. (Kejadian 39:2-3)
Kiranya TUHAN membalas perbuatanmu dan upah sepenuhnya akan diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya kamu telah datang berlindung.” (Rut 2:12)
“Sekarang, anakku, kiranya TUHAN menyertai kamu sehingga kamu berhasil membangun bait TUHAN, Allahmu, seperti yang Dia firmankan mengenai kamu. (1 Tawarikh 22:11)
Aku memberi tahu mereka bagaimana tangan baik Allahku menaungi aku dan juga perkataan raja yang dia katakan kepadaku. Mereka menjawab, “Mari kita membangun.” Lalu, mereka menguatkan tangan mereka untuk pekerjaan yang baik ini. Aku menjawab mereka dan berkata, “Allah semesta langit akan membuat kami berhasil. Kami, hamba-hamba-Nya, akan bangkit dan membangun kembali, tetapi kamu tidak akan mendapat bagian, hak, atau sesuatu yang akan membuatmu diingat di Yerusalem.” (Nehemia 2:18, 20)
Ketika musuh-musuh kami mendengar bahwa rencana mereka telah kami ketahui dan Allah menggagalkan rencana mereka, kami semua kembali ke tembok, masing-masing ke pekerjaannya. Aku berbicara kepada para pembesar, penguasa, dan orang-orang lainnya, “Pekerjaan ini sangat besar dan luas. Kita tercerai berai di sepanjang tembok dan saling berjauhan. Di mana pun kamu mendengar suara trompet, bergabunglah dengan kami di sana. Allah kita akan berperang bagi kita!” (Nehemia 4:15, 19-20)
Tembok itu selesai pada hari ke-25 bulan Elul, dalam 52 hari. Ketika semua musuh kami mendengar hal itu dan semua bangsa di sekeliling kami melihatnya, mereka merasa tidak berdaya karena mereka tahu bahwa pekerjaan ini diselesaikan dengan bantuan Allah kami. (Nehemia 6:15-16)
Yohanes menjawab, “Manusia tidak dapat menerima apa pun, kecuali hal itu diberikan kepadanya dari surga. (Yohanes 3:27)
Pada akhirnya Allah yang mengendalikan kenaikan jabatan
Kekayaan dan kemuliaan berasal dari-Mu, Engkau berkuasa atas segala-galanya. Dalam tangan-Mu terdapat kuasa dan keperkasaan! Dalam tangan-Mu terdapat kuasa untuk memperbesar dan mengukuhkan segala sesuatu! (1 Tawarikh 29:12)
Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang berkenan kepadamu sehingga Dia mendudukkanmu di atas takhta-Nya sebagai raja mewakili TUHAN, Allahmu. Karena Allahmu mengasihi orang Israel dan hendak mengukuhkan mereka untuk selama-lamanya, Dia menjadikan engkau raja atas mereka untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.” (2 Tawarikh 9:8)
Sebab, bukan dari timur atau barat, atau dari padang belantara datangnya peninggian itu, melainkan dari Allah yang adalah Hakim; Dia merendahkan yang satu dan meninggikan yang lain. (Mazmur 75:6-7)
Ya Tuanku Raja, raja segala raja, Allah semesta langit telah memberikan kepada engkau kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan, dan di mana pun anak-anak manusia, binatang-binatang di padang, dan burung-burung di udara tinggal telah diserahkan-Nya ke dalam tanganmu, dan Dia telah membuat engkau berkuasa atas semuanya itu. Engkaulah kepala dari emas itu.” (Daniel 2:37-38)
Dia dihalau dari antara manusia, hatinya menjadi sama dengan hati binatang, dan tinggal dengan berada di antara keledai liar. Dia diberi makan rumput seperti sapi, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai dia mengakui bahwa Allah Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan-kerajaan manusia, dan bahwa Dia mengangkat siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (Daniel 5:21)
Allah dapat mendorong orang untuk bekerja
Lalu, TUHAN membangkitkan semangat Zerubabel anak Sealtiel, gubernur Yehuda, dan semangat Yosua anak Yozadak, Imam Besar, dan semangat seluruh sisa bangsa itu. Kemudian, mereka datang dan melakukan pekerjaan pembangunan Bait TUHAN semesta alam, Allah mereka, (Hagai 1:14)
Tanggung jawab majikan dan pekerja
Tanggung jawab majikan
Bayarlah upah yang adil
“Celakalah dia yang membangun istana dengan ketidakbenaran, dan kamar-kamar atasnya dengan ketidakadilan, yang mempekerjakan sesamanya tanpa upah, dan tidak memberikan upahnya kepadanya; (Yeremia 22:13)
Kemudian, Aku akan datang mendekatimu dalam penghakiman dan Aku akan segera bersaksi menentang para tukang sihir, dan menentang para pezina, dan menentang orang-orang bersumpah palsu, dan menentang orang-orang yang memeras upah pekerja upahan, janda, dan anak yatim, dan yang memutarbalikkan hak orang asing, dan yang tidak takut kepada-Ku,” TUHAN semesta alam berfirman. (Maleakhi 3:5)
Contoh merundingkan upah yang adil
Kemudian, Laban bertanya kepada Yakub, “Hanya karena kamu adalah saudaraku, apakah kamu harus bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku, apakah upahmu?” (Kejadian 29:15)
Lalu, katanya pula, “Sebutkan upahmu kepadaku dan aku akan memberikannya.” (Kejadian 30:28)
Hukuman bagi mereka yang tidak membayar upah yang adil
Hai orang-orang kaya, dengarkanlah! Menangis dan merataplah untuk penderitaan yang akan menimpamu. (Yakobus 5:1)
Emas dan perakmu telah berkarat, dan karat itu akan menjadi bukti yang memberatkanmu serta akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah menimbun harta pada hari-hari terakhir. Dengarlah, upah para pekerja yang mengolah ladangmu, yang kamu tahan dengan kecurangan, berteriak melawanmu. Dan, teriakan para pemanennya telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. (Yakobus 5:3-4)
Perumpamaan dengan gambaran membayar upah yang adil
“Sebab, Kerajaan Surga adalah seperti pemilik kebun yang pagi-pagi sekali pergi untuk mencari pekerja-pekerja bagi kebun anggurnya. Ketika ia sudah sepakat dengan para pekerja itu untuk sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Dan, kira-kira pada jam ketiga ia pergi dan melihat yang lainnya sedang berdiri menganggur di pasar. Lalu, ia berkata kepada mereka, ‘Kamu, pergilah juga ke kebun anggur dan apa yang pantas akan aku berikan kepadamu.’ Dan, mereka pun pergi. Sekali lagi, sekitar jam keenam dan jam kesembilan ia pergi dan melakukan hal yang sama. Dan, kira-kira pada jam kesebelas, ia pergi dan menemukan yang lainnya sedang berdiri dan berkata kepada mereka, ‘Mengapa kamu berdiri di sini menganggur sepanjang hari?’ Mereka berkata kepadanya, ‘Karena belum ada yang mempekerjakan kami.’ Pemilik kebun itu berkata kepada mereka, ‘Kamu, pergilah juga ke kebun anggurku.’ Ketika hari sudah mulai malam, pemilik kebun itu berkata kepada mandornya, ‘Panggillah para pekerja dan bayarkan kepada mereka upahnya, dimulai dengan yang terakhir sampai yang pertama.’ Ketika mereka yang dipekerjakan pada jam kesebelas, datang, masing-masing orang menerima 1 dinar. Ketika mereka yang dipekerjakan pertama kali, datang, mereka mengira akan menerima lebih banyak. Namun, mereka masing-masing juga menerima 1 dinar. Ketika menerimanya, mereka memprotes kepada pemilik kebun. Mereka berkata, ‘Orang-orang yang masuk terakhir hanya bekerja selama 1 jam, dan engkau membuat mereka sama dengan kami, yang sudah menanggung beban dan panas terik seharian.’ Akan tetapi, pemilik kebun itu menjawab dan berkata kepada satu dari mereka, ‘Saudara, aku tidak bersalah kepadamu. Bukankah kamu sudah sepakat denganku untuk satu dinar? Ambillah milikmu dan pergilah, tetapi aku ingin memberi kepada orang yang terakhir ini, sama seperti kepadamu. Apakah aku tidak dibenarkan untuk melakukan apa pun yang kuinginkan terhadap milikku sendiri? Atau, apakah matamu jahat karena aku baik?’ Jadi, yang terakhir akan menjadi yang pertama, dan yang pertama akan menjadi yang terakhir.” (Matius 20:1-16)
Bayarlah pekerja dengan segera
Jangan menindas atau merampas sesamamu. Jangan menahan upah seorang buruh sepanjang malam sampai pagi. (Imamat 19:13)
Janganlah kamu memeras pekerja yang miskin dan menderita, apakah dia saudaramu atau orang asing yang tinggal di salah satu kotamu. Bayarlah upahnya pada hari yang sama sebelum matahari terbenam, karena dia miskin dan sangat mengharapkannya sehingga dia akan berseru kepada TUHAN mengenai kamu dan hal itu akan menjadi dosa bagimu. (Ulangan 24:14-15)
Bersikaplah benar dan adil
Tuan-tuan, perlakukanlah budak-budakmu dengan benar dan adil karena kamu tahu bahwa kamu juga mempunyai Tuan di surga. (Kolose 4:1)
Jangan mengancam, tetapi layanilah pekerjamu
Melayani dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Sebab, kamu tahu, entah ia budak ataupun orang merdeka, jika ia melakukan hal yang baik, Tuhan akan memberi upah kepadanya. Tuan-tuan, lakukanlah juga kepada hamba-hambamu. Berhentilah mengancam karena ketahuilah baik Tuanmu atau Tuan mereka sama-sama ada di surga, dan Ia tidak pilih kasih. (Efesus 6:7-9)
Dengarkan keluhan pekerja
Jika aku telah menolak hak pelayanku laki-laki atau pelayanku perempuan ketika mereka mengeluh terhadapku, apa yang akan aku lakukan ketika Allah mengecam? Ketika Dia memanggilku, apa yang harus aku jawab kepada-Nya? Bukankah Allah yang menjadikan aku dalam kandungan, juga menjadikan dia? Bukankah Dia yang membentuk kita dalam kandungan? (Ayub 31:13-15)
Berilah pekerja istirahat yang cukup atau tanggunglah akibatnya
“Mengapa kami berpuasa jika Engkau tidak memperhatikannya? Mengapa kami merendahkan diri jika Engkau tidak mengindahkannya? Sesungguhnya, pada hari puasamu, kamu mencari keinginanmu sendiri dan menindas semua pekerjamu. (Yesaya 58:3)
Bila majikan tidak jujur, pekerja menjadi tidak jujur
Jika pemerintah menghiraukan perkataan dusta, semua pegawainya akan menjadi fasik. (Amsal 29:12)
Perlakuan khusus bagi pekerja yang seiman
Jika kamu membeli seorang budak Ibrani, dia harus bekerja untukmu selama 6 tahun. Namun, pada tahun yang ketujuh dia harus keluar dengan merdeka tanpa membayar apa pun. (Keluaran 21:2)
Jika saudaramu, baik laki-laki maupun perempuan Ibrani, dijual kepadamu dan melayanimu selama enam tahun, kamu harus membebaskannya sebagai orang merdeka pada tahun ketujuh. Ketika kamu membebaskan dia pergi, janganlah kamu membiarkannya pergi dengan tangan hampa. Kamu harus memberikan kepadanya beberapa dari ternakmu, gandum, dan anggurmu sesuai dengan berkat dari TUHAN, Allahmu, yang telah memberkatimu. (Ulangan 15:12-14)
Majikan diberkati karena memiliki pekerja yang saleh
Laban berkata kepadanya, “Aku mohon kepadamu, jika kamu berkenan, tinggallah denganku sebab aku telah mengamati tanda-tanda bahwa TUHAN memberkatiku karenamu.” (Kejadian 30:27)
Sejak Potifar mengangkat Yusuf dalam rumahnya dan atas segala miliknya, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf. Berkat TUHAN itu ada pada segala sesuatu yang dimilikinya, baik di dalam rumah maupun di ladang. (Kejadian 39:5)
Majikan yang setia
Selain itu, sejak hari aku ditunjuk menjadi gubernur mereka di tanah Yehuda, dari tahun ke-20 sampai tahun ke-32 pada masa kerajaan Artahsasta, yaitu selama dua belas tahun, baik aku maupun saudara-saudaraku tidak memakan makanan yang disediakan untuk gubernur. (Nehemia 5:14)
Akan tetapi, gubernur yang memerintah sebelumnya, memberikan beban yang berat kepada rakyat dan mengambil roti dan anggur dari mereka, selain 40 syikal perak. Bahkan, anak buah mereka berkuasa atas rakyat, tetapi aku tidak melakukan perbuatan seperti itu karena aku takut kepada Allah. (Nehemia 5:15)
Aku juga melanjutkan pembangunan tembok ini dan kami tidak membeli tanah sedikit pun. Semua anak buahku berkumpul di sana untuk mengerjakan pembangunan itu. (Nehemia 5:16)
Bahkan, 150 orang Yahudi dan para penguasa duduk makan di mejaku bersama orang-orang yang datang kepada kami dari bangsa-bangsa di sekitar kami. (Nehemia 5:17)
Setiap hari, makanan yang disediakan bagiku adalah seekor sapi, enam ekor domba pilihan, dan bermacam-macam jenis burung. Setiap sepuluh hari, semua jenis anggur disediakan di mejaku dengan berlimpah. Namun, aku tidak pernah meminta makanan yang disediakan untuk gubernur karena perbudakan itu terlalu berat bagi orang-orang ini. (Nehemia 5:18)
Majikan yang tidak setia
Dengan kekerasan, orang Mesir memaksa keturunan Israel untuk bekerja, dan membuat hidup mereka pahit dengan perbudakan yang berat, yaitu mengolah tanah liat, dan batu bata, dan segala jenis pekerjaan di ladang. Segala pekerjaan mereka, yang dipaksakan kepada mereka untuk dilakukan, disertai dengan kekerasan. (Keluaran 1:13-14)
Selektiflah dalam merekrut pekerja
Bagaikan pemanah yang melukai setiap orang, seperti itulah orang yang mempekerjakan orang bodoh atau yang mempekerjakan orang yang lewat. (Amsal 26:10)
Tanggung jawab pekerja
Jadilah setia
Kemudian, para pejabat tinggi dan para wakil raja mencari alasan untuk menjatuhkan Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak menemukan alasan atau kesalahan apa pun, sebab dia setia dan tidak didapati kelalaian atau kesalahan padanya. (Daniel 6:4)
Layanilah majikan yang saleh dengan lebih setia
Sedangkan para budak yang tuannya adalah orang percaya, janganlah mengurangi rasa hormat kepada mereka karena mereka adalah saudara-saudara seiman. Sebaliknya, para budak harus melayani tuannya dengan lebih baik lagi karena yang menerima berkat pelayanan adalah orang-orang percaya dan yang mereka kasihi. Ajarkan dan nasihatkan hal-hal ini kepada mereka. (1 Timotius 6:2)
Keberhasilan dapat merupakan hasil kesetiaan pekerja
Hamba yang berakal budi akan berkuasa atas anak yang membuat malu, dan akan mendapat bagian warisan di antara saudara-saudara. (Amsal 17:2)
Siapa memelihara pohon ara akan memakan buahnya, dan siapa menjaga tuannya akan dihormati. (Amsal 27:18)
Dan, Daniel ini berhasil pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia. (Daniel 6:28)
Contoh pekerja yang begitu setia sehingga pertanggungjawaban tidak diperlukan
Kemudian, mereka tidak mengadakan perhitungan dari orang-orang yang diberi tugas untuk menyerahkan uang, untuk kemudian mereka memberikannya kepada orang-orang yang melakukan pekerjaan, karena mereka bekerja dengan setia. (2 Raja-Raja 12:15)
Namun, janganlah mengadakan perhitungan dengan uang yang diberikan ke tangan mereka karena mereka bekerja dengan jujur.” (2 Raja-Raja 22:7)
Contoh pekerja setia yang diawasi
Orang-orang itu melakukan pekerjaannya dengan setia. Para pengawas yang mengurusi mereka adalah Yahat dan Obaja, orang-orang Lewi dari keturunan Merari, serta Zakharia dan Mesulam dari keturunan Kehat. Semua orang Lewi yang ahli memainkan alat musik. (2 Tawarikh 34:12)
Pekerja yang setia adalah berkat bagi majikan
Bagaikan sejuknya salju pada musim panen, seperti itulah utusan yang setia bagi mereka yang mengutusnya. Dia menyegarkan hati tuan-tuannya. (Amsal 25:13)
Taatilah majikan karena sesungguhnya engkau melayani Tuhan
Budak-budak, taatilah tuanmu yang ada di dunia ini dengan hormat dan gentar, dan dengan ketulusan hati seperti untuk Kristus. Jangan seperti orang-orang yang mengerjakan pekerjaan hanya untuk dilihat orang — untuk menyenangkan manusia, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang melakukan kehendak Allah dari hati. Melayani dengan sepenuh hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Sebab, kamu tahu, entah ia budak ataupun orang merdeka, jika ia melakukan hal yang baik, Tuhan akan memberi upah kepadanya. (Efesus 6:5-8)
Budak-budak, taatilah tuan-tuanmu yang ada di dunia ini dalam segala hal. Lakukanlah itu bukan hanya saat mereka melihatmu dan untuk menyenangkan mereka melainkan dengan tulus hati karena takut akan Tuhan. Apa saja yang kamu lakukan, lakukanlah dengan segenap hati seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia, sebab kamu tahu bahwa dari Tuhan kamu akan menerima warisan sebagai upahmu. Kristus Tuhanlah yang sedang kamu layani. (Kolose 3:22-24)
Hamba-hamba harus tunduk kepada tuan-tuan mereka dalam segala hal, usahakanlah untuk menyenangkan mereka, dan tidak membantah. Jangan mencuri, tetapi tunjukkanlah bahwa kamu dapat dipercaya supaya dalam segala hal mereka memuliakan ajaran Allah, Juru Selamat kita. (Titus 2:9-10)
Bahkan saat bekerja bagi majikan yang tidak wajar
Hamba-hamba, tunduklah kepada tuanmu dengan segala hormat. Bukan hanya kepada mereka yang baik dan lemah lembut, tetapi juga kepada mereka yang tidak adil. Sebab, merupakan suatu kasih karunia jika demi kesadarannya akan Allah, seseorang mau bertahan dalam penderitaan karena ketidakadilan. (1 Petrus 2:18-19)
Hormatilah majikanmu
Semua orang yang menanggung beban sebagai budak haruslah menganggap tuannya sebagai orang yang pantas mendapat segala hormat supaya nama Allah dan pengajaran kita tidak dicela. (1 Timotius 6:1)
Hamba-hamba harus tunduk kepada tuan-tuan mereka dalam segala hal, usahakanlah untuk menyenangkan mereka, dan tidak membantah. (Titus 2:9)
Jangan memfitnah sesama pekerja
Jangan memfitnah seorang hamba kepada tuannya supaya jangan sampai dia mengutukimu, dan kamu didapati bersalah. (Amsal 30:10)
Merasa cukup dengan upahmu
Beberapa tentara bertanya kepadanya, “Bagaimana dengan kami? Apa yang harus kami lakukan?” Yohanes berkata kepada mereka, “Jangan meminta uang dari siapa pun secara paksa atau dengan tuduhan palsu. Cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” (Lukas 3:14)
Bertindaklah dengan integritas moral
Setelah beberapa waktu, terjadilah, istri tuannya memandang Yusuf dan berkata, “Berbaringlah denganku.” Akan tetapi, dia menolak dan berkata kepada istri tuannya itu, “Lihatlah, tuanku tidak mengetahui tentang apa pun yang ada dalam rumah ini dan dia telah menyerahkan segala yang dimilikinya ke tanganku. Tidak seorang pun yang lebih besar daripada aku di rumah ini dan dia tidak menahan apa pun dariku, kecuali engkau, sebab engkau adalah istrinya. Bagaimana mungkin aku dapat melakukan kejahatan yang besar ini dan berdosa terhadap Allah?” (Kejadian 39:7-9)
Prinsip umum pekerjaan dan bisnis
Jangan berkongsi dalam bisnis dengan orang yang tidak percaya
Jangan menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya. Sebab, persamaan apakah yang ada antara kebenaran dan kejahatan? Atau, persamaan apakah yang terdapat antara terang dengan gelap? Kesepakatan apakah yang dimiliki Kristus dengan Belial? Atau, bagian apakah yang ada antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya? Dan, kesepakatan apakah yang ada antara Bait Allah dengan berhala-berhala? Sebab, kita adalah Bait Allah yang hidup, seperti firman Allah, “Aku akan tinggal di dalam mereka dan berjalan di antara mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.” “Karena itu, keluarlah kamu dari tengah-tengah mereka, dan berpisahlah,” kata Tuhan. “Dan, janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.” (2 Korintus 6:14-17)
Bangunlah usaha sebelum membangun rumah
Sediakanlah pekerjaanmu di luar, dan siapkanlah itu di ladang; sesudah itu, bangunlah rumahmu. (Amsal 24:27)
Produktivitas menimbulkan sedikit kekacauan
Jika tidak ada sapi, palungan menjadi bersih, tetapi panen yang melimpah didapat melalui kekuatan sapi. (Amsal 14:4)
Orang yang terampil akan dihormati
Apakah kamu melihat seseorang yang mahir dalam pekerjaannya? Dia akan berdiri di hadapan raja-raja; dia tidak akan berdiri di hadapan orang-orang yang tidak dikenal. (Amsal 22:29)
Jangan memastikan hari esok dalam bisnis
Sekarang, dengarkanlah hai kamu yang berkata, “Hari ini atau besok, kami akan pergi ke kota ini dan itu, tinggal di sana selama setahun, berdagang, dan mendapat keuntungan,” padahal kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu seperti uap yang muncul sebentar, dan kemudian lenyap. Jadi, kamu seharusnya berkata, “Jika Tuhan menghendaki, kami akan hidup dan melakukan ini atau itu.” (Yakobus 4:13-15)
Urusilah urusanmu sendiri dan bekerjalah dengan tanganmu
...dan berusahalah untuk hidup dengan tenang, uruslah urusan-urusanmu sendiri, dan bekerjalah dengan tanganmu sendiri, seperti yang telah kami perintahkan kepadamu, supaya kamu dapat menjalani hidup dengan pantas di hadapan orang-orang luar dan tidak kekurangan apa-apa. (1 Tesalonika 4:11-12)
Orang fasik kadang menganiaya orang saleh untuk melindungi bisnis yang jahat
Sebab, ada orang bernama Demetrius, seorang pengrajin perak, yang membuat kuil-kuil perak Dewi Artemis, memberikan penghasilan yang tidak sedikit bagi tukang-tukangnya. Para tukangnya itu ia kumpulkan bersama dengan pekerja-pekerja di bidang serupa dan berkata, “Saudara-saudara, kamu tahu bahwa kemakmuran kita berasal dari perusahaan ini. Lalu, kamu melihat dan mendengar bahwa, bukan hanya di Efesus melainkan hampir di seluruh Asia, Paulus telah meyakinkan dan membuat banyak orang berbalik dengan mengatakan bahwa allah yang dibuat dengan tangan manusia bukanlah Allah. Hal ini berbahaya bukan hanya bahwa usaha kita akan jatuh ke dalam kehinaan, tetapi juga kuil Dewi Artemis yang agung itu tidak akan sedikit pun diperhitungkan, dan ia, yang disembah di seluruh Asia dan dunia, akan kehilangan keagungannya.” Ketika mereka mendengar hal ini, mereka menjadi sangat marah dan berteriak-teriak, “Besarlah Artemis, dewi orang Efesus!” (Kisah Para Rasul 19:24-28)
Tuhan dapat memakai pekerjaan untuk merendahkan hati kita
...karena mereka telah memberontak melawan ucapan-ucapan Allah, dan menghina nasihat Yang Mahatinggi. Oleh karena itu, Dia merendahkan hati mereka dengan kesusahan; mereka terantuk, tanpa seorang pun yang menolong. (Mazmur 107:11-12)
Imbalan yang adil diwajibkan untuk barang dan jasa
Oleh sebab itu, perintahkanlah orang menebang pohon-pohon aras dari Lebanon untukku. Hamba-hambaku akan beserta dengan hamba-hambamu dan aku akan membayar kepadamu untuk hamba-hambamu, berapa pun biaya yang engkau tetapkan. Sebab, engkau mengetahui bahwa tidak ada di antara kami yang mengetahui cara menebang pohon seperti orang Sidon.” (1 Raja-Raja 5:6)
...untuk menyediakan kayu dalam jumlah besar bagiku, sebab bait yang akan kudirikan itu akan besar dan menakjubkan. Sesungguhnya, aku akan memberikan kepada tukang-tukang yang menebang pohon itu, yaitu hamba-hambamu, 20.000 kor gandum tumbuk, 20.000 kor jelai, 20.000 bat anggur, dan 20.000 bat minyak.” (2 Tawarikh 2:9-10)
Contoh imbalan yang tidak adil
Salomo selesai membangun kedua rumah itu, yaitu bait TUHAN dan istana raja, setelah dua puluh tahun. Hiram, raja Tirus, telah membantu Salomo dengan kayu-kayu aras, kayu-kayu sanobar, dan emas sesuai semua keinginannya. Pada waktu itu, Raja Salomo memberikan kepada Hiram dua puluh kota di tanah Galilea. Hiram datang dari Tirus untuk melihat kota-kota yang telah Salomo berikan, yang tidak menyenangkan dalam pandangannya. (1 Raja-Raja 9:10-12)
Masa pensiun
“Inilah peraturan bagi orang Lewi: Semua laki-laki yang berusia 25 tahun atau lebih harus melayani dalam tenda pertemuan. Namun, pada usia 50 tahun, mereka harus berhenti dari tugas pelayanannya. Mereka boleh membantu saudara-saudaranya dalam melakukan tugas di tenda pertemuan, tetapi mereka sendiri tidak boleh mengerjakan pelayanan. Itulah yang harus kamu lakukan terhadap orang Lewi berkaitan dengan tanggung jawab mereka.” (Bilangan 8:24-26)
Istri yang cakap bekerja keras dan menjadi berkat bagi rumah tangganya
Istri yang cakap, siapa dapat menemukan? Dia jauh lebih berharga daripada permata. Hati suaminya memercayainya, dan suaminya itu tidak akan kekurangan keuntungan. Dia berbuat baik kepada suaminya, dan tidak berbuat jahat, setiap hari dalam hidupnya. Dia mencari bulu domba dan rami, dan dengan senang hati bekerja dengan tangannya. Dia itu seperti kapal-kapal pedagang; dia membawa makanannya dari tempat yang jauh. Dia bangun selagi masih malam, lalu menyediakan makanan bagi seisi rumahnya, dan membagikan tugas kepada pelayan-pelayan perempuannya. Dia menimbang-nimbang ladang, lalu membelinya; dengan hasil tangannya, dia menanami kebun anggur. Dia mengikat pinggangnya dengan kekuatan, dan menguatkan lengannya. Dia tahu bahwa keuntungannya itu baik. Pelitanya tidak padam pada waktu malam. Dia menaruh tangannya pada roda pemintal, dan jari-jarinya memegang tangkai pemintal. Dia membuka tangannya bagi orang miskin, dan mengulurkan tangannya kepada yang melarat. Dia tidak takut terhadap salju untuk seisi rumahnya karena seluruh isi rumahnya berpakaian kain kirmizi. Dia membuat permadani; pakaiannya adalah linen halus dan kain ungu. Suaminya dikenal di pintu-pintu gerbang, ketika dia duduk bersama-sama dengan para tua-tua negeri. Dia membuat pakaian-pakaian dari linen, lalu menjualnya; dia menyerahkan ikat-ikat pinggang kepada para pedagang. Kekuatan dan kehormatan adalah pakaiannya, dan dia tertawa tentang masa yang akan datang. Dia membuka mulutnya dengan hikmat, dan hukum kebaikan ada pada lidahnya. Dia mengawasi kelakuan seisi rumahnya, dan tidak makan hidangan kemalasan. Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia; suaminya pun memujinya, (Amsal 31:10-28)
Dengan demikian, mereka dapat menasihati perempuan-perempuan muda untuk mencintai suaminya, mengasihi anak-anaknya, menguasai diri, saleh, mengurus urusan rumah tangganya, ramah, dan tunduk pada suaminya, supaya firman Allah tidak dilecehkan. (Titus 2:4-5)
Mengejar hal yang sia-sia mendatangkan kemiskinan
Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi dia yang mengejar kesia-siaan kekurangan akal budi. (Amsal 12:11)
Siapa mengerjakan tanahnya akan kenyang dengan makanan, tetapi dia yang mengejar kesia-siaan akan kenyang dengan kemiskinan. (Amsal 28:19)